Beda Nasib dari Era Inzaghi, Sentuhan Magis Cristian Chivu Ubah Dimarco Jadi Monster Sayap Kiri di Inter Milan
- REUTERS/Alessandro Garofalo
Jakarta, tvOnenews.com – Federico Dimarco menjelma menjadi sosok sentral di balik tajamnya Inter Milan musim ini. Di bawah arahan Cristian Chivu, wingback kiri tim berjuluk Nerazzurri itu berkembang menjadi raja kontribusi gol klub.
Laporan media Italia, Gazzetta dello Sport, menyoroti betapa krusialnya peran Dimarco sepanjang musim ini. Pemain berusia 28 tahun tersebut disebut sebagai figur yang “terlalu panas untuk dihentikan” ketika memasuki sepertiga akhir lapangan.
Statistik memperkuat klaim tersebut. Dimarco telah mengoleksi 15 assist di Serie A musim ini, jumlah yang menempatkannya di posisi teratas dibandingkan pemain lain di lima liga top Eropa.
Kontribusi terbarunya hadir saat Inter menang 2-0 di markas Lecce. Dalam laga tersebut, ia menyuplai umpan matang kepada Manuel Akanji untuk gol kedua setelah Henrikh Mkhitaryan lebih dulu memecah kebuntuan.
Performa konsisten itu membuat namanya semakin diperhitungkan. Bukan sekadar bek sayap modern, Dimarco kini bertransformasi menjadi kreator utama serangan Inter.
Keistimewaannya terletak pada keseimbangan antara bertahan dan menyerang. Ia disiplin menjaga sisi kiri, tetapi tetap agresif menusuk ke depan serta membuka ruang bagi rekan setim.
Tak hanya piawai memberi assist, Dimarco juga produktif mencetak gol. Ia sudah membukukan lima gol di Serie A dan menambahkan satu gol di ajang Liga Champions musim ini.
Catatan tersebut menegaskan bahwa kontribusinya bukan sekadar angka pelengkap. Dimarco kerap hadir sebagai solusi saat tim membutuhkan momen pembeda.
Perubahan signifikan ini tak lepas dari sentuhan Cristian Chivu. Pelatih asal Rumania itu memberinya kepercayaan penuh dan jarang menarik Dimarco keluar lebih awal.
Pendekatan tersebut berbeda dibandingkan era Simone Inzaghi sebelumnya. Di tangan Chivu, waktu bermain Dimarco meningkat drastis dan berdampak langsung pada konsistensinya di lapangan.
Kepercayaan itu berbuah manis bagi Inter secara kolektif. Serangan mereka lebih cair, variasi umpan meningkat, dan ancaman dari sisi kiri menjelma menjadi senjata utama.
Lebih dari sekadar statistik, Dimarco kini memainkan peran emosional di dalam tim. Ia menjadi simbol determinasi dan kerja keras Inter dalam menjaga asa meraih gelar musim ini.
Jika performa ini terus terjaga, musim 2025/2026 bisa menjadi yang terbaik dalam kariernya. Seperti disorot Gazzetta dello Sport, Dimarco tak hanya bersinar, tetapi juga menjadi fondasi penting kebangkitan Inter Milan di bawah Cristian Chivu.
(sub)
Load more