Pesta Bola dunia
Selengkapnya
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pep Guardiola Sentil Keras Bos MU Jim Ratcliffe soal Imigran, Sebut Ini Masalah Sangat Besar yang Mengancam Sepak Bola Dunia

Pep Guardiola menanggapi kontroversi Jim Ratcliffe soal imigran. Ia menilai isu ini sangat besar dan bisa berdampak buruk bagi sepak bola serta masyarakat global.
Sabtu, 14 Februari 2026 - 20:55 WIB
Pelatih Manchester City Pep Guardiola
Sumber :
  • Action Images via Reuters/Lee Smith

Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, menyoroti isu imigran sebagai persoalan serius di dunia sepak bola dan masyarakat global. Hal itu disampaikannya sebagai respons atas pernyataan kontroversial salah satu pemilik Manchester United, Sir Jim Ratcliffe, yang menuai kritik luas.

Sebelumnya, Ratcliffe memicu polemik setelah menyebut Inggris telah “dijajah oleh imigran”. Ucapan tersebut mendapat kecaman dari berbagai pihak, termasuk Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Wali Kota Manchester Andy Burnham, hingga akhirnya ia menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Guardiola mengaku menghormati Ratcliffe secara pribadi, namun menilai isu imigrasi merupakan tantangan besar yang harus disikapi secara bijak. Ia menyampaikan pandangannya dalam konferensi pers jelang laga Piala FA menghadapi Salford City.

“Saya sangat menghargai Sir Jim. Saya beruntung bisa bertemu dengannya. Dia membuat pernyataan setelah itu untuk meminta maaf," ujar Guardiola dikutip dari Mirror.

Pelatih asal Spanyol itu menegaskan tidak ingin memperdebatkan pernyataan Ratcliffe lebih jauh. Namun, ia menilai narasi menyalahkan imigran atas persoalan suatu negara merupakan masalah global yang harus diatasi bersama.

“Saya tidak mengomentari apa yang dikatakan Sir Jim Ratcliffe karena setelah itu dia mengatakan apa yang sebenarnya ingin dia katakan, tetapi di seluruh dunia masalah yang kita hadapi di semua negara adalah kita memperlakukan imigran atau orang-orang yang datang dari negara lain sebagai penyebab masalah yang dihadapi negara kita sendiri, dan itu adalah masalah yang sangat, sangat, sangat, sangat, sangat besar," kattanya.

Guardiola juga menekankan bahwa seseorang tidak memiliki kendali atas tempat kelahirannya. Menurutnya, identitas tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk membedakan manusia.

“Fakta bahwa saya orang Catalan dan Anda orang Inggris – pengaruh apa yang kita miliki terhadap tempat kita dilahirkan? Itu adalah ibu dan ayah," ucapnya.

Ia menyebut setiap orang pada dasarnya ingin memperoleh kehidupan yang lebih baik. Karena itu, perpindahan antarnegara merupakan hal yang wajar dalam dunia modern.

“Setiap orang ingin memiliki kehidupan yang lebih baik dan prospek untuk masa depan yang lebih baik bagi diri mereka sendiri, keluarga mereka, dan teman-teman mereka, dan terkadang peluang datang di tempat Anda dilahirkan dan tempat yang mungkin akan Anda tuju," katanya.

Menurut Guardiola, kemajuan teknologi membuat mobilitas manusia semakin mudah. Hal ini menuntut masyarakat global untuk lebih terbuka dan menghargai keberagaman.

“Dulu bepergian sangat sulit, tetapi sekarang dalam satu jam Anda bisa berada di mana saja. Sekarang warna kulit atau tempat kelahiran tidak lagi menjadi masalah. Kita masih memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mengatasi hal itu," lanjutnya.

Pengalaman hidup di berbagai negara seperti Meksiko, Qatar, Italia, Inggris, hingga Jerman membuat Guardiola memahami pentingnya toleransi. Ia menilai keberagaman justru memperkaya kepribadian seseorang.

“Itu tidak membuat saya merasa bahwa karena saya orang Catalan, saya lebih baik daripada Anda. Pendidikan saya sejak lahir dan perjalanan saya di Meksiko dan Qatar atau tinggal di Italia, Inggris, atau Jerman, itu hanyalah keuntungan dari kepribadian saya," katanya.

Ia menegaskan banyak orang terpaksa meninggalkan negaranya karena situasi sulit. Oleh karena itu, empati dan penerimaan terhadap budaya lain sangat diperlukan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saya bertemu orang-orang yang sangat baik saat bepergian dan itulah intinya, tetapi itu tidak membuat saya merasa lebih baik hanya karena saya lahir di satu tempat atau tempat lain. Kebanyakan orang melarikan diri dari negara mereka karena masalah di negara tersebut, bukan karena mereka ingin pergi. Semakin kita merangkul budaya lain – sungguh-sungguh merangkulnya – maka masyarakat akan menjadi lebih baik," katanya.

Sementara itu, kontroversi pernyataan Ratcliffe masih menjadi perhatian publik. Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) dikabarkan belum membuka penyelidikan resmi, tetapi terus memantau situasi karena dikhawatirkan dapat merusak citra sepak bola. (fan)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pelajar Ledakan Bom Rakitan di MAN 3 Padang, Densus 88: Terinsipirasi Kasus SMAN 72 Jakarta

Pelajar Ledakan Bom Rakitan di MAN 3 Padang, Densus 88: Terinsipirasi Kasus SMAN 72 Jakarta

Insiden ledakan bom rakitan terjadi di MAN 3 Padang, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tengah, Kota Padang, pada Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB
Pengakuan Mengejutkan Pengirim Ancaman Bom SD di Jaksel: Terlilit Pinjol, Mengaku Kecewa dengan Hidupnya

Pengakuan Mengejutkan Pengirim Ancaman Bom SD di Jaksel: Terlilit Pinjol, Mengaku Kecewa dengan Hidupnya

Pengakuan terbaru pelaku ancaman bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jakarta Selatan. MY mengaku terlilit pinjaman online dan memiliki persoalan pribadi.
Penyidikan Kasus Febrie Adriansyah, KPK Sebut Sudah Ada Permintaan Supervisi dari Kejaksaan Agung

Penyidikan Kasus Febrie Adriansyah, KPK Sebut Sudah Ada Permintaan Supervisi dari Kejaksaan Agung

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Selasa menyatakan sudah ada permintaan lisan kepada KPK untuk melakukan supervisi terhadap perkara kasus dugaan tindak pidana korupsi dan pencucian uang yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Febrie Adriansyah (FA).
Buntut Kasus Febrie Adriansyah, Demokrat Usul DPR Gunakan Hak Angket Respons Ketegangan Polri-Kejaksaan Agung

Buntut Kasus Febrie Adriansyah, Demokrat Usul DPR Gunakan Hak Angket Respons Ketegangan Polri-Kejaksaan Agung

Anggota Komisi III DPR RI Benny K. Harman mengusulkan ke DPR RI untuk memakai hak angket dalam menanggapi ketegangan antara dan Kejaksaan Agung (Kejagung).
Siapa Ivan Barton, Wasit Semifinal Prancis Vs Spanyol yang Sempat Bikin Geger di Piala Dunia 2026

Siapa Ivan Barton, Wasit Semifinal Prancis Vs Spanyol yang Sempat Bikin Geger di Piala Dunia 2026

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Dallas, Arington, Rabu (15/7/2026) dini hari WIB ini akan dipimpin oleh wasit kontroversial di Piala Dunia 2026. 
Kasus Rudapaksa Perempuan Disabilitas Gegerkan Jaksel, Korban Melahirkan, Polisi Terus Buru Pelaku

Kasus Rudapaksa Perempuan Disabilitas Gegerkan Jaksel, Korban Melahirkan, Polisi Terus Buru Pelaku

Polisi masih memburu pelaku dugaan rudapaksa terhadap perempuan disabilitas di Jagakarsa, Jakarta Selatan, yang menyebabkan korban hamil hingga melahirkan seorang bayi.

Trending

Begini Penjelasan Koh Dondy Tan di Tengah Isu Keyakinan Komedian Temon Diduga Mualaf tapi Dikuburkan secara Nasrani

Begini Penjelasan Koh Dondy Tan di Tengah Isu Keyakinan Komedian Temon Diduga Mualaf tapi Dikuburkan secara Nasrani

Kabar tutup usia komedian Temon Templar menjadi duka bersama, terutama di dunia hiburan Indonesia. Sebab ia salah satu komedian dan artis yang menghibur
Terkuak Motif Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah 15, Polisi Tak Percaya

Terkuak Motif Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah 15, Polisi Tak Percaya

Pihak kepolisian dari Polda Metro Jaya tidak lantas percaya begitu saja dengan pengakuan pelaku teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan. 
Terinspirasi Program Makan Bergizi Gratis, Ibu di Wonosobo Ini Namai Bayinya "Muhammad MBG Subianto"

Terinspirasi Program Makan Bergizi Gratis, Ibu di Wonosobo Ini Namai Bayinya "Muhammad MBG Subianto"

Pasangan suami istri asal Dusun Prigi, Desa Jolontoro, Kecamatan Sapuran, memilih nama yang tidak biasa untuk putra ketiga mereka, yaitu Muhammad MBG Subianto.
LHI Riau Laporkan Dugaan Korupsi Pengadaan Access Point Rp2,3 Miliar di UIN Suska, Polda Mulai Selidiki

LHI Riau Laporkan Dugaan Korupsi Pengadaan Access Point Rp2,3 Miliar di UIN Suska, Polda Mulai Selidiki

Laporan tersebut secara resmi disampaikan kepada Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau pada Selasa (14/7/2026). Pengaduan ditandatangani oleh Pelaksana Tugas Ketua DPD LHI Riau, Muhajirin Siringo Ringo, dengan melampirkan dokumen hasil investigasi setebal 21 halaman.
3 Shio yang Mendadak Dapat Rezeki Nomplok pada 15 Juli 2026, Siapa Saja?

3 Shio yang Mendadak Dapat Rezeki Nomplok pada 15 Juli 2026, Siapa Saja?

3 shio yang mendadak dapat rezeki nomplok pada 15 Juli 2026 terungkap! Cek ramalan keuangan dan angka hoki 12 shio Rabu besok, siapa yang paling beruntung ?
Kepala SPPG di Bandung Ditemukan Tewas di Area Parkir Mall, Polisi Temukan Sepucuk Surat

Kepala SPPG di Bandung Ditemukan Tewas di Area Parkir Mall, Polisi Temukan Sepucuk Surat

Kepala SPPG di Bandung ditemukan tewas sekitar pukul 06.30 WIB di parkiran mal. Polisi temukan sepucuk surat berisi permintaan maaf kepada keluarga yang isinya.
Gadis di Cikarang Diduga Diperkosa Ayah Kandung dan Paman Selama 9 Tahun, Ibunya Malah Sebut 'Gapapa, Asal Tidak Hamil'

Gadis di Cikarang Diduga Diperkosa Ayah Kandung dan Paman Selama 9 Tahun, Ibunya Malah Sebut 'Gapapa, Asal Tidak Hamil'

Seorang perempuan berinisial IA (21), warga Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi diduga menjadi korban pemerkosaan oleh ayah kandung dan 2 paman selama 9 tahun.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT