News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Regulasi Pemain Asing Liga Thailand Segera Diresmikan, Pemain Timnas Indonesia Abroad Terancam

Kebijakan regulasi pemain asing Liga Thailand ini berpotensi memberi dampak besar, khususnya bagi para pemain Timnas Indonesia abroad yang saat ini berkarier di kompetisi Negeri Gajah Putih.
Jumat, 23 Januari 2026 - 00:40 WIB
Regulasi Pemain Asing Liga Thailand Segera Diresmikan, Pemain Timnas Indonesia Abroad Terancam
Sumber :
  • Buriram United

Jakarta, tvOnenews.com - Regulasi baru terkait kuota pemain asing di Liga Thailand untuk musim 2026-2027 dikabarkan segera diresmikan. 

Kebijakan ini berpotensi memberi dampak besar, khususnya bagi para pemain Timnas Indonesia abroad yang saat ini berkarier di kompetisi Negeri Gajah Putih.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dilansir dari laman Kaosod, berdasarkan hasil pemungutan suara terbaru, mayoritas klub anggota Liga Thailand telah menyepakati pedoman baru terkait kuota pemain asing. 

Perubahan regulasi ada pada setiap klub yang akan diperbolehkan mendaftarkan hingga 10 pemain asing, dengan maksimal tujuh pemain asing dapat diturunkan secara bersamaan di atas lapangan.

Kebijakan ini juga menghapus kuota khusus pemain ASEAN yang selama ini menjadi celah bagi pemain Asia Tenggara, termasuk Indonesia, untuk mendapatkan menit bermain lebih besar. Dengan dihapuskannya kuota ASEAN, status pemain dari kawasan Asia Tenggara akan disamakan dengan pemain asing lainnya.

Pada masa transisi musim 2025-2026, Liga Thailand masih akan menerapkan aturan yang mengizinkan klub mendaftarkan tujuh pemain asing dan jumlah pemain ASEAN tanpa batas. Namun, saat pertandingan berlangsung, hanya lima pemain asing dan maksimal dua pemain ASEAN yang boleh berada di lapangan secara bersamaan.

Regulasi ini menjadi perhatian serius bagi sejumlah pemain Timnas Indonesia yang saat ini merumput di Thailand. Beberapa nama seperti Asnawi Mangkualam yang memperkuat Port FC, Pratama Arhan bersama Bangkok Unite, hingga Sandy Walsh dan Shayne Pattynama yang baru merumput di Thailand, berpotensi terdampak jika persaingan pemain asing semakin ketat.

Selain itu, pemain Indonesia lain yang berstatus abroad di Thailand harus bersaing langsung dengan pemain asing non-ASEAN yang jumlahnya semakin longgar. Kondisi ini membuat peluang tampil reguler tidak lagi ditentukan oleh status ASEAN, melainkan murni oleh kualitas dan kebutuhan taktik tim.

Keputusan ini diambil dengan tujuan meningkatkan kualitas dan daya saing Liga Thailand di level Asia. Namun di sisi lain, kebijakan tersebut juga memunculkan kekhawatiran akan semakin terpinggirkannya pemain lokal dan pemain Asia Tenggara di klub-klub papan atas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pedoman baru ini direncanakan akan diterapkan secara penuh pada musim Liga Thailand 1 2026-2027. Dengan kuota pemain asing yang semakin longgar dan tanpa perlindungan kuota ASEAN, klub-klub Thailand diprediksi akan lebih agresif mendatangkan pemain asing berprofil tinggi.

Bagi para pemain Timnas Indonesia yang berkarier di Thailand, regulasi ini menjadi tantangan besar. Mereka dituntut untuk tampil konsisten, beradaptasi cepat, dan menunjukkan performa terbaik agar tetap mendapatkan kepercayaan pelatih serta tempat di skuad utama.

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mengapa Menanam Pohon Jadi Aksi yang Relevan Hari Ini? Ini Upaya Menumbuhkan Harapan untuk Generasi Berikutnya

Mengapa Menanam Pohon Jadi Aksi yang Relevan Hari Ini? Ini Upaya Menumbuhkan Harapan untuk Generasi Berikutnya

Upaya penghijauan kembali melalui penanaman pohon menjadi bagian dari gerakan menjaga keseimbangan alam, memperbaiki lingkungan, dan membangun masa depan
Dedi Mulyadi Tahan Usulan Wali Kota Farhan, Minta Jangan Langsung Tetapkan Status Bandung Darurat Sampah

Dedi Mulyadi Tahan Usulan Wali Kota Farhan, Minta Jangan Langsung Tetapkan Status Bandung Darurat Sampah

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) lebih menekankan mitigasi mengelola tumpukan sampah menjadi bahan bakar alternatif ketimbang status Bandung darurat sampah.
Sebelum Jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang Pernah Sidak Dapur SPPG di Bawah Kandang Burung Walet

Sebelum Jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang Pernah Sidak Dapur SPPG di Bawah Kandang Burung Walet

Sebelum Presiden Prabowo Subianto tunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (Kepala BGN) gantikan Dadan Hindayana. Ternyata sepak terjang Nanik
Dedi Mulyadi Terpesona dengan Kebersihan Kampung Tobati, KDM: Siapa yang Ngajarin Kebersihan?

Dedi Mulyadi Terpesona dengan Kebersihan Kampung Tobati, KDM: Siapa yang Ngajarin Kebersihan?

Dedi Mulyadi terpesona dengan kebersihan Kampung Tobati Papua, KDM sampai tanya pada warga lansia siapa yang mengajari tentang kebersihan di kampung tersebut.
DPR Ungkap Alasan Utama Nanik S Deyang Ditunjuk Gantikan Dadan Hindayana Jadi Kepala BGN

DPR Ungkap Alasan Utama Nanik S Deyang Ditunjuk Gantikan Dadan Hindayana Jadi Kepala BGN

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad menyebut pergantian Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) telah melalui pertimbangan dan evaluasi yang matang.
Usai Dicopot Prabowo sebagai Kepala BGN, Harta Kekayaan Dandan Hindayana Jadi Sorotan Publik

Usai Dicopot Prabowo sebagai Kepala BGN, Harta Kekayaan Dandan Hindayana Jadi Sorotan Publik

Usai Dandan Hindayana dicopot Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala BGN, pada Selasa (2/6/2026). Kini publik soroti harta kekayaan Dandan Hindayana. Untuk

Trending

Usai Dicopot Prabowo sebagai Kepala BGN, Harta Kekayaan Dandan Hindayana Jadi Sorotan Publik

Usai Dicopot Prabowo sebagai Kepala BGN, Harta Kekayaan Dandan Hindayana Jadi Sorotan Publik

Usai Dandan Hindayana dicopot Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala BGN, pada Selasa (2/6/2026). Kini publik soroti harta kekayaan Dandan Hindayana. Untuk
DPR Ungkap Alasan Utama Nanik S Deyang Ditunjuk Gantikan Dadan Hindayana Jadi Kepala BGN

DPR Ungkap Alasan Utama Nanik S Deyang Ditunjuk Gantikan Dadan Hindayana Jadi Kepala BGN

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad menyebut pergantian Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) telah melalui pertimbangan dan evaluasi yang matang.
Dedi Mulyadi Terpesona dengan Kebersihan Kampung Tobati, KDM: Siapa yang Ngajarin Kebersihan?

Dedi Mulyadi Terpesona dengan Kebersihan Kampung Tobati, KDM: Siapa yang Ngajarin Kebersihan?

Dedi Mulyadi terpesona dengan kebersihan Kampung Tobati Papua, KDM sampai tanya pada warga lansia siapa yang mengajari tentang kebersihan di kampung tersebut.
Dedi Mulyadi Tahan Usulan Wali Kota Farhan, Minta Jangan Langsung Tetapkan Status Bandung Darurat Sampah

Dedi Mulyadi Tahan Usulan Wali Kota Farhan, Minta Jangan Langsung Tetapkan Status Bandung Darurat Sampah

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) lebih menekankan mitigasi mengelola tumpukan sampah menjadi bahan bakar alternatif ketimbang status Bandung darurat sampah.
Mengapa Menanam Pohon Jadi Aksi yang Relevan Hari Ini? Ini Upaya Menumbuhkan Harapan untuk Generasi Berikutnya

Mengapa Menanam Pohon Jadi Aksi yang Relevan Hari Ini? Ini Upaya Menumbuhkan Harapan untuk Generasi Berikutnya

Upaya penghijauan kembali melalui penanaman pohon menjadi bagian dari gerakan menjaga keseimbangan alam, memperbaiki lingkungan, dan membangun masa depan
Dua Pimpinan BGN Dicopot, Pemerintah Gantikan dengan Sosok Ini

Dua Pimpinan BGN Dicopot, Pemerintah Gantikan dengan Sosok Ini

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi mengumumkan struktur organisasi yang baru Badan Gizi Nasional (BGN).
Sebelum Jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang Pernah Sidak Dapur SPPG di Bawah Kandang Burung Walet

Sebelum Jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang Pernah Sidak Dapur SPPG di Bawah Kandang Burung Walet

Sebelum Presiden Prabowo Subianto tunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (Kepala BGN) gantikan Dadan Hindayana. Ternyata sepak terjang Nanik
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT