Tak Jadi ke Arab Saudi? Mohamed Salah Dikabarkan Betah di Liverpool
- REUTERS/Manon Cruz
Jakarta, tvOnenews.com - Rencana Liverpool dalam menyusun strategi transfer musim panas 2026 masih dipengaruhi oleh situasi masa depan pemain bintang mereka, Mohamed Salah. Ketidakpastian tersebut membuat manajemen The Reds harus menyiapkan berbagai skenario, termasuk kemungkinan kehilangan sang penyerang andalan.
Nama Mohamed Salah kembali ramai dikaitkan dengan tawaran fantastis dari klub-klub Arab Saudi. Ketertarikan besar dari Timur Tengah disebut belum surut, bahkan terus meningkat seiring statusnya sebagai ikon global sepak bola.
Meski begitu, kabar terbaru justru memberikan gambaran berbeda terkait masa depan pemain asal Mesir tersebut. Salah disebut tidak terburu-buru meninggalkan Anfield dan tetap membuka peluang bertahan hingga kontraknya berakhir.
Laporan Football Insider menyebutkan bahwa Salah merasa nyaman berada di Liverpool. Ia siap melanjutkan kariernya bersama klub jika tidak ada tawaran yang benar-benar cocok pada bursa transfer musim panas mendatang.
Mantan penasihat keuangan Manchester City, Stefan Borson, juga mengungkapkan pandangannya mengenai situasi tersebut. Ia menyebut Salah akan "dengan senang hati" bertahan di Liverpool dan tetap menikmati "uang yang sangat besar" apabila kepindahannya tidak terjadi..
Seperti diketahui, Salah baru saja menandatangani kontrak baru pada April 2025. Kesepakatan itu membuatnya terikat hingga Juni 2027 dan menunjukkan komitmen kedua belah pihak.
Meski sempat muncul kekecewaan publik terkait situasi internal klub pada akhir tahun lalu, hubungan Salah dengan Liverpool tetap profesional. Tidak ada indikasi konflik serius yang membuatnya ingin segera hengkang.
Sejak perselisihan awal dengan pelatih Arne Slot sebelum Piala Afrika, rumor kepindahan Salah memang terus berkembang. Namun, situasi tersebut tidak berdampak signifikan terhadap performanya di lapangan.
Borson menilai Arab Saudi masih menjadi tujuan paling realistis bagi Salah jika suatu saat meninggalkan Liverpool. Faktor finansial dan nilai komersial disebut menjadi alasan utama ketertarikan klub-klub di sana.
Pada usia 33 tahun, Salah masih dianggap mampu meningkatkan popularitas kompetisi secara global. Hal itu membuat klub seperti Al Ittihad dan Al Hilal terus memantau situasinya.
Gaji Salah yang mencapai sekitar £400.000 per pekan juga menjadi faktor penting dalam keputusan kariernya. Nilai tersebut menjadikannya salah satu pemain dengan bayaran tertinggi di Liverpool.
Situasi ini membuat klub-klub Eropa kesulitan bersaing secara finansial. Tanpa subsidi gaji dari Liverpool, peluang transfer ke benua biru dinilai sangat kecil.
Karena itu, skenario paling masuk akal adalah Salah bertahan hingga kontraknya habis pada 2027. Setelah itu, peluang hijrah ke Arab Saudi dengan nilai kontrak fantastis masih terbuka lebar. (fan)
Load more