Curhat Bomber Baru AC Milan Hadapi Pertahanan Liga Italia: 11 Pemain Menumpuk, Cetak Gol Butuh Lebih dari Sekadar Fisik
- REUTERS/Alessandro Garofalo
Jakarta, tvOnenews.com - Niclas Fullkrug mulai benar-benar merasakan kerasnya sepak bola Italia sejak resmi berseragam AC Milan. Penyerang asal Jerman itu pun membagikan pengalamannya menghadapi pertahanan Serie A yang menurutnya memiliki karakter sangat berbeda dibanding liga-liga lain di Eropa.
Füllkrug tidak membutuhkan waktu lama untuk memahami tantangan tersebut. Ia langsung mencetak gol pertamanya bersama Milan saat menjadi penentu kemenangan atas Lecce, hanya dua menit setelah masuk dari bangku cadangan.
Gol tersebut bukan sekadar pembuka rekening pribadi. Momen itu sekaligus menjadi gambaran awal betapa Milan membutuhkan sosok dengan kekuatan fisik dan naluri gol di dalam kotak penalti.
Secara karakter permainan, Füllkrug menghadirkan dimensi baru bagi lini depan Rossoneri. Keunggulan duel udara, kemampuan menahan bola, serta pergerakan tanpa bola membuatnya cepat menyatu dengan skema permainan tim.
Dalam sesi jumpa penggemar di Milan Store Via Dante, Füllkrug berbicara santai namun sarat makna. Ia merespons rasa penasaran suporter terkait perbedaan gaya bertahan di Italia, Jerman, dan Inggris.
Menurut Füllkrug, perbedaan antar liga terasa sangat signifikan. Ia mengaku sebelumnya tidak membayangkan jarak karakter permainan yang begitu kontras, terutama saat harus berhadapan dengan bek-bek Serie A.
Liga Inggris, kata Füllkrug, memang terkenal dengan intensitas dan fisik yang keras. Namun, kekuatan fisik di Inggris lebih terasa dalam duel cepat dan tempo tinggi yang berlangsung nyaris tanpa jeda.
Italia menawarkan tantangan yang berbeda. Füllkrug menyebut permainan di Serie A memiliki “volume” besar, bukan soal keras atau tidak, melainkan kecerdikan, disiplin, dan ketahanan dalam bertahan.
Ia pun melontarkan candaan yang langsung mengundang senyum. “Ada alasan mengapa Catenaccio berasal dari Italia,” ujarnya, menegaskan reputasi klasik sepak bola Negeri Pizza.
Bagi Milan, pemahaman terhadap karakter ini menjadi sangat krusial. Füllkrug menilai Rossoneri kerap diunggulkan dalam banyak pertandingan, sehingga mencetak gol pertama menjadi kunci untuk membuka permainan lawan.
Jika Milan mampu unggul lebih dulu, tim lawan terpaksa keluar dari zona nyaman. Situasi tersebut memberi ruang bagi Rossoneri untuk mengembangkan permainan dan memaksimalkan kualitas lini serang.
Sebaliknya, jika lawan bertahan terlalu lama, tantangan menjadi berlipat ganda. Füllkrug mengakui tim-tim Italia sangat disiplin dan tahu persis bagaimana menjaga organisasi pertahanan dalam durasi panjang.
Hal paling mencolok bagi Füllkrug adalah cara tim-tim Serie A bertahan secara kolektif. Bukan soal satu bek yang menonjol, melainkan kerja sama seluruh pemain di atas lapangan.
Ia menggambarkan pertahanan di Italia seperti tembok hidup. Sepuluh pemain bergerak sebagai satu unit, ditambah penjaga gawang, tanpa ada sosok yang sekadar menunggu di depan untuk serangan balik.
Pengalaman ini membuat Füllkrug semakin menghargai setiap gol yang tercipta di Serie A. Setiap peluang harus diperjuangkan dengan kesabaran, ketenangan, dan eksekusi yang presisi.
Bagi Milan, kehadiran Füllkrug bukan hanya soal gol semata. Ia membawa pemahaman permainan, mentalitas, serta pengalaman yang dibutuhkan untuk menembus pertahanan rapat khas Italia.
Jika mampu terus beradaptasi dan tampil konsisten, Füllkrug berpotensi menjadi kepingan penting dalam ambisi Rossoneri. Terlebih, Milan tengah berupaya menegaskan kembali diri sebagai kekuatan utama di panggung Eropa.
Cerita Füllkrug tentang Serie A bukan sekadar kelakar ringan. Di balik candaan soal Catenaccio, tersimpan gambaran nyata betapa kompleks dan menantangnya sepak bola Italia bagi siapa pun yang ingin menaklukkannya.
(sub)
Load more