Inter vs AC Milan: Derby Sekota, Penentu Scudetto dan Penjaga Marwah Serie A di Eropa
- AC Milan
Jakarta, tvOnenews.com - Derby della Madonnina yang digelar pekan depan bukan sekadar duel dua rival sekota, melainkan pertarungan bergengsi yang menjadi sorotan Eropa. Pertemuan Inter dan AC Milan kali ini mempertemukan pemimpin klasemen dengan penghuni posisi ketiga sehingga tensi meningkat sejak jauh hari.
La Gazzetta dello Sport menyebut bahwa hanya derby London antara Arsenal dan Chelsea yang memiliki kualitas sebanding. Penilaian ini menegaskan bahwa Serie A kembali menyuguhkan laga yang mampu menyita perhatian publik benua biru.
Minggu depan, kedua tim akan turun dengan misi berbeda namun tujuan yang sama, yakni mempertahankan posisi di papan atas. Inter ingin menjaga takhta sementara Milan berusaha memanfaatkan momentum untuk memangkas jarak.
- AC Milan
Dalam dua dekade terakhir, hanya dua kali derby Milan digelar dalam konteks klasemen setinggi ini. Momen serupa terakhir terjadi pada 2009 ketika Inter mencoba menjauh dari Milan dalam perebutan Scudetto.
Saat itu, pertandingan berlangsung panas dan diwarnai kontroversi gol Adriano yang mengenai lengannya. Namun kemenangan tersebut membawa Inter unggul 11 poin dan semakin mantap menuju gelar.
Kisah berbeda muncul pada 2022 ketika Olivier Giroud membalikkan keadaan hanya dalam tiga menit. Dua golnya menjadi ikon derby modern dan membuka jalan Milan menuju titel Serie A di akhir musim.
Kini situasi kembali memanas karena kedua tim menunjukkan karakter berbeda sejak awal kompetisi. Inter tampil dominan dalam laga-laga besar, meski sempat kehilangan poin penting kontra Juventus dan Napoli.
Milan justru inkonsisten setelah kehilangan tujuh poin dari tim papan bawah, tetapi tetap menunjukkan ketangguhan saat menghadapi Roma dan Napoli. Kontras inilah yang membuat publik sulit memprediksi arah permainan pasukan Stefano Pioli.
Secara statistik, duel ini juga mempertemukan dua gaya bermain yang jelas berbeda. Inter menerapkan garis pertahanan tinggi hingga 54,3 meter sementara Milan menjaga struktur lebih rendah di angka 49,7 meter.
Meski begitu, Rossoneri bukan tim yang sekadar bertahan karena mereka termasuk salah satu dengan jumlah dribel terbanyak di Serie A. Aksi individu Rafael Leao dan Christian Pulisic menjadi senjata utama dalam membongkar pertahanan lawan.
Load more