Bos Persib Imbau Bobotoh untuk Tak Balas Dendam Imbas Penyerangan Tim EPA U-18
- AFC
Jakarta, tvOnenews.com - Bos Persib Bandung, Umuh Muchtar meminta Bobotoh untuk tak melakukan aksi balas dendam imbas penyerangan tim EPA U-18.Â
Persib U-18 mengalami insiden penyerangan pada bus hingga terjadi pengeroyokan pada staf tim dan penjarahan oleh oknum suporter.Â
Umuh yang menjabat sebagai Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat ini memastikan pihaknya terus mendampingi tim muda Persib, termasuk memantau jalannya proses hukum pada pelaku.Â
​"Di sini kita tidak ingin ada lagi korban jiwa. Jadi, jangan memperluas atau memperkeruh masalah hingga memicu permusuhan yang kuat," kata Umuh, Rabu (14/10/2026).
Umuh mengakui sudah seharusnya sportivitas dibangun bahkan di luar lapangan mengingat rivalitas hanya terjadi selama 90 menit pertandingan.
Dia menyayangkan bagaimana oknum suporter justru menyerang pemain muda sebagai ujung tombak masa depan sepak bola Indonesia.Â
"Orang tidak berdosa tiba-tiba harus menjadi korban tanpa tahu apa-apa dan tanpa bersalah. Coba bayangkan jika mereka tidak berangkat, tentu akan banyak korbannya," katanya.Â
Untuk itu, Umuh meminta Bobotoh tak melakukan aksi balas dendam dengan percaya pada manajemen yang terus mendampingi tim termasuk proses hukum yang berjalan.Â
"Penambahan kericuhan ini hanya akan membuat situasi semakin kisruh dan parah. Emosi orang sudah sulit diredam, meskipun saya sudah ingatkan agar jangan dibalas," kata Umuh.Â
"​Takutnya, rasa dendam itu justru membuat situasi semakin membara. Inilah yang paling saya takutkan. Mudah-mudahan situasi yang sekarang bisa mereda," katanya.Â
​Umuh mengakui proses hukum memang harus diambil karena sudah masuk ranah kriminal dan bukan didasari oleh rivalitas antar suporter. Apalagi, yang diserang adalah pemain muda yang bisa saja membela klub mana pun di masa depan.Â
"Pemain-pemain muda yang tidak tahu apa-apa soal masalah ini malah menjadi korban. Seharusnya tidak perlu ada perlakuan seperti itu kepada Bobotoh. Hal itu hanya menambah kericuhan dan memperpanjang permusuhan," tutupnya.Â
Â
​
Â
Â
Load more