MU Mulai Cari Pelatih Baru Pengganti Carrick usai Setan Merah Tumbang dari Leeds United
- REUTERS/Phil Noble
Jakarta, tvOnenews.com - Tekanan mulai menghampiri kursi kepelatihan Manchester United (MU) setelah hasil kurang memuaskan saat menghadapi Leeds United di Old Trafford. Kekalahan 1-2 tersebut membuat posisi Michael Carrick kembali disorot, meski sebelumnya sempat membawa tim tampil cukup konsisten.
Hasil negatif ini membuat MU gagal menjauh dari kejaran Chelsea dalam perebutan tiket Liga Champions. Padahal, kemenangan atas Leeds yang tengah berjuang keluar dari zona degradasi bisa menjadi momentum penting untuk memperlebar jarak poin.
Dalam pertandingan tersebut, dua gol cepat dari Noah Okafor di babak pertama membuat Setan Merah berada dalam tekanan. Situasi semakin sulit setelah Lisandro Martinez menerima kartu merah kontroversial, meski sempat ada harapan lewat gol telat dari Casemiro.
Meski peluang finis di zona Liga Champions masih terbuka lebar, hasil ini dinilai bisa berdampak pada masa depan Carrick. Laporan GiveMeSport menyebutkan bahwa manajemen klub mulai mempertimbangkan opsi lain untuk posisi pelatih utama musim depan.
Salah satu nama yang kini masuk radar adalah pelatih timnas Jerman, Julian Nagelsmann. Ia disebut akan menjadi target utama dengan rencana pendekatan resmi setelah tugasnya di ajang Piala Dunia selesai.
Selain Nagelsmann, Carrick juga masih masuk dalam daftar kandidat untuk posisi permanen. Namun, pelatih timnas Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, dikabarkan mulai tersingkir dari persaingan.
Kabar lain menyebutkan bahwa Roberto Martinez juga sempat didekati oleh pihak klub. Meski demikian, fokus utama manajemen saat ini tetap tertuju pada Nagelsmann sebagai opsi paling ideal.
Legenda klub, Gary Neville, turut memberikan pandangannya terkait situasi ini. Ia menilai MU harus berani mengejar pelatih dengan rekam jejak juara jika ingin kembali ke puncak.
"Jika Manchester United bisa mendapatkan seseorang yang secara rutin memenangkan Liga Champions, atau secara rutin memenangkan gelar di negaranya sendiri, menurut saya mereka tetap harus mengejar jalur itu," katanya.
Namun demikian, Neville juga mengingatkan adanya risiko besar jika keputusan pergantian pelatih dilakukan tanpa pertimbangan matang. Ia menilai stabilitas tim tetap menjadi faktor penting yang tidak boleh diabaikan.
Load more