Alvaro Arbeloa Minta Penjelasan dari Pemain Benfica usai Vinicius Junior Diduga Jadi Korban Serangan Rasisme
- REUTERS/Rodrigo Antunes
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, menanggapi insiden yang terjadi kepada Vinicius Junior setelah mencetak gol kemenangan atas Benfica. Sang penyerang diduga menjadi korban serangan rasisme lagi.
Los Blancos berhasil membalas dendam kekalahan dari As Aguias saat melawat ke Estadio da Luz pada Rabu (18/2/2026) dini hari WIB. Duel ini berlangsung hanya tiga pekan setelah kekalahan 2-4 pada laga terakhir di fase liga.
Satu-satunya gol yang tercipta di Lisbon dalam laga semalam adalah melalui Vinicius Junior. Namun, sang penyerang asal Brasil itu kemudian menjadi korban serangan rasisme.
Vinicius mengklaim bahwa dirinya disebut “monyet” oleh pemain Benfica, Gianluca Prestiannini. Namun demikian, Jose Mourinho selaku pelatih Benfica tidak memercayainya.

- REUTERS/Pedro Nunes
Mourinho mendapatkan laporan yang berbeda dari Prestiannini. Dia juga menyinggung selebrasi Vinicius yang berjoget di depan suporter Benfica setelah menciptakan gol tersebut.
“Ada sesuatu yang salah karena itu terjadi di setiap stadion. Sebuah stadion ketika Vinicius bermain, maka sesuatu terjadi, selalu,” kata Mou kepada Amazon Prime.
“Begini, saya berkata bahwa itu adalah permainan sepak bola yang bagus selama 50 menit. Saya yakin bahwa semua orang di dunia menyaksikannya. Gol yang gila dan kemudian permainan selesai,” tambahnya.
Alvaro Arbeloa, di sisi lain, mengaku belum tahu dari sisi Prestiannini. Namun, dia menekankan bahwa rasisme harus dilawan jika memang Vinicius kembali menjadi korban di sini.
“Anda harus bertanya kepada sang pemain Benfica [Prestiannini]. Kita semua berhak mendengarkan jawabannya,” katanya, dilansir dari Managing Madrid.
“Itu sudah jelas bahwa tidak boleh ada toleransi untuk rasisme. Kita tidak bisa membiarkan hal seperti ini terjadi lagi di lapangan sepak bola pada 2026,” tambahnya.
Arbeloa menegaskan bahwa Real Madrid akan tetap mendukung Vinicius apa pun yang terjadi. Dia berjanji untuk berjuang bersama.
“Yang saya katakan padanya hanyalah jika dia ingin terus bermain, kami akan selalu berada di sisinya, apa pun keputusannya. Selalu di sisinya,” tandas Arbeloa.
“Kami pernah berjuang bersama, kami pernah berkorban bersama, dan ketika hal seperti ini terjadi, kami selalu ada untuknya. Kami akan selalu berjuang bersama, seperti hari ini,” lanjutnya.
Real Madrid kini perlu menjaga keunggulannya untuk leg kedua yang akan diselenggarakan di Santiago Bernabeu. Duel tersebut akan dimainkan pada Kamis (26/2/2026) dini hari WIB. (rda)
Load more