Rizky Ridho Kecam Insiden Penyerangan Bus Persib Bandung U-18: Tidak Ada Tempat untuk Kekerasan dalam Sepak Bola!
- tvonenews.com - Ilham Giovani
Jakarta, tvOnenews.com - Kapten Persija Jakarta, Rizky Ridho, ikut mengecam insiden penyerangan terhadap rombongan Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung U-18. Bek Timnas Indonesia tersebut menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan tidak memiliki tempat dalam sepak bola, terlebih jika korbannya merupakan pemain muda.
Rizky Ridho menjadi salah satu pemain yang turut memberikan perhatian terhadap insiden yang menimpa tim junior Persib Bandung. Pemain berusia 24 tahun itu menyampaikan sikapnya melalui unggahan Instagram Story di akun pribadinya.
Menariknya, pernyataan tersebut datang dari sosok yang saat ini menjabat sebagai kapten Persija Jakarta. Klub berjuluk Macan Kemayoran itu diketahui memiliki rivalitas panjang dengan Persib Bandung dalam persaingan sepak bola Indonesia.
Namun, rivalitas kedua klub tidak membuat Rizky Ridho menutup mata terhadap tindakan kekerasan yang menimpa pemain muda. Ia justru menyampaikan keprihatinan sekaligus mengecam kejadian yang mengancam keselamatan rombongan Persib U-18.
Menurut Ridho, tindakan kekerasan tidak seharusnya terjadi dalam lingkungan sepak bola. Ia menegaskan bahwa keselamatan setiap pemain harus tetap menjadi perhatian tanpa memandang klub yang dibelanya.
"Sangat menyayangkan tindakan kekerasan yang menimpa pemain EPA Persib Bandung. Tidak ada tempat untuk kekerasan dalam sepak bola," tulis Ridho.
Pemain Timnas Indonesia itu juga memberikan perhatian khusus terhadap status para korban yang merupakan bagian dari tim junior Persib Bandung. Menurutnya, para pemain muda tersebut sedang berjuang mengembangkan kemampuan demi mewujudkan cita-cita menjadi pesepak bola profesional.
Bek andalan Persija itu berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi dalam sepak bola nasional. Ia pun menyerukan agar segala bentuk tindakan kekerasan yang dapat membahayakan pemain segera dihentikan.
"Apalagi, terhadap pemain muda yang sedang berjuang mengejar mimpinya. Stop kekerasan dalam sepak bola," tegas Ridho.
Sebelumnya, rombongan Persib Bandung U-18 dilaporkan menjadi korban penyerangan ketika dalam perjalanan pulang menuju Bandung. Insiden tersebut terjadi di Rest Area KM 360, Batang, Jawa Tengah, pada Minggu (11/10/2026) malam WIB.
Rombongan Maung Bandung sebelumnya baru saja menjalani pertandingan menghadapi Garuda United dalam kompetisi Elite Pro Academy U-18. Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion UNS, Surakarta, sebelum tim melanjutkan perjalanan pulang menggunakan bus.
Ketika memasuki kawasan rest area, bus yang membawa rombongan Persib U-18 dilaporkan mendapatkan serangan dari sekelompok orang tidak dikenal. Akibat kejadian tersebut, sejumlah bagian kaca bus mengalami kerusakan dan beberapa koper milik pemain maupun ofisial dilaporkan hilang.
Tidak hanya menimbulkan kerugian materiil, insiden tersebut juga dilaporkan mengakibatkan seorang ofisial Persib U-18 mengalami luka. Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, terlihat seorang ofisial mengalami luka lecet pada bagian pipi dan kepala.
Melalui rilis resmi Persib Bandung, pelaku penyerangan mengarah kepada oknum suporter Persija Jakarta yang sedang dalam perjalanan pulang dari Yogyakarta. Sebelumnya, Macan Kemayoran baru saja menjalani pertandingan tandang menghadapi PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (10/10/2026).
Meski demikian, identitas pelaku penyerangan belum dapat dipastikan secara resmi oleh pihak berwenang. Proses verifikasi masih dilakukan untuk mengungkap kronologi lengkap serta memastikan siapa saja yang terlibat dalam kejadian tersebut.
Sementara itu, manajemen Persib Bandung telah mengecam keras tindakan kekerasan yang menimpa rombongan tim akademinya. Klub juga meminta agar kasus tersebut ditangani secara serius dan objektif melalui jalur hukum.
(igp/rda)
Load more