Supersub Paling Mematikan MU? Cunha Bersinar Saat Michael Carrick Taklukkan Man City & Arsenal
- instagram manutd
Menariknya, Cunha sejatinya direkrut sebagai pemain yang cocok dengan sistem 3-4-2-1 milik Ruben Amorim.
Namun, di bawah pelatih asal Portugal tersebut, ia hanya sesekali menunjukkan kilasan kualitasnya. Performa terbaik Cunha justru terlihat ketika ia dimainkan sebagai false nine peran yang lebih fleksibel dan sesuai dengan insting menyerangnya.
Di era Carrick, perannya sedikit bergeser. Sang pelatih lebih memilih Bruno Fernandes sebagai pemain nomor 10, sementara Bryan Mbeumo ditempatkan sebagai false nine saat melawan Arsenal.
Cunha pun harus kembali menerima peran sebagai supersub.
Namun, pemain berusia 26 tahun itu tidak mempermasalahkan perubahan tersebut.
“Saya tahu kualitas tim ini, semua orang memiliki kualitas untuk bermain, semua orang tentu ingin bermain. Tapi ya, keputusan pentingnya adalah membantu tim, datang ke sini, setiap menit yang Anda miliki adalah untuk memberikan segalanya untuk membantu tim ini, untuk membantu rekan-rekan setim. Saya rasa kita telah melakukannya dengan baik hari ini,” kata Cunha usai pertandingan.
Waktunya Manchester United Memberi Penghargaan
Secara statistik, Cunha telah bermain 20 kali di Liga Inggris musim 2025/2026 dengan catatan lima gol dan dua assist.
Kontribusinya membantu Manchester United perlahan merangsek ke papan atas klasemen. Usai menumbangkan Arsenal, Setan Merah kini naik ke posisi empat dengan koleksi 38 poin.
Di bawah Michael Carrick, Cunha memang belum selalu menjadi starter, tetapi dampaknya sangat nyata. Ia menjadi simbol pemain yang menempatkan kepentingan tim di atas segalanya.
Kini, setelah dua kemenangan besar atas Manchester City dan Arsenal, satu hal menjadi jelas: Matheus Cunha sudah melakukan segalanya dengan benar.
Yang ia butuhkan sekarang hanyalah pengakuan dan kepercayaan penuh dari Manchester United penghargaan yang pantas bagi pahlawan sunyi Old Trafford.
Load more