Minati Jay Idzes, Inter Milan Diterpa Isu Mafia usai Gagal Juara Liga Champions hingga Disebut Skandal Terbesar Sejak Calciopoli
- REUTERS/Kai Pfaffenbach
“Antara sponsor fiktif, akuntansi kreatif, dan dugaan intervensi oleh FIGC untuk menghindari pengecualian dari kejuaraan, ini adalah keseluruhan sistem yang tampaknya telah memungkinkan klub Nerazzurri untuk berada di puncak meskipun realitas ekonomi, yang menurut laporan tersebut, seharusnya mengarah kepada likuidasi, pengecualian Serie A, atau bahkan degradasi ke divisi yang lebih rendah,” tambahnya.
Footmercato mengatakan bahwa laporan rahasia ini ditulis oleh banker asal London yang merupakan penasihat untuk grup yang tertarik membeli Inter Milan, dipublikasikan di situs Italia Affaritaliani.it dan juga ditayangkan oleh stasiun televisi Rai.
Ada pendapatan sekitar hampir 300 juta euro dari China ketika grup Suning mengambil alih kepemilikan pada tahun 2016.
- Instagram/@inter
Mereka menghasilkan semua uang tersebut selama tiga musim dari 2016 hingga 2019 yang disebut mencurigakan oleh sang penulis laporan.
Mereka menggunakan uang tersebut untuk mengakali Financial Fair Play dan hal ini disebut ada kaitannya dengan FIGC.
Selagi klub-klub lain dihukum dengan lebih berat, Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) dilaporkan membantu Inter untuk menghindari sanksi dan bahkan terkait dengan ultras yang terkoneksi dengan mafia.
Situasi ini tentu menjadi kabar buruk untuk Jay Idzes yang kabarnya sedang diminati oleh Inter Milan.
Selain Inter, sang kapten Timnas Indonesia itu juga kabarnya diminati oleh Juventus, AC Milan, dan Bologna. (rda)
Load more