News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bintang Ulang Tahun 12 Februari: Superman Sahabat Messi, Nicolas Otamendi Sang Juara Piala Dunia

Siapa saja pesepakbola internasional yang sedang merayakan ulang tahun? Ada juara Piala Dunia 2022, 2014, 1994, dan pemain Timnas yang lahir pada 12 Februari.
Minggu, 12 Februari 2023 - 18:09 WIB
Nicolas Otamendia bangga angkat Piala Dunia 2022.
Sumber :
  • @nicolasotamendi30

tvOnenews.com – Siapa saja pesepakbola internasional yang sedang merayakan ulang tahun? Ada juara Piala Dunia 2022, 2014, 1994, dan pemain Timnas yang lahir pada 12 Februari.

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Juara Piala Dunia

1. Nicolas Otamendi

Pep Guardiola pantas menyesal telah menukar Nicolas Otamendi dengan Ruben Dias pada awal musim 2020-2021. Benfica pun tak lagi risau mengingat debut Otamendi yang menyebabkan lawan mendapat dua gol meski tetap kalah 2-3 di Liga Portugal.

Sebagian pendukung Benfica justru ingin mengenang keberanian Otamendi mengorbankan diri hingga kena kartu merah di Liga Europa. Rangers gagal menang dan akhirnya imbang 3-3.

Keberanian Otamendi pula membuahkan julukannya semasa ia memperkuat Manchester City.

"Kami punya seorang Superman di tim, Nico Otamendi. Ia kompetitor terbesar yang aku pernah lihat dalam hidup. Ia begitu penting. Tanpa Nico, tak mungkin kami melakukan apa yang kami raih," kata Pep Guardiola sesudah juara Premier League 2018-2019.

Namun Pep mengaku ingin mencari pemain lebih muda. Pada kenyataannya, dua tahun setelah pergi, Otamendi meraih apa yang ia tidak dapat di City. Mulai Agustus 2022, Nico menjadi kapten dengan panggilan “jenderal” karena gaya selebrasinya yang kerap menghormat penonton.

Desember 2022, pria bertubuh 183 cm menggapai posisi tertinggi: jadi juara Piala Dunia 2022 bersama Argentina dengan status tak tergantikan. Hanya Nicolas Otamendi, kiper Emiliano Martinez, dan kapten Lionel Messi yang terus main dalam tujuh pertandingan.

 

Antara Petinju dan Jadi Kiper

Semula banyak orang – seperti Guardiola – menganggap Otamendi sudah tua. Sebagai senior bersama Messi, Angel Di Maria, Papu Gomez, dan Franco Armani, ia malah menjadi mentor bek-bek lebih muda.

Pelatih Lionel Scaloni mengharuskan Cristian Romero, Lisandro Martinez, German Pezzella, hingga Juan Foyth belajar dari sang warrior, petarung, petinju.

“Nicolas memiliki latar belakang petinju, sebelum ia memilih sepakbola. Dan tinju membuat ia jadi sosok bek yang menakutkan bagi lawan,” ucap Scaloni.

Julukan “El Mohicano” pun lahir karena penampilan fisiknya beserta gaya rambut, cambang dan janggut.  “Aku memilih gaya ini karena membuat aku lebih agresif dan terlihat tangguh,” buka Otamendi.

Ketangguhan sudah terbentuk sejak bocah. Silvia Lemos, ibunya bercerita, si kecil Nico sanggup berganti dua bus tiap kali melakukan perjalanan, makan di kendaraan umum, agar dapat berlatih di Velez Sarsfield, yang berjarak 31 km dari rumahnya di El Talar, di bagian lain Buenos Aires.

Bocah kelahiran 12 Februari 1988 pun rela berganti posisi, dari kiper sampai memperlihatkan bakat asli sebagai bek tengah. Ia juga menunggu lama hingga mendapat kesempatan tampil di Liga Argentina dan memukau pelatih tim nasional yang merupakan idolanya: Diego Maradona.

Tampil di Piala Dunia 2010, gagal masuk tim 2014 karena cedera, menelan kepahitan di final Copa America 2015 dan 2016, juga FIFA World Cup 2018, Nicolas Otamendi tetap berjuang bersama Lionel Messi dan prajurit Lionel Scaloni.

Mulai dari peringkat ketiga Copa America 2019, Argentina lalu juara pada 2021, kemudian memenangi Finalissima 2022, dan merebut Piala Dunia 2022 saat Nicolas Otamendi memainkan pertandingan ke-100 untuk negaranya!

 

2. Ron-Robert Zieler

Fans Argentina bercanda, andai Nicolas Otamendi hadir dan menjadi kiper yang berperan selayak petinju merubuhkan lawan-lawan, mungkin Jerman tak akan jadi juara Piala Dunia 2014.

Andai terjadi, mungkin kiper utama Jerman, Manuel Neuer, tidak akan meraih penghargaan Golden Glove; Roman Weidenfeller pun tidak membawa cerita tentang Piala Dunia 2014 saat berkunjung ke Jakarta, Indonesia, pada Februari 2023.

Dan Ron-Robert Zieler pun tidak kebagian medali emas sebagai anggota tim juara. Tanpa satu laga pun, kiper kelahiran 12 Februari 1989 ikut mengangkat Piala Dunia selaku cadangan Neuer dan Weidenfeller.

 

Alumni Piala Dunia

Walau bagaimana pun keberuntungan Ron-Robert Zieler, pengalamannya membuat iri kolega, termasuk pemain yang berbagi tanggal lahir pada 12 Februari. Bahkan Seifeddine Jaziri (kelahiran 1993) tidak mendapat kesempatan main di Piala Dunia 2022 sampai Tunisia tersingkir pada fase grup.

Lahir pada hari yang sama dengan Jaziri, Rafinha Alcantara, (12 Februari 1993) malah belum merasakan main di Piala Dunia. Pemain bernama asli Rafael Alcântara do Nascimento tak terpilih masuk tim Brasil meski sang gelandang hadir di Doha, Qatar, karena Rafinha kini berkarier di klub Al Arabi sejak September 2022.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rafinha tak semujur abang kandungnya, Thiago Alcântara do Nascimento, yang mengatur lini tengah Spanyol di Russia 2018. Jangan bandingkan pula dengan ayah mereka, gelandang Iomar do Nascimento alias Mazinho, sang juara Piala Dunia 1994 bersama Brasil.

Di dalam negeri, dua gelandang tim nasional (Timnas) Indonesia, Feby Eka Putra (kelahiran 12 Februari 1999) dan Tony Sucipto (12 Februari 1986) tetap menjalani jadwal Liga 1 saat Dewa United dan Persija bertanding pada 20 Desember 2022 atau dua hari sesudah final Piala Dunia 2022. (raw)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dua Tokoh NU Bantah Kehadiran di Luar Agenda Muktamar

Dua Tokoh NU Bantah Kehadiran di Luar Agenda Muktamar

Rais Syuriah PWNU Kalimantan Barat (Kalbar) dan PCNU Kabupaten Kayong Utara turut meluruskan informasi terkait namanya yang disebut ikut serta dalam kegiatan Halaqoh Kebangsaan dan Silaturrahmi Alumni Ikapete di MPR RI beberapa waktu lalu.
Mulai Operasikan 9 Gardu JPL, KAI Properti Dukung Kesiapan Pengamanan Pelintasan

Mulai Operasikan 9 Gardu JPL, KAI Properti Dukung Kesiapan Pengamanan Pelintasan

KAI Properti mulai mengoperasikan sembilan gardu Jalur Pelintasan Langsung (JPL) pada 9 Oktober 2026.
Manfaatkan Bekas Kandang Sapi, Buruh Pabrik di Probolinggo Hasilkan Cuan dari Budidaya Kelinci Hias

Manfaatkan Bekas Kandang Sapi, Buruh Pabrik di Probolinggo Hasilkan Cuan dari Budidaya Kelinci Hias

Berawal dari sekadar mengikuti teman, seorang buruh pabrik di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, berhasil mengembangkan usaha budidaya kelinci hias jenis Rex.
Kasus Dugaan Penipuan Emas: 86 Korban Lapor ke Bareskrim, Modus Pre-Order hingga Nama Kirana Larasati dan Jennifer Coppen Terseret

Kasus Dugaan Penipuan Emas: 86 Korban Lapor ke Bareskrim, Modus Pre-Order hingga Nama Kirana Larasati dan Jennifer Coppen Terseret

Ada beberapa hal yang menjadi sorotan dalam dugaan kasus penipuan emas antara lain puluhan korban melapor, adanya modus sistem pre-order hingga nama artis Kirana Larasati dan Jennifer Coppen terseret.
Jelang Hadapi PSIM, Shin Tae-yong Ungkap Dampak Pemanggilan 5 Pemain Persija ke Timnas Indonesia

Jelang Hadapi PSIM, Shin Tae-yong Ungkap Dampak Pemanggilan 5 Pemain Persija ke Timnas Indonesia

‎Persija dijadwalkan menghadapi PSIM Yogyakarta pada pekan keempat Super League 2026/2027. Pertandingan tersebut akan berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (10/10/2026).
Program CPCL Jadi Fokus Kemitraan PT SGN dengan Petani Tebu

Program CPCL Jadi Fokus Kemitraan PT SGN dengan Petani Tebu

PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) memperkuat kemitraan dengan petani tebu melalui program Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL).

Trending

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Guru Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Puluhan Santri, Petugas Keamanan Diduga Ikut Terlibat

Seorang guru di salah satu pondok pesantren di Bekasi ditetapkan sebagai tersangka kekerasan seksual terhadap santriwati. Tiga orang lainnya diduga terlibat dalam kasus ini. Salah satunya merupakan petugas keamanan pesantren.
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Kisah Biarawati Asal Nias yang Berjuang untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kisahnya Buka Mata soal Pendidikan Inklusif

Masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap anak berkebutuhan khusus. Mereka bukan sekadar penerima bantuan atau objek belas kasihan
3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

3 Fakta soal Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung

Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya rekaman video asusila berdurasi 13 menit yang menyeret nama salah satu institusi pendidikan kesehatan terkemuka
Poin Penting Pernyataan Resmi Jennifer Coppen setelah Terseret Dugaan Penipuan Emas Rp25 Miliar

Poin Penting Pernyataan Resmi Jennifer Coppen setelah Terseret Dugaan Penipuan Emas Rp25 Miliar

Jennifer Coppen menampilkan lima poin dalam pernyataan resmi klarifikasinya setelah diseret dalam kasus dugaan penipuan investasi emas mencapai Rp25 miliar.
Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Viral Video Asusila 13 Menit, Siapa Pemerannya? Waspada Link Palsu Berujung Phishing

Video asusila berdurasi 13 menit yang dikaitkan dengan seragam Poltekkes Bandung viral di media sosial. Siapa pemerannya? Simak klarifikasi kampus dan cara
Upaya Putus Rantai Kemiskinan, Pemerintah Genjot Pembangunan Sekolah Rakyat

Upaya Putus Rantai Kemiskinan, Pemerintah Genjot Pembangunan Sekolah Rakyat

Pemerintah Indonesia terus menggenjot pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah melalui program Sekolah Rakyat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT