Pesta Bola dunia
Selengkapnya
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

FIFA Hentikan Konferensi Pers Maroko Usai Oknum Wartawan Lempar Pertanyaan Soal LGBT

Penghentian itu dilakukan setelah wartawan yang disinyalir dari BBC World Service, mengajukan pertanyaan pada kapten timnas Maroko, Ghizlane Chebbak soal LGBT. 
Selasa, 25 Juli 2023 - 09:35 WIB
Timnas Maroko
Sumber :
  • AP Photo-Victoria Adkins

tvOnenews.com - FIFA menghentikan konferensi pers usai laga Maroko kontra Jerman, Senin (24/7/2023) kemarin. 

Penghentian itu dilakukan setelah wartawan yang disinyalir dari BBC World Service, mengajukan pertanyaan pada kapten timnas Maroko, Ghizlane Chebbak soal LGBT

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami tahu bahwa pernikahan gay adalah ilegal. Apakah ada pemain gay di dalam tim? Bagaimana rasanya jadi mereka?" tanya oknum wartawan tersebut dari laman Daily Mail.

tvonenews

Perwakilan FIFA kemudian menutup pertanyaan itu dan menyelesaikan konferensi pers. Pihak FIFA menyesali pertanyaan wartawan yang seharusnya berhubungan dengan sepak bola. 

"Maaf ini adalah pertanyaan yang sangat politis, jadi kami hanya akan membahas pertanyaan yang berkaitan dengan sepak bola," kata pihak FIFA.

Maroko sebagai negara mayoritas muslim memang melarang hubungan sesama jenis. Bahkan homoseksual bisa dihukum sampai lima tahun penjara. 

BBC kemudian angkat suara soal pertanyaan tersebut. Mereka meminta maaf atas apa yang dilakukan oleh wartawan mereka. 

"Kami meminta maaf, ini adalah pertanyaan yang sangat politis, jadi kami hanya akan membahas pertanyaan yang berkaitan dengan sepak bola," ucap pernyataan BBC.

Chebbak sempat menepis pertanyaan itu sebelum FIFA menutup konferensi pers itu. Dampak dari pernyataan yang tak sempat dijawab itu kemudian menarik perhatian media Maroko. 

Bahkan wartawan The Athletic, Steph Yang angkat suara dengan mengecam pertanyaan yang bisa saja membahayakan keselamatan para pemain. Steph Yang juga ada di tempat ketika wartawan itu melempar pertanyaan.  

"Seorang reporter disini bertanya langsung apakah ada pemain gay di tim Maroko, mengingat hubungan sesama jenis adalah ilegal di Maroko," kata Steph Yang. 

Steph Yang mengakui wartawan tidak melihat kondisi keselamatan pemain. Apapun jawaban yang dilontarkan oleh pemain tentu akan menjadi ramai. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dari perspektif pengurangan dampak buruk, ini bukan pertanyaan yang tepat untuk pemain dan akan membahayakan pemain itu sendiri," kata Steph Yang.

"Kita harus berhati-hati agar pertanyaan kita yang tidak menyebabkan kerugian lebih lanjut bagi mereka yang terkena dampak politik itu," kata Steph Yang. 

Halaman Selanjutnya :
Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Konflik Panjang di Tubuh PBNU, Warga Nahdliyin Ingatkan Harmonisasi

Konflik Panjang di Tubuh PBNU, Warga Nahdliyin Ingatkan Harmonisasi

Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy alias Gus Lilur menyorot soal harmonisasi PBNU jelang pelaksanaan Muktamar ke-35.
PSI Bantah Tudingan Jokowi Turun ke Daerah untuk Amankan Gibran: Jangan Dipersempit!

PSI Bantah Tudingan Jokowi Turun ke Daerah untuk Amankan Gibran: Jangan Dipersempit!

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melalui Ahmad Ali membantah tudingan Jokowi turun ke daerah untuk amankan Wapres Gibran Rakabuming Raka. Bahkan kata dia
Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memastikan proyek Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) atau penataan kabel bawah tanah di ibu kota akan segera lanjutkan
Misteri Kematian Wanita Jombang di Surabaya, Korban Alami 7 Luka Tusuk, Ditemukan Hampir Tanpa Busana

Misteri Kematian Wanita Jombang di Surabaya, Korban Alami 7 Luka Tusuk, Ditemukan Hampir Tanpa Busana

Kematian SN (51), perempuan asal Jombang yang ditemukan tewas di rumah kontrakan Putat Jaya, Surabaya, diduga kuat merupakan pembunuhan. Polisi menemukan tujuh luka tusuk
Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Kasus Jenar di Sragen akhirnya terungkap. Suparman alias Blendus, residivis dua kali kasus pembunuhan, tega menghabisi nyawa Bilqis Rajiansyah Lestari demi mencuri sepeda motor
Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Kasus pembunuhan sadis bocah 11 tahun di Jenar, Sragen, akhirnya terungkap. Pelaku yang merupakan residivis dua kali membunuh korban demi menguasai sepeda motor

Trending

Lensa Berbicara: Ribuan Warga Padati Malam Puncak HUT Ke-499 Jakarta di Bundaran HI

Lensa Berbicara: Ribuan Warga Padati Malam Puncak HUT Ke-499 Jakarta di Bundaran HI

Ribuan warga memadati kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Sabtu (27/6/2026), untuk menyaksikan malam puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta.
Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Kasus Jenar di Sragen akhirnya terungkap. Suparman alias Blendus, residivis dua kali kasus pembunuhan, tega menghabisi nyawa Bilqis Rajiansyah Lestari demi mencuri sepeda motor
Pasukan Israel Ditarik, Kesepakatan Lebanon-Israel Dimulai

Pasukan Israel Ditarik, Kesepakatan Lebanon-Israel Dimulai

Kedutaan Besar Lebanon di Amerika Serikat mengatakan bahwa pelaksanaan kesepakatan kerangka kerja dengan Israel akan dimulai dengan penarikan pasukan Israel dari dua wilayah percontohan di Lebanon selatan.
Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memastikan proyek Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) atau penataan kabel bawah tanah di ibu kota akan segera lanjutkan
Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading menghadirkan MitraClip, teknologi minimal invasif untuk mengatasi katup jantung bocor tanpa operasi jantung terbuka. Simak selengkapnya.
Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Kasus pembunuhan sadis bocah 11 tahun di Jenar, Sragen, akhirnya terungkap. Pelaku yang merupakan residivis dua kali membunuh korban demi menguasai sepeda motor
PSI Bantah Tudingan Jokowi Turun ke Daerah untuk Amankan Gibran: Jangan Dipersempit!

PSI Bantah Tudingan Jokowi Turun ke Daerah untuk Amankan Gibran: Jangan Dipersempit!

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melalui Ahmad Ali membantah tudingan Jokowi turun ke daerah untuk amankan Wapres Gibran Rakabuming Raka. Bahkan kata dia
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT