Persib Bandung Tuntut Pengusutan Penyerangan Tim EPA U-18, Keselamatan Pemain dan Ofisial Jadi Prioritas
- Persib.co.id
Penyerangan tersebut juga menyebabkan dua personel Persib U-18 terpisah dari rombongan ketika berada di rest area. Keduanya adalah Media Officer Persib U-18, Pandu Persada, dan salah satu anggota tim akademi bernama Ridwan.
Saat kejadian, Pandu dan Ridwan diketahui sedang berada di sekitar area toilet dan berusaha kembali menuju bus. Namun, situasi yang tidak kondusif membuat keduanya kesulitan bergabung dengan rombongan yang akhirnya melanjutkan perjalanan terlebih dahulu.
Dalam perkembangan berikutnya, Ridwan dilaporkan berhasil meninggalkan lokasi dengan selamat setelah mendapatkan tumpangan dari orang tua salah satu pemain Persib U-18. Sementara itu, Pandu dilaporkan mengalami kekerasan fisik hingga harus berlindung di sebuah tempat tambal ban untuk menghindari ancaman lebih lanjut.
Berdasarkan informasi terakhir yang disampaikan klub, Pandu masih tertinggal di lokasi kejadian dan belum kembali bergabung dengan rombongan. Persib pun melakukan koordinasi intensif dengan kepolisian setempat agar proses evakuasi dapat segera dilakukan dengan aman.
Selain memastikan keselamatan personelnya, Persib juga berupaya menangani dampak lain dari insiden tersebut. Kerusakan bus dan laporan kehilangan sejumlah koper menjadi bagian dari persoalan yang diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui proses hukum.
Di tengah situasi tersebut, Persib turut mengingatkan pentingnya menjaga ketenangan agar kejadian serupa tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas. Klub secara khusus mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri dan tidak melakukan tindakan balasan yang justru dapat memperburuk keadaan.
"PERSIB mengutamakan keselamatan seluruh personel yang terdampak dan terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan penanganan berjalan dengan baik. Seluruh pihak juga diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan tindakan balasan yang dapat memperburuk situasi," tulis Persib.
(igp/rda)
Load more