Shin Tae-yong Masih Terbayang Timnas Indonesia? Media Korea Soroti Tanda-tanda Gaya STY Akan Dibawa ke Ulsan HD
- AFC
tvOnenews.com - Kabar kembalinya Shin Tae Yong (STY) untuk menukangi Ulsan HD langsung menarik perhatian media setempat, terutama menyangkut gaya bermain yang akan ia terapkan di klub barunya.
Media Korea, Nate Sports, menyoroti kemungkinan besar bahwa STY akan membawa filosofi permainan yang selama ini diterapkan di Timnas Indonesia ke Ulsan HD, termasuk formasi tiga bek yang identik dengannya selama beberapa tahun terakhir.
Shin Tae Yong resmi diumumkan sebagai pelatih Ulsan HD pada Selasa, 5 Agustus 2025.
Tak butuh waktu lama, STY langsung turun ke lapangan untuk memimpin sesi latihan perdana pada Rabu, 6 Agustus 2025, guna mempersiapkan skuad menghadapi laga K League 1 melawan Jeju United pada Sabtu, 9 Agustus 2025, di Stadion Ulsan Munsu.
Penunjukan Shin Tae Yong sebagai pelatih anyar Ulsan HD memang mengejutkan sebagian pihak.
Namun, sebagian pengamat menilai ini adalah langkah logis bagi STY untuk kembali ke negara asal dan kembali menukangi klub profesional setelah cukup lama berkarier di tingkat tim nasional.
Nate Sports mengangkat pertanyaan besar: apakah Shin Tae Yong masih akan menerapkan gaya permainannya bersama Timnas Indonesia yang mengandalkan kekuatan transisi cepat dan organisasi pertahanan tiga bek?
Dalam ulasannya, media tersebut menulis bahwa selama menangani Indonesia, STY mengadopsi formasi tiga bek dengan pendekatan lima bek saat bertahan dan cepat bertransformasi ke formasi menyerang saat menguasai bola.
"Shin Tae Yong lebih menggunakan formasi tiga bek selama masa baktinya di Indonesia. Karena Indonesia sering bermain sebagai tim yang relatif lemah, ia menggunakan formasi lima bek yang cepat maju dan menyerang," tulis Nate Sports.
"Ia tidak hanya bermain bertahan. Saat menyerang, para pemain bertahan akan maju dan mengisi celah yang ditinggalkan oleh pemain depan," lanjut media tersebut.
Pendekatan ini terbukti cukup efektif membawa Indonesia tampil mengejutkan di berbagai turnamen, termasuk keberhasilan lolos ke babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia dan performa yang lebih kompetitif di level internasional.
Namun, pertanyaan yang mengemuka kini adalah: apakah pendekatan itu cocok diterapkan di Ulsan HD, klub raksasa Liga Korea yang sedang berjuang memperbaiki performa?
Ulsan HD sendiri memang tidak asing dengan formasi tiga bek.
Pelatih sebelumnya, Kim Pan Gon, sempat menggeser formasi utama dari empat bek ke tiga bek menjelang tampil di Piala Dunia Antarklub 2025.
Hal ini memberi landasan bagi Shin Tae Yong untuk mempertimbangkan kelanjutan formasi tersebut.
Apalagi, Ulsan kini memiliki bek baru seperti Milosz Trojak dan bek tengah senior Jung Seung Hyun yang sudah mulai terbiasa bermain dalam sistem tiga bek.
Meski demikian, STY bukanlah pelatih yang kaku dalam taktik.
Sepanjang kariernya, ia dikenal adaptif. Saat menangani Korea Selatan di Piala Dunia 2018, Shin Tae Yong sukses membuat kejutan saat menang 2-0 atas Jerman dengan menerapkan formasi 4-5-1.
Dalam beberapa laga lain, ia juga sempat mengandalkan 4-4-2 yang lebih klasik.
Dengan latar belakang taktik yang beragam tersebut, publik Korea pun menantikan seperti apa pola permainan yang akan ditampilkan Shin Tae Yong di pertandingan debutnya bersama Ulsan HD.
Apakah ia akan tetap membawa "sentuhan Indonesia"-nya ke klub elite Korea, atau justru kembali ke taktik klasik yang dulu pernah ia gunakan saat menangani timnas negeri Ginseng?
Selain persoalan formasi, STY juga akan dihadapkan pada ekspektasi tinggi dari manajemen dan suporter Ulsan HD.
Klub ini dikenal sebagai salah satu kontestan papan atas di K League 1, dan saat ini mereka tengah berjuang mengembalikan konsistensi usai performa yang naik-turun sepanjang musim. (adk)
Load more