3 Alasan Tak Terduga Ajax Amsterdam Rekrut Maarten Paes Dibeberkan Media Belanda, Jordi Cruyff Salah Satunya?
- Facebook - FC Dallas
Jakarta, tvOnenews.com - Media Belanda menganalisis keputusan Ajax Amsterdam untuk merekrut Maarten Paes. Salah satu alasannya adalah Jordi Cruyff, yang juga bekerja untuk Timnas Indonesia.
Pada Rabu (28/1/2026) dini hari WIB, publik Belanda dan Indonesia dikejutkan dengan kabar di bursa transfer. Maarten Paes akan segera meninggalkan FC Dallas untuk klub raksasa Belanda, Ajax Amsterdam.
Paes mendapatkan kontrak hingga 2029, sebagaimana dilaporkan oleh media-media Belanda, termasuk NOS dan Algemen Dagblaad. Ini akan menjadi kepulangan untuk kiper Timnas Indonesia tersebut.
Kini berusia 27 tahun, Paes sudah pernah bermain di Eredivisie untuk FC Utrecht. Dia hengkang ke MLS pada 2022 usai direkrut oleh FC Dallas.
Setelah menjadi andalan di Dallas pada tahun-tahun awal, Paes kemudian mulai tersisihkan di musim lalu. Cedera menjadi alasannya.
Sang kiper Timnas Indonesia terakhir kali bermain untuk Dallas adalah pada Juli 2025 ketika kalah 3-4 dari New York City FC. Setelahnya, dia mengalami cedera dan baru kembali di bulan Oktober untuk Timnas Indonesia.
Paes tidak pernah kembali bermain lagi meski sudah bugar. Pada laga uji coba pertama Dallas di tahun 2026 dengan menghadapi Brondby, Selasa (27/1/2026), Paes hanya menghangatkan bangku cadangan.
Namun, hanya sehari kemudian, Paes nyatanya menyelesaikan kepindahan ke Ajax. Kepindahan hanya tinggal menunggu peresmian.
Media-media Belanda, termasuk Voetbal Primeur dan NOS, mengindikasikan bahwa Paes direkrut oleh Jordi Cruyff. Dia adalah penasihat teknis Timnas Indonesia yang baru-baru ini ditunjuk sebagai direktur teknik Ajax.

- Ajax Amsterdam Official
“Transfer ini kemungkinan berasal dari direktur teknis Jordi Cruyff, yang, sebagai tambahan dari peran barunya di Ajax, juga bertindak sebagai penasihat untuk Federasi Sepak Bola Indonesia,” demikian laporan dari Voetbal Primeur.
Namun, lebih lanjut, Voetbal Primeur menjelaskan lebih lanjut bahwa Paes sudah masuk dalam radar Ajax selama dua tahun terakhir. Dia tampil fenomenal bersama Dallas di tahun 2024 dan Ajax melihatnya sebagai kiper pelapis yang bisa diandalkan.
“Kembalinya Maarten Paes ke Belanda bukanlah keputusan impulsif bagi Ajax. Justru sebaliknya: klub telah memantau kiper tersebut selama lebih dari dua tahun, terkesan dengan mentalitas dan kemampuan penjaga gawangnya, dan melihatnya sebagai tambahan yang disengaja untuk susunan pemain mereka, menurut sumber yang dekat dengan klub kepada VoetbalPrimeur,” tulis media Belanda tersebut.
Alasan lainnya adalah karena Ajax terkesan dengan mentalitasnya. Pengalamannya akan sangat berharga untuk para pemain lainnya.
“Di dalam klub, Paes dikenal sebagai pemain tim sejati dengan mentalitas olahraga elite yang khas. Ia dianggap sebagai pemain yang sangat giat berlatih, seseorang yang memberikan yang terbaik di setiap sesi dan dengan demikian meningkatkan level rekan setimnya. Menurut Ajax, justru profil inilah yang membuatnya berharga dalam skuad di mana kiper muda harus terus berkembang,” tambahnya.
Kontraknya yang tinggal setahun juga memengaruhi keputusan Ajax. Kemudian, kehadiran Jordi Cruyff juga berpotensi memberi pengaruh besar dalam transfer ini.
“Langkah Ajax sekarang juga merupakan masalah waktu. Liga Utama Sepak Bola (Major League Soccer) sedang ditangguhkan, sehingga FC Dallas bersedia bekerja sama dalam transfer tersebut. Dengan harga lebih dari satu juta euro, Ajax mendatangkan seorang kiper yang sudah lama dikenal klub dan yakin akan memberikan nilai tambah di berbagai bidang,” tulis Voetbal Primeur.
“Terlebih lagi, bukan rahasia lagi bahwa direktur teknik Jordi Cruyff, yang selain perannya di Ajax, juga menjabat sebagai penasihat Asosiasi Sepak Bola Indonesia (PSSI), mengenal Paes dengan baik. Kiper tersebut telah mencatatkan sepuluh penampilan untuk timnas Indonesia,” tambahnya.
Untuk menyimpulkan, alasan Ajax merekrut Paes adalah karena mereka sudah memantaunya sejak dua tahun terakhir, terkesan dengan mentalitas dan kemampuannya, serta faktor Jordi Cruyff. (rda)
Load more