Jurnalis MU Singgung Soal 'Debut Sempurna' Michael Carrick: Awal Era Baru Manchester United atau Sekadar Euforia Sesaat?
- instagram manutd
tvOnenews.com - Tiga kemenangan beruntun di Liga Inggris. Itulah catatan awal Michael Carrick sejak dipercaya memimpin Manchester United.
Bukan hanya hasil yang membuat publik Old Trafford kembali tersenyum, tetapi juga cara kemenangan itu diraih: dramatis, penuh emosi, dan sarat simbol kebangkitan identitas klub.
Kemenangan 3-2 atas Fulham menjadi potret paling jelas bagaimana Carrick langsung memberi warna berbeda di ruang ganti United.
Pertanyaannya kini mengemuka: apakah debut Carrick sekadar fase bulan madu, atau justru awal perubahan sejarah Manchester United?
Dalam tempo singkat, atmosfer Carrington terasa lebih hidup, para pemain bermain dengan keberanian, dan Old Trafford kembali bergemuruh di menit-menit akhir. Sebuah tanda yang lama dirindukan para pendukung Setan Merah.
Melansir dari laman resmi Manchester United, berikut ulasan dari beberapa jurnalis internal Setan Merah:
Mentalitas Baru di Menit-Menit Kritis
Sam Carney menyoroti bagaimana United bertahan setelah gol penentu Benjamin Sesko di masa tambahan waktu. Dengan sisa laga yang masih panjang, Fulham menekan habis-habisan. Namun kali ini, United tidak runtuh.

- REUTERS/Phil Noble
Masuknya Leny Yoro menggantikan Bryan Mbeumo menjadi penyesuaian taktis, tetapi sorotan utama jatuh pada Lisandro Martinez.
Menurut Carney, bahasa tubuh bek Argentina itu sudah mengirim pesan tegas: kebangkitan Fulham tidak akan terulang.
Martinez menunjukkan kepemimpinan sejati dengan serangkaian blok dan sapuan krusial. Ia juga memompa semangat stadion saat sembilan menit tambahan waktu terus berjalan tanpa peluit akhir.
Bagi Carney, performa pemain bernomor punggung enam itu merangkum karakter tim besar: keteguhan, keberanian, dan mentalitas pantang menyerah. Sebuah ciri yang lama hilang dari lini belakang United.
Selebrasi ‘Berselancar’ dan Identitas yang Kembali
Sementara itu, Mark Froggatt menilai kebangkitan United tak hanya terlihat di papan skor, tetapi juga pada ekspresi para pemain. Matheus Cunha disebutnya sebagai simbol DNA United yang mulai hidup kembali di era Carrick.
Energi Cunha di lapangan, kepercayaan diri yang menular, dan sikap positifnya menjadi pembeda. Selebrasi “berselancar” miliknya bahkan berubah menjadi fenomena, terutama setelah gol-gol penting melawan Arsenal dan Fulham.
Amad dan Bryan Mbeumo ikut larut dalam perayaan di Stretford End, sementara video Amad menari terus beredar di media sosial.

- REUTERS/Phil Noble
Bagi Froggatt, hal-hal kecil seperti ini mencerminkan ruang ganti yang sehat. United bukan hanya menang, tetapi juga menikmati permainan. Sebuah kemewahan yang jarang terlihat dalam beberapa musim terakhir.
Gol Sesko dan Validasi Proyek Carrick
Joe Ganley menempatkan Benjamin Sesko sebagai pusat cerita. Golnya ke gawang Fulham menjadi gol liga ke-44 United musim ini, menyamai total gol musim lalu dengan masih tersisa 14 pertandingan.
Fakta ini, menurut Ganley, sepenuhnya membenarkan kebijakan transfer yang menitikberatkan pada peningkatan daya gedor.
Di bawah Carrick, trio Matheus Cunha, Bryan Mbeumo, dan Sesko mulai menunjukkan pengaruh nyata. Khusus Sesko, gol menit ke-94 di depan Stretford End menjadi momen penerimaan emosional sebagai “pemain United sejati”.
Ganley menilai gol tersebut akan meningkatkan kepercayaan diri sang striker Slovenia dan mempererat hubungannya dengan para pendukung.
Adam Marshall kemudian menutup dengan gambaran atmosfer Old Trafford. Ia mengingat bagaimana Pierluigi Collina pernah menyamakan sorakan fans United pada final Liga Champions 1999 dengan raungan singa.
Menurutnya, respons publik terhadap gol-gol krusial belakangan ini menghadirkan kembali sensasi langka: kekacauan yang membahagiakan.
Di era Carrick, Manchester United mungkin belum sepenuhnya berubah. Namun satu hal jelas, jiwa klub itu kembali terasa hidup. (udn)
Load more