Andoni Iraola Protes Keputusan Wasit usai Liverpool Ditekuk Manchester City 0-3 di Anfield
- REUTERS/Phil Noble
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Liverpool, Andoni Iraola, memprotes keputusan wasit usai kekalahan telak 0-3 dari Manchester City. Dia menyoroti kartu merah Ryan Gravenberch.
The Reds kembali beraksi setelah jeda internasional dengan menjamu City di Anfield. Duel dilaksanakan pada Minggu (11/10/2026) malam WIB kemarin.
City berada dalam tekanan setelah tudingan 115 kasus dari Premier League dinyatakan sebagai vonis bersalah. Mereka juga tidak aman di puncak klasemen Liga Inggris usai Arsenal mengalahkan Leeds United dengan skor 2-1 kemarin.
Duel berlangsung sengit di babak pertama dengan tidak adanya gol yang tercipta. Namun, situasi berubah semenjak Ryan Gravenberch dikartu merah pada menit ke-62.
Itu membuka keran gol untuk City, yang langsung mencetak gol tiga menit kemudian melalui Erling Haaland. Di menit ke-68, The Citizens mencetak gol kedua melalui Jeremy Doku yang menyelesaikan bola dari Elliot Anderson.
Kemudian, Rayan Cherki memastikan kemenangan telak 3-0 untuk City lewat golnya di menit ke-78. Kemenangan ini pun membantu City memuncaki klasemen sementara Liga Inggris dengan keunggulan tiga poin di depan Arsenal.
Kartu merah Gravenberch menjadi sorotan Iraola setelah pertandingan. Menurutnya, itu mengubah arah permainan, padahal Liverpool merupakan tim yang mengendalikan laga sebelum Haaland mencetak gol.
"Menurut saya analisisnya cukup jelas, kan? Menurut saya, kami memainkan dua pertandingan yang berbeda: satu sampai kartu merah, dan satu lagi dari kartu merah sampai akhir,” kata Iraola, dilansir dari ESPN.
“Saya rasa kami adalah tim yang lebih baik sampai kartu merah di 62 menit pertama. Dan mereka lebih baik dari kami, jelas, setelah kartu merah. Dan mereka mencetak gol," sambungnya.
Pelatih asal Spanyol itu mengatakan bahwa pelanggaran pertama oleh Gravenberch tidak layak diganjar kartu kuning. Dia juga menyoroti tindakan Elliot Anderson.
“Saya rasa pelanggaran pertama Ryan tidak pernah berujung kartu kuning, tidak pernah. Dalam pertandingan seperti ini, hanya menginjak jempol kaki, atau hal kecil lainnya. Wasit bahkan tidak langsung memberikan kartu kuning,” katanya.
“Dia membiarkannya saja, saya rasa Elliot Anderson melangkah beberapa langkah. Dia memutuskan untuk jatuh. Saya tidak tahu mengapa setelah dia menunjukkan kartu kuning, karena itu bukan situasi yang memberikan keuntungan,” tambahnya.
Selain itu, Iraola juga menyoroti kartu kuning untuk Ronald Araujo. Sedangkan hadnball dari Marc Guehi justru tidak dihukum oleh wasit Chris Kavanagh.
"Kami memiliki sembilan pemain di belakang bola. Sepertinya mereka memiliki banyak, Anda tahu, itu di tengah lapangan, tidak ada bahaya di sana. Dan kemudian Anda, sebagai wasit, membuat diri Anda sendiri dalam masalah, dan juga membuat kami dalam masalah,” katanya.
“Juga di awal pertandingan, kartu kuning untuk Ronald [Araújo], saya tahu dia mengeluh, dia melakukan ini. Tetapi dalam pertandingan seperti ini, jika Anda akan memulai setelah handball [Marc] Guéhi, hukumannya adalah karena Ronald mengeluh dan melakukan ini," sambungnya.
Iraola menekankan bahwa kartu kuning untuk bek kanan di awal permainan memberatkan timnya. Hal ini seakan mengingatkan dirinya untuk tidak memberikan keluhan karena itu bisa menjadi kartu kuning.
"Anda langsung memberikannya di awal pertandingan, bek kanan dengan kartu kuning. Saya rasa Anda sudah sesuai aturan, ya, sempurna,” katanya.
“Dia protes, Anda bisa memberikan kartu kuning, tetapi saya akan sangat berhati-hati sepanjang musim. Setiap kali seseorang protes, harus diberi kartu kuning," tukasnya. (rda)
Load more