Prestianni Siapkan Strategi Khusus Agar Terbebas dari Tudingan Rasis kepada Vinicius
- Reuters
Jakarta, tvOnenews.com - Kontroversi panas mewarnai laga Liga Champions antara Real Madrid dan Benfica setelah gelandang muda Benfica, Gianluca Prestianni, diduga melontarkan hinaan kepada Vinicius Junior. Insiden tersebut terjadi saat kemenangan tipis 1-0 Real Madrid di leg pertama play-off.
Vinicius Jr sebelumnya menuduh dirinya menjadi korban pelecehan rasial di tengah pertandingan. Bintang asal Brasil itu bahkan sempat meninggalkan lapangan selama sekitar 10 menit untuk melaporkan kejadian tersebut kepada wasit.
UEFA kini tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait insiden tersebut. Prestianni pun telah dijatuhi skorsing sementara dan terancam hukuman berat jika terbukti bersalah.
Laporan The Times menyebutkan bahwa Prestianni akan membela diri dengan mengklaim tidak mengeluarkan kata rasis. Ia disebut akan mengakui menggunakan kata bernada homofobik “maricon” sebagai respons atas ejekan Vinicius yang menyebutnya pendek atau kerdil.
Namun, pembelaan itu dinilai tidak akan meringankan sanksi. UEFA tetap menganggap bahasa homofobik sebagai pelanggaran serius yang masuk dalam Pasal 14 regulasi disiplin.
Ancaman hukuman pun cukup berat, yakni larangan bermain hingga 10 pertandingan. Hal itu karena dugaan ujaran diskriminatif, baik rasial maupun homofobik, sama-sama memiliki konsekuensi tegas dalam sepak bola modern.
Dalam rekaman pertandingan, Prestianni terlihat menutup mulutnya dengan jersey saat terlibat adu mulut dengan Vinicius. Sementara itu, Vinicius tampak sangat emosional sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut.
Kylian Mbappe yang berada di dekat lokasi kejadian juga memberikan kesaksian kuat. Penyerang Prancis itu menegaskan mendengar langsung kata rasis tersebut.
“Ia menyebutnya rasis karena saya pikir memang begitu. Dia mencoba bersembunyi di balik bajunya, tetapi wajahnya tidak berbohong. Seorang pemain muda tidak bisa bebas mengatakan hal-hal seperti ini di lapangan sepak bola," ujar Mbappe.
Prestianni sendiri absen di leg kedua melawan Real Madrid karena skorsing sementara. Meski begitu, ia tetap ikut terbang ke Spanyol bersama skuad Benfica.
Presiden Benfica, Rui Costa, juga membela pemainnya di tengah tekanan publik. Ia menegaskan bahwa tuduhan tersebut belum terbukti.
“Tidak ada yang terbukti dan ketidakhadiran pemain dalam pertandingan ini tidak dapat dibenarkan. Prestianni dicap sebagai rasis, tetapi dia sama sekali bukan rasis. Saya bisa menjamin itu," katanya. (fan)
Load more