Ketika Kasta Liga Inggris Terlalu Tinggi untuk Liga Europa: Kisah Aneh Manchester United dan Tottenham di Final Liga Europa
- instagram manutd
Biasanya, final Eropa menjadi panggung bagi tim-tim elite atau setidaknya penantang serius di liga masing-masing.

- instagram Tottenham Hotspur
Namun Tottenham dan Manchester United datang ke laga puncak itu dengan status sebagai tim papan bawah.
Kondisi tersebut memperkuat argumen bahwa kekuatan finansial dan kedalaman skuad klub-klub Inggris tetap memberi keuntungan besar di level Eropa, meski performa liga mereka buruk.
Di saat bersamaan, perubahan struktur kompetisi Eropa membuat Liga Europa kehilangan banyak tim kuat yang sebelumnya “turun” dari Liga Champions. Kombinasi inilah yang membuat final musim lalu terasa ganjil, bahkan ironis.
Arah yang Berbeda Sejak Malam di Bilbao
Menurut analisis Transfermarkt, perjalanan Tottenham dan Manchester United sejak final Liga Europa menunjukkan kontras yang tajam.
Setelah 24 pertandingan Liga Premier musim ini, Tottenham terdampar di peringkat ke-14, hanya dua poin lebih baik dibanding posisi mereka pada tahap yang sama musim lalu, yang merupakan musim terburuk Spurs di era Premier League.
Sebaliknya, Manchester United kini bertengger di peringkat keempat. Mereka mengoleksi 12 poin lebih banyak dibanding musim lalu pada fase yang sama, dan unggul jumlah poin yang sama atas Tottenham musim ini. Data tersebut mempertegas bahwa Setan Merah mengalami progres nyata, sementara Spurs cenderung stagnan.
Dari sisi performa keseluruhan, United mencatat rata-rata 1,57 poin per pertandingan di semua kompetisi sejak final, sementara Tottenham hanya 1,37 poin per pertandingan.
Spurs memang sedikit lebih solid dalam bertahan, kebobolan 1,32 gol per laga dibanding United yang kebobolan 1,46, namun lini depan United lebih tajam dengan rata-rata 1,75 gol per pertandingan, berbanding 1,58 milik Tottenham.
Rekrutmen, Pelatih, dan Ujian Malam Ini
Menariknya, nilai pasar skuad Tottenham (€877 juta) lebih tinggi dibanding Manchester United (€719 juta). Namun angka tersebut belum tercermin di lapangan.
United memilih merekrut pemain yang sudah teruji di Liga Premier seperti Bryan Mbeumo dan Matheus Cunha, yang langsung memberi dampak. Tottenham, sebaliknya, lebih berorientasi pada proyek jangka panjang.
Load more