Dua Kekalahan Beruntun di BIS, Shin Tae-yong Akui Persija Jakarta Harus Berbenah
- tvonenews.com - Ilham Giovani
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, mengaku tidak memiliki kesan baik terhadap Banten International Stadium setelah timnya kembali menelan kekalahan di stadion tersebut. Juru taktik asal Korea Selatan itu bahkan menyoroti catatan buruk Macan Kemayoran yang selalu kalah dalam dua pertandingan di stadion tersebut sepanjang Super League 2026/2027.
Banten International Stadium atau BIS seolah menjadi tempat yang kurang bersahabat bagi Persija Jakarta pada musim ini. Pasalnya, dua pertandingan yang dijalani Macan Kemayoran di stadion yang berada di Serang, Banten, tersebut selalu berakhir dengan kekalahan.
Catatan negatif Persija di Banten International Stadium bermula ketika menghadapi Persita Tangerang pada 17 Oktober 2026. Dalam pertandingan tersebut, skuad asuhan Shin Tae-yong harus mengakui keunggulan Pendekar Cisadane dengan skor tipis 2-3.
Kesempatan untuk memperbaiki catatan tersebut datang ketika Persija kembali bertandang ke Banten International Stadium pada Sabtu (31/10/2026). Kali ini, Macan Kemayoran menghadapi Dewa United Banten FC dalam pertandingan pekan kedelapan Super League 2026/2027.
Namun, hasil yang didapatkan Persija ternyata tidak jauh berbeda dari kunjungan sebelumnya. Rizky Ridho dan rekan-rekannya kembali harus pulang tanpa poin setelah menelan kekalahan 1-2 dari Dewa United.
"Kami sudah bermain di sini dua kali tahun ini dan kalah dalam kedua kesempatan tersebut. Jadi, bisa dibilang saya tidak memiliki kesan yang baik tentang tempat ini," ujar Shin Tae-yong usai laga, Sabtu (31/10/2026).
Meski kerap mendapatkan hasil minor saat bermain di BIS, Shin Tae-yong menyadari bahwa kekalahan dari Dewa United tidak terlepas dari kesalahan yang dilakukan para pemainnya sendiri.
Mantan pelatih Timnas Indonesia itu bahkan secara terbuka memberikan selamat kepada Dewa United atas kemenangan yang diraih dalam pertandingan tersebut. Ia kemudian mengakui bahwa Persija justru menjadi penyebab utama kegagalan mereka sendiri untuk mengamankan hasil positif.
"Ya, mengenai pertandingan hari ini, pertama-tama, selamat kepada Dewa United. Terkait jalannya pertandingan, menurut saya, pada dasarnya kami menyebabkan kekalahan kami sendiri," kata Shin Tae-yong.
Menurutnya, Persija sebenarnya memiliki sejumlah kesempatan untuk mencetak gol ketika menghadapi Dewa United. Namun, buruknya penyelesaian akhir membuat peluang yang tercipta gagal dimaksimalkan menjadi gol.
Selain persoalan efektivitas serangan, pelatih berusia 56 tahun tersebut juga menyoroti kesalahan operan yang terlalu sering dilakukan para pemain Macan Kemayoran. Ia menilai aspek tersebut harus segera diperbaiki agar Persija tidak kembali kehilangan poin dalam pertandingan berikutnya.
"Kami gagal memanfaatkan peluang-peluang bagus menjadi gol dan terlalu banyak melakukan kesalahan dalam mengoper bola. Itu adalah aspek-aspek yang perlu kami perbaiki. Pada akhirnya, menurut saya, kamilah yang melakukan kesalahan hari ini," jelas Shin Tae-yong.
Kekalahan dari Dewa United memang belum membuat Persija Jakarta kehilangan posisi puncak klasemen sementara Super League 2026/2027. Macan Kemayoran masih berada di peringkat pertama dengan koleksi 18 poin setelah menjalani delapan pertandingan.
Namun, posisi Persija kini semakin terancam karena Dewa United berhasil memangkas selisih poin menjadi hanya satu angka. Tim berjuluk Banten Warriors tersebut menempati peringkat kedua dengan mengumpulkan 17 poin setelah mengalahkan Macan Kemayoran.
Persaingan papan atas juga semakin ketat karena Madura United dan Bali United terus membayangi kedua tim tersebut. Keduanya sama-sama mengoleksi 16 poin sehingga Persija harus segera bangkit apabila ingin mempertahankan posisi teratas klasemen Super League 2026/2027.
(igp)
Load more