Inter Milan Menang Tipis atas Udinese, Cristian Chivu Puji Kedewasaan Mental dan Solidnya Pertahanan Nerazzurri
- REUTERS/Claudia Greco
Jakarta, tvOnenews.com – Inter Milan berhasil membawa pulang tiga poin krusial setelah menundukkan Udinese dengan skor tipis 1-0 pada lanjutan pekan ke-21 Liga Italia 2025/26. Pertandingan yang digelar di Bluenergy Stadium, Sabtu malam WIB, itu menjadi bukti kedewasaan Nerazzurri dalam mengelola laga sulit di kandang lawan.
Gol semata wayang Inter dicetak oleh sang kapten, Lautaro Martinez, pada babak pertama. Striker asal Argentina tersebut kembali menunjukkan perannya sebagai pemimpin di lapangan saat tim membutuhkan pembeda.
Kemenangan ini semakin mengokohkan posisi Inter di puncak klasemen sementara Serie A. Pasukan Cristian Chivu kini mengoleksi 49 poin dan unggul enam angka dari AC Milan yang baru akan melakoni laga kontra Lecce pada Minggu (18/1) dini hari WIB.
Sementara itu, Udinese harus puas tertahan di papan tengah klasemen. Klub asal Friuli tersebut menempati peringkat ke-10 dengan raihan 26 poin, sebagaimana dilansir dari laman resmi Serie A.
Lebih dari sekadar tambahan poin, kemenangan ini mencerminkan transformasi Inter sepanjang musim. Nerazzurri tak lagi selalu tampil dominan, tetapi semakin piawai bertahan, beradaptasi, dan memaksimalkan momentum.
Pelatih Inter, Cristian Chivu, menilai kedewasaan tim menjadi faktor kunci di balik hasil positif tersebut. Ia menegaskan bahwa Inter saat ini tidak harus menang dengan skor besar untuk memastikan poin penuh.
Dalam wawancara bersama DAZN, Chivu menyebut efisiensi dan pengorbanan sebagai identitas baru Inter. Menurutnya, ketepatan membaca situasi pertandingan kini jauh lebih penting dibanding sekadar menguasai penguasaan bola.
Chivu juga menyoroti perkembangan lini depan yang semakin dinamis. Kehadiran Pio Esposito dinilai membuat Lautaro Martinez tampil lebih vertikal dan berbahaya di area pertahanan lawan.
“Saya memiliki empat penyerang yang semuanya bekerja dengan baik dan saling melengkapi,” ujar Chivu. Ia menekankan bahwa para penyerangnya selalu menempatkan kepentingan tim di atas segalanya dengan rutinitas kerja yang konsisten dan penuh ketenangan.
Performa solid Inter dalam beberapa laga terakhir melawan Parma, Lecce, dan Udinese turut menandai peningkatan signifikan di sektor pertahanan. Dibandingkan awal musim, Nerazzurri kini tampil lebih rapat dan disiplin dalam menjaga area sendiri.
Salah satu elemen penting dari perubahan tersebut adalah fleksibilitas Manuel Akanji. Bek serba bisa itu kerap turun membantu lini tengah ketika Inter berada dalam tekanan demi menjaga keseimbangan permainan.
“Ini adalah solusi tambahan saat lawan mulai memainkan bola-bola panjang,” jelas Chivu. Ia menilai kekuatan fisik di depan kotak penalti menjadi faktor penting dalam meredam serangan lawan.
Chivu menambahkan bahwa organisasi bertahan Inter dimulai dari pressing tinggi, berlanjut ke blok menengah, hingga bertahan sangat rendah jika dibutuhkan. Menurutnya, ada keinginan besar dari seluruh skuad untuk terus melanjutkan proyek yang sedang dibangun dan menjaga daya saing tim.
Dengan performa yang semakin matang, Inter menunjukkan bahwa mereka bukan hanya kuat secara kualitas, tetapi juga secara mental. Jika konsistensi ini terjaga, Nerazzurri memiliki modal kuat untuk melangkah jauh dan mempertahankan posisi teratas hingga akhir musim.
(sub)
Load more