Penyesalan Mendalam Cristian Chivu usai Inter Milan Disingkirkan Bodo/Glimt dari Liga Champions
- REUTERS/Daniele Mascolo
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, memiliki penyesalan mendalam setelah kekalahan dari Bodo/Glimt di Liga Champions. Mereka tersingkir dari babak playoff 16 besar setelah ini.
I Nerazzurri sudah dihadapkan dengan tugas berat pada saat menjamu Bodo/Glimt di Stadio San Siro, Rabu (25/2/2026) dini hari tadi WIB. Sebab, mereka sudah tertinggal 1-3 dari leg pertama di Norwegia.
Inter membutuhkan setidaknya dua gol untuk sekadar menjaga asa lolos. Namun, mereka justru tidak mampu mencetak gol sama sekali di babak pertama.
Pada paruh kedua, ketika Manuel Akanji membuat kesalahan, Bodo/Glimt sukses memaksimalkan kesalahan. Jens Petter Hauge menyelesaikan peluang dan membantu tim tamu menjauh secara agregat menjadi 4-1.
Berusaha mengejar, Inter malah kebobolan lagi pada menit ke-72 melalui Hakon Evjen. Alessandro Bastoni sempat mencetak gol penghibur pada empat menit kemudian, namun duel berakhir dengan skor 1-2 untuk kekalahan tuan rumah.
Bodo/Glimt lolos dengan agregat 5-2 selagi Inter harus mengakhiri kiprahnya di fase ini. Pelatih Cristian Chivu pun mengakui punya penyesalan mendalam setelah laga.
Penampilan Nicolo Barella menjadi sorotan dan eks pelatih Liga Italia, Fabio Capello, mengajukan pertanyaan kepada Chivu soal penempatan sang gelandang. Barella terlihat lebih ke belakang ketimbang Piotr Zielinski.
“Kami mencoba menerobos lini tengah dan penyerang mereka di belakang garis pertahanan, saya meminta mereka untuk mengoper bola lebih cepat, lebih banyak umpan silang untuk mengacaukan formasi 4-4-2 yang rapat dan terorganisir dengan baik,” jawab Chivu kepada Capello di Sky Sport Italia.
Inter Milan beberapa kali merangsek ke kotak penalti, namun kesulitan untuk mendapatkan hasil akhir yang diinginkan. Chivu mengaku menyesal karena tak mampu memanfaatkannya.
“Beberapa kali kami masuk ke kotak penalti, ada situasi penting, tetapi kami tidak menemukan umpan yang tepat atau berhasil melepaskan diri dari penjagaan lawan. Ada banyak tendangan sudut, tetapi dengan efisiensi yang lebih tinggi, kami bisa mencetak gol di sana,” kata Chivu.
“Kami memiliki kekuatan dan kelemahan tertentu, sayang sekali kami tidak mencetak gol lebih awal, karena itu akan memberikan tekanan yang jauh lebih besar,” tambahnya.
Kini, Inter perlu fokus untuk mengejar gelar juara Liga Italia alias Scudetto. Mereka sedang menjadi pemuncak klasemen dengan keunggulan total 10 poin dari pesaing terdekatnya, AC Milan. (rda)
Load more