Lisandro Martinez Bongkar Perbedaan Mencolok Era Carrick vs Amorim, Manchester United Disebut Berubah Total Usai Hajar Man City
- instagram manutd
Jakarta, tvOnenews.com - Debut Michael Carrick sebagai manajer interim Manchester United (MU) langsung impresif publik setelah membawa Setan Merah menumbangkan Manchester City 2-0 di Old Trafford. Kemenangan itu bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga membuka tabir perubahan besar di dalam ruang ganti yang selama ini tertutup rapat.
Bek tengah Lisandro Martinez menjadi sosok yang paling vokal menyoroti perbedaan atmosfer tim sejak Carrick mengambil alih kursi pelatih. Tanpa menyebut Ruben Amorim secara eksplisit, pemain asal Argentina itu memberi sinyal kuat bahwa ada transformasi mentalitas yang signifikan dalam skuad.
Martinez menilai Carrick membawa aura baru yang lebih positif, mulai dari sesi latihan hingga pendekatan personal terhadap pemain. Ia menyebut mantan gelandang legendaris itu memahami betul nilai-nilai yang menjadi identitas Manchester United sejak lama.
“Mentalitas berbeda, orang berbeda. Sangat berbeda. Dia tahu apa arti klub ini sebenarnya. Dia bermain di sini untuk waktu yang lama, memenangkan segalanya. Dia adalah legenda besar. Dia ingin membantu klub, dan saya pikir kami berada dalam situasi yang sulit. Hari ini adalah momen terbaik untuk mengubahnya,” kata Martinez dikutip dari Sports Mole.
Menurut Martinez, perubahan tidak hanya terasa dari sisi taktik, tetapi juga dari sikap dan energi yang dibawa Carrick setiap hari. Ia menegaskan bahwa kehadiran sosok yang mengenal klub luar dalam memberikan dampak psikologis besar bagi tim yang tengah tertekan.
“Ketika Anda memiliki pelatih seperti Michael Carrick, yang benar-benar mengenal klub dan dapat berbagi energi itu, situasinya sangat berbeda. Dia tenang, tersenyum, percaya diri, dan itu sangat membantu," lanjutnya.
Di atas lapangan, Martinez menyoroti bahwa performa tim lebih penting daripada sekadar hasil akhir. Ia kembali mengangkat isu identitas Manchester United yang menurutnya sempat memudar dalam beberapa musim terakhir.
“Kami bermain lebih baik, kami memberikan segalanya. Bagi saya, saya tidak fokus pada hasil, saya fokus pada performa dan koneksi dengan tim. Ini tentang bagaimana kami mewakili klub. Terkadang, jika performanya tidak bagus, minimal yang diharapkan orang adalah sikap – tekel, DNA, darah Manchester United," katanya.
Bek berusia 27 tahun itu juga menyinggung peningkatan soliditas lini belakang yang menjadi kunci kemenangan atas Manchester City. Ia merasa perubahan mentalitas terlihat jelas dari cara tim bertahan dan merespons tekanan lawan.
“Saya rasa mereka hanya punya satu peluang emas. Anda bisa merasakan mentalitasnya. Anda bisa merasakan sesuatu yang berbeda," ucapnya. (fan)
Load more