News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Igli Tare Blunder Besar! 3 Pembelian Mahal AC Milan Ini Malah Gagal Bersinar di San Siro dan Buat Rossoneri Boncos

Igli Tare kini menjadi sorotan setelah tiga rekrutan mahal AC Milan gagal menunjukkan performa terbaiknya. Situasi tersebut berpotensi membuat Rossoneri merugi.
Senin, 17 November 2025 - 17:19 WIB
Pemain AC Milan, Christopher Nkunku di Sesi Latihan
Sumber :
  • AC Milan

Jakarta, tvOnenews.com - Igli Tare kini menjadi sorotan setelah tiga rekrutan mahal AC Milan gagal menunjukkan performa terbaiknya. Situasi tersebut membuat Rossoneri merugi dan keputusan transfer sang Direktur Teknik mulai dipertanyakan publik.

AC Milan tampil agresif pada bursa transfer musim panas lalu dengan menggelontorkan dana fantastis untuk membangun ulang skuad. Manajemen Rossoneri tercatat menghabiskan 161 juta euro demi membawa 10 wajah baru ke San Siro.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Strategi belanja besar itu sebenarnya cukup efektif dalam mengangkat performa tim di awal musim. Pasukan Massimiliano Allegri mampu bersaing ketat di papan atas dan kini menempati posisi ketiga klasemen Serie A dengan 22 poin.

Pemain AC Milan saat Menghadapi Pisa di Liga Italia
Pemain AC Milan saat Menghadapi Pisa di Liga Italia
Sumber :
  • AC Milan

 

Namun, tidak semua investasi di bawah arahan Igli Tare memberikan hasil sesuai rencana. Beberapa pemain berharga mahal justru tampil mengecewakan dan gagal memberi kontribusi yang diharapkan.

Kondisi tersebut membuat sejumlah keputusan transfer Milan dipertanyakan karena dianggap merugikan kondisi finansial klub. Berikut tiga pembelian mahal Rossoneri yang dianggap gagal bersinar pada musim ini.

Christopher Nkunku
Nama pertama yang menjadi pusat perhatian adalah Christopher Nkunku, penyerang asal Prancis yang ditebus dari Chelsea seharga 37 juta euro. Statusnya sebagai pembelian termahal musim panas otomatis membuat ekspektasi publik melambung tinggi.

Nkunku digadang-gadang bakal menjadi mesin gol baru yang mampu memutus kutukan nomor 9 AC Milan. Kehadirannya diharapkan membawa perubahan besar dalam produktivitas lini serang Rossoneri.

Namun kenyataannya, performa Nkunku jauh dari kata memuaskan hingga pertengahan musim. Ia tampak kesulitan menemukan ritme permainan dan gagal menunjukkan kualitasnya sebagai striker elite.

Dari delapan penampilan yang ia jalani, kontribusinya sangat minim untuk ukuran pemain berharga puluhan juta euro. Ia baru mampu mencetak satu gol dan satu assist di semua ajang, statistik yang jelas mengecewakan.

Ardon Jashari
Perekrutan Ardon Jashari juga menjadi salah satu blunder besar Milan musim ini. Gelandang asal Swiss tersebut dibeli dengan mahar tinggi, yakni 36 juta euro, menjadikannya rekrutan termahal kedua Rossoneri.

Gelandang AC Milan, Ardon Jashari
Gelandang AC Milan, Ardon Jashari
Sumber :
  • AC Milan

 

Dengan harga setinggi itu, Jashari diharapkan bisa menjadi tulang punggung baru di lini tengah Milan. Namun kehadirannya justru tidak memberi dampak berarti karena masalah kebugaran yang terus menghantuinya.

Alih-alih menjadi pemain penting, Jashari lebih sering absen dan terjebak dalam masalah cedera berulang. Hal ini membuatnya kesulitan mendapat menit bermain untuk menunjukkan kualitas sebenarnya.

Hingga kini, ia baru tampil dua kali sejak musim dimulai. Catatan itu jelas menjadi kerugian besar bagi Milan yang telah menginvestasikan puluhan juta euro untuk jasanya.

David Odogu
Nama berikutnya adalah David Odogu, bek muda yang dibeli Milan dengan harga 7 juta euro. Manajemen melihatnya sebagai investasi jangka panjang yang bisa tumbuh menjadi pemain masa depan klub.

Odogu diharapkan mampu menjadi pelapis solid bagi para bek senior yang sudah lebih berpengalaman. Namun kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa ia masih belum siap untuk bersaing di level tertinggi.

Secara teknis dan mental, Odogu terlihat masih perlu waktu untuk berkembang dan beradaptasi. Persaingan ketat di lini belakang membuat peluang bermainnya semakin terbatas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sejauh ini, ia baru tampil dua kali bersama tim utama dengan total waktu bermain hanya 101 menit. Angka tersebut menunjukkan betapa minimnya kontribusi sang bek muda di musim perdananya.

(sub)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kubu Irawan Prakoso Persoalkan Status Tersangka Dugaan Korupsi Kilang Petral

Kubu Irawan Prakoso Persoalkan Status Tersangka Dugaan Korupsi Kilang Petral

Kejaksaan Agung (Kejagung) tetapkan tujuh orang tersangka dalam dugaan kasus korupsi pengadaan minyak mentah Pertamina Energy Trading Limited (Petral) periode 2008-2015 diantaranya Irawan Prakoso.
Catatkan Kemenangan Pertama di Final Four Proliga 2026, Darko Dobreskov Ungkap Kunci Kemenangan Popsivo atas JEP

Catatkan Kemenangan Pertama di Final Four Proliga 2026, Darko Dobreskov Ungkap Kunci Kemenangan Popsivo atas JEP

Jakarta Popsivo Polwan sukses menutup putaran pertama final four Proliga 2026 dengan hasil yang cukup manis.
Kembali Jadi Muhammad Fatah, Lucinta Luna Bicara Jujur Nasib Alat Vital yang Sudah Dioperasi seperti Perempuan

Kembali Jadi Muhammad Fatah, Lucinta Luna Bicara Jujur Nasib Alat Vital yang Sudah Dioperasi seperti Perempuan

Selebgram Lucinta Luna bicara nasib alat vital atau kelamin yang sudah diubah menjadi perempuan. Ia pasrah fisiknya tidak bisa kembali sebagai Muhammad Fatah.
Prabowo Ungkap Borok Praktik Korupsi di Dalam Birokrasi: Ada Pihak yang Bantu Curi Uang Negara

Prabowo Ungkap Borok Praktik Korupsi di Dalam Birokrasi: Ada Pihak yang Bantu Curi Uang Negara

Presiden RI, Prabowo Subianto secara terbuka mengakui masih adanya praktik pengkhianatan di dalam tubuh birokrasi pemerintah.
Pernyataan Saiful Mujani Disorot, Laporan ke Bareskrim Jadi Pengingat Pentingnya Ruang Diskursus yang Sehat

Pernyataan Saiful Mujani Disorot, Laporan ke Bareskrim Jadi Pengingat Pentingnya Ruang Diskursus yang Sehat

Pernyataan Saiful Mujani soal pemerintahan Prabowo dilaporkan ke Bareskrim Polri. Polemik ini memicu diskursus soal batas kebebasan berpendapat di ruang publik.
Negara Terima Pengembalian Aset Senilai Rp11,42 Triliun dari Mafia Hutan

Negara Terima Pengembalian Aset Senilai Rp11,42 Triliun dari Mafia Hutan

Presiden RI, Prabowo Subianto menyaksikan langsung momentum besar pengembalian aset negara dari praktik ilegal sektor sumber daya alam.

Trending

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Dapat Izin FIFA, Jay Idzes hingga Kevin Diks Bisa Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Dapat Izin FIFA, Jay Idzes hingga Kevin Diks Bisa Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Skuad Garuda punya kesempatan langka, yakni memanggil para pemain terbaiknya tanpa terhalang tembok perizinan klub Eropa untuk bermain di FIFA ASEAN Cup 2026.
Oknum Kepsek SMK di Brebes Ditangkap, Gudang Sekolah Jadi Tempat Oplos Tabung Gas

Oknum Kepsek SMK di Brebes Ditangkap, Gudang Sekolah Jadi Tempat Oplos Tabung Gas

Kapolres Brebes AKBP Lilik Ardhiansyah mengatakan, bahwa hasil penyelidikan, tersangka sudah melakukan pengoplosan tabung gas sejak bulan Februari yang lalu.
Percuma Lebih Kuat dari Thailand dan Vietnam, Timnas Indonesia Tetap Bakal Kesusahan di Piala Asia 2027

Percuma Lebih Kuat dari Thailand dan Vietnam, Timnas Indonesia Tetap Bakal Kesusahan di Piala Asia 2027

Timnas Indonesia dinilai lebih unggul dari Thailand dan Vietnam, namun masih menghadapi kendala skuad jelang Piala Asia 2027 dan sulit bersaing di level Asia.
Jadwal Final Four Proliga 2026, Jumat 10 April: Kesempatan Emas Dua Tim Putri Menjaga Asa Lolos ke Grand Final

Jadwal Final Four Proliga 2026, Jumat 10 April: Kesempatan Emas Dua Tim Putri Menjaga Asa Lolos ke Grand Final

Jadwal Final Four Proliga 2026, Jumat 10 April yang akan menyajikan dua laga dari sektor putri dan putra pada hari kedua seri Solo.
Publik Vietnam Heran, Kok Timnas Indonesia Berpeluang Tantang Italia di FIFA Matchday Juni 2026

Publik Vietnam Heran, Kok Timnas Indonesia Berpeluang Tantang Italia di FIFA Matchday Juni 2026

Publik Vietnam soroti peluang Timnas Indonesia menghadapi Italia di FIFA Matchday Juni 2026. Begini katanya.
Timnas Indonesia U-17 Bernuansa Eropa, Kurniawan Dwi Yulianto Bakal Terapkan Ilmu dari Liga Italia di Piala AFF 2026

Timnas Indonesia U-17 Bernuansa Eropa, Kurniawan Dwi Yulianto Bakal Terapkan Ilmu dari Liga Italia di Piala AFF 2026

Pelatih Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto, bertekad bawa sentuhan baru ke dalam tim yang ia tangani. Ia mengaku ingin terapkan pengalaman dan ilmu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT