Debut Manis Lawan City dan Arsenal, Michael Carrick Justru Diramal Tinggalkan Manchester United
- instagram Michael Carrick
tvOnenews.com - Nama Michael Carrick mendadak menjadi pusat perbincangan di Old Trafford. Dua kemenangan beruntun atas Manchester City dan Arsenal dalam debutnya sebagai pelatih interim Manchester United bukan hanya memicu euforia, tetapi juga melahirkan spekulasi besar tentang masa depannya.
Di tengah pujian yang mengalir deras, muncul rumor mengejutkan: Carrick justru berpotensi meninggalkan MU setelah musim ini berakhir.
Situasi ini terasa ironis. Saat banyak fans mulai berharap Carrick dipermanenkan, sejumlah legenda klub justru melihat arah berbeda.
Mereka menilai kemenangan cepat tidak serta-merta menjadikan Carrick pilihan ideal jangka panjang. Bahkan, ada prediksi bahwa pria 43 tahun itu bisa saja berlabuh ke klub rival Premier League jika tidak diberi kepercayaan penuh oleh manajemen MU.
Awal Sempurna Carrick, Tapi INEOS Tetap Dingin
Michael Carrick mengawali tugasnya sebagai pelatih sementara Manchester United dengan cara yang nyaris sempurna. Ia membawa Setan Merah menundukkan Manchester City, lalu melanjutkannya dengan kemenangan krusial atas Arsenal, pemuncak klasemen Liga Inggris, di Emirates Stadium.
Hasil tersebut langsung mengangkat posisi MU dan memunculkan spekulasi bahwa Carrick layak dipertimbangkan sebagai manajer permanen.
Namun, di balik layar, INEOS dikabarkan tetap berpegang pada rencana awal: mencari pelatih berpengalaman pada musim panas mendatang.
Pendekatan rasional ini juga didukung oleh sejumlah legenda klub. Roy Keane dan Gary Neville sebelumnya menegaskan bahwa Manchester United harus “memimpin dengan kepala, bukan dengan hati” dalam menunjuk pengganti tetap Ruben Amorim.
Scholes Ungkap Trauma Era Solskjaer

- Antara
Berbicara dalam podcast The Good, The Bad, & The Football bersama Nicky Butt, legenda MU Paul Scholes memberikan pandangan blak-blakan tentang masa depan Carrick di Old Trafford.
“Dia baru saja mengambil pekerjaan itu dan situasinya sudah sangat buruk selama setahun sehingga tidak mungkin menjadi lebih buruk lagi, jadi tekanan tidak terlalu besar saat dia menjadi manajer sementara,” ujar Scholes.
Namun, Scholes menilai situasinya akan sangat berbeda jika Carrick ditunjuk secara permanen.
“Setelah Anda mengambil pekerjaan itu secara penuh waktu, di awal musim depan, tiba-tiba Anda harus langsung memenangkan pertandingan. Mereka akan sedikit trauma dengan kejadian Ole [Gunnar Solskjaer],” lanjutnya.
Load more