Gara-gara Ronaldo Mogok Main, Petinggi Al Nassr Dipecat dari Jabatannya
- Instagram/alnassr
tvOnenews.com - Dunia sepak bola Arab Saudi baru saja dikejutkan oleh gelombang ketegangan internal di tubuh Al Nassr yang melibatkan bintang utama mereka, Cristiano Ronaldo.
Aksi mogok main yang dilakukan Ronaldo dalam dua laga terakhir telah memberikan dampak domino yang signifikan bagi stabilitas klub.

- REUTERS/Hamad I Mohammed
Manajemen Al Nassr kini dikabarkan berkomitmen penuh untuk menyelesaikan akar permasalahan, yakni tunggakan gaji sejumlah karyawan klub yang belum terbayarkan.
Masalah finansial internal itulah yang disebut-sebut menjadi salah satu alasan kuat di balik absennya Ronaldo, saat Al Nassr menghadapi Al Riyadh (2 Februari) dan laga besar melawan Al Ittihad (7 Februari).
Krisis selesai, Ronaldo 'menang' atas Al Nassr

- Instagram/josesemedoofficial
Menyadari bahwa ketidakhadiran Ronaldo dapat mengancam performa tim secara keseluruhan, manajemen Al Nassr akhirnya mengambil tindakan tegas untuk meredakan ketegangan.
Selain memberikan jaminan bahwa gaji para karyawan yang tertunda akan segera dibayarkan, pihak klub juga melakukan langkah strategis di level manajerial.
"Janji yang paling menonjol termasuk mengembalikan wewenang administratif dan keuangan kepada CEO asal Portugal Jose Semedo dan rekan senegaranya, Direktur Olahraga Simao Coutinho," tulis Arriyadiyah, dikutip Selasa (10/2/2026).
Sebelumnya, pembatasan otoritas administratif dan keuangan pada kedua posisi kunci ini dianggap sebagai salah satu pemicu kekacauan birokrasi, yang memicu protes keras dari sang kapten asal Portugal tersebut.
Ronaldo bikin petinggi Al Nassr dipecat

- X/AlNassrFC
Efek dari aksi mogok Ronaldo ternyata jauh lebih besar dari sekadar urusan teknis di lapangan.
Ketidakstabilan ini turut memakan "korban" di level petinggi klub. Laporan dari Arriyadiyah menyebutkan, bahwa Ketua Dewan Direksi Al Nassr, Abdulla Al-Majed, akan dicopot dari jabatannya.
"Dalam beberapa hari mendatang akan membawa perubahan besar pada struktur administratif, yang bahkan mungkin termasuk pemecatan Abdullah Al-Majed, Ketua Dewan Direksi, sebagai bagian dari serangkaian langkah yang diusulkan untuk mengatasi ketegangan internal."
Load more