News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kandas di Liga Champions, Begini Alasan Bodo/Glimt Perkasa di Kandang Inter Milan

Kampanye Liga Champions Inter Milan resmi berakhir dengan cara yang menyakitkan. Bermain di kandang sendiri, Nerazzurri justru takluk 1-2 dari Bodo/Glimt pada leg kedua babak play-off, memastikan agregat 5-2 untuk wakil Norwegia tersebut.
Rabu, 25 Februari 2026 - 23:07 WIB
Kandas di Liga Champions, Begini Alasan Bodo/Glimt Perkasa di Kandang Inter Milan
Sumber :
  • Reuters

Jakarta, tvOnenews.com - Kampanye Liga Champions Inter Milan resmi berakhir dengan cara yang menyakitkan. Bermain di kandang sendiri, Nerazzurri justru takluk 1-2 dari Bodo/Glimt pada leg kedua babak play-off, memastikan agregat 5-2 untuk wakil Norwegia tersebut.

Hasil ini terasa ironis. Inter yang musim lalu melaju hingga final, kini harus tersingkir lebih awal oleh tim yang di atas kertas memiliki kualitas di bawah mereka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Misi Sulit Sejak Leg Pertama

Inter sudah berada dalam tekanan besar setelah kalah 1-3 di Norwegia pekan lalu. Kekalahan itu membuat pasukan Cristian Chivu wajib menang dengan selisih tiga gol untuk lolos ke babak 16 besar.

Namun yang terjadi justru sebaliknya. Jens Petter Hauge dan Hakon Evjen membawa Bodo unggul 2-0 di babak kedua. Gol hiburan Alessandro Bastoni pada menit ke-70 tak cukup menyelamatkan wajah Inter di hadapan publik San Siro.

Agregat 5-2 menjadi bukti betapa Nerazzurri benar-benar kalah kelas dalam duel dua leg tersebut.

Rotasi yang Dipertanyakan

Kegagalan ini tak lepas dari hasil leg pertama di Aspmyra. Banyak yang menyinggung faktor lapangan sintetis dan suhu ekstrem di bawah nol derajat. Namun keputusan Chivu merotasi pemain juga jadi sorotan.

Beberapa nama seperti Marcus Thuram dan Federico Dimarco diistirahatkan demi menjaga kebugaran untuk laga Serie A kontra Lecce. Padahal Inter saat itu sudah unggul tujuh poin di puncak klasemen domestik, yang kini bahkan melebar menjadi 10 poin.

Keputusan tersebut kini dinilai sebagai perjudian yang berujung fatal.

Krisis Pemain Kunci

Inter juga tak tampil dengan kekuatan penuh. Kapten sekaligus top skor Lautaro Martinez cedera sejak leg pertama. Hakan Calhanoglu absen di dua laga, sementara Denzel Dumfries hanya bermain 10 menit di leg kedua.

Performa sejumlah bintang pun disorot, terutama Nicolo Barella. Media Italia menyebut kontribusinya terus menurun, dan ia dinilai gagal memberi dampak signifikan dalam duel kontra Bodo/Glimt.

Dominasi Tanpa Ketajaman

Secara statistik, Inter sebenarnya mendominasi leg kedua. Selama 60 menit pertama, mereka mencatatkan 23 tembakan dan 10 sepak pojok, sementara Bodo tak mendapatkan satu pun tendangan sudut.

Sepanjang 90 menit, Inter melepaskan 33 tembakan. Namun hanya enam yang tepat sasaran.

Sebaliknya, Bodo/Glimt tampil efektif. Dari tujuh percobaan, lima mengarah tepat ke gawang. Efisiensi inilah yang membedakan kedua tim.

Masalah utama Inter terlihat jelas: mereka kesulitan membongkar pertahanan rapat dengan 11 pemain bertahan di separuh lapangan sendiri. Umpan lambat, pergerakan kurang tajam, dan minim kreativitas di sepertiga akhir menjadi hambatan besar.

Tempo Lambat Jadi Penyakit Lama

Kritik juga datang dari legenda Italia, Fabio Capello. Ia menilai tim-tim Italia, termasuk Inter, bermain dengan tempo yang terlalu lambat.

Menurut Capello, ketika menghadapi tim yang agresif, menekan tinggi, dan bermain cepat, klub-klub Italia sering kewalahan karena tidak terbiasa dengan intensitas tersebut.

Bodo/Glimt membuktikan hal itu. Mereka tampil kompak dalam bertahan, tetapi sangat cepat saat transisi. Nama-nama seperti Patrick Berg, Hauge, dan Ole Didrik Blomberg beberapa kali merepotkan lini belakang Inter dengan kecepatan mereka.

Alarm untuk Sepak Bola Italia

Kekalahan ini bukan hanya tamparan bagi Inter, tetapi juga menjadi refleksi bagi sepak bola Italia secara umum.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketika tempo lambat menjadi kebiasaan di kompetisi domestik, tim-tim Italia akan terus kesulitan menghadapi lawan dengan pressing tinggi dan intensitas cepat di level Eropa.

Inter boleh jadi masih kokoh di puncak Serie A. Namun di Liga Champions, mereka baru saja menerima pelajaran pahit: dominasi tanpa efektivitas dan tempo lambat tak lagi cukup untuk bersaing di panggung elite Eropa.(lgn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dokumen Penyidikan Bocor, KPK Evaluasi Sistem Internal

Dokumen Penyidikan Bocor, KPK Evaluasi Sistem Internal

Seusai mengungkap kasus dugaan pemerasan yang menjerat Bupati Pemalang Anom Widiyantoro hingga polisi yang diperbantukan di KPK sebagai staf administrasi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal evaluasi sistem internal
Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Hoki pada 1 Agustus 2026: Kabar Baik dan Peluang Emas Datang di Awal Bulan

Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Hoki pada 1 Agustus 2026: Kabar Baik dan Peluang Emas Datang di Awal Bulan

Berikut prediksi 5 zodiak paling beruntung pada 1 Agustus 2026: Ada kabar baik dan peluang emas datang di awal bulan. Ada zodiakmu?
Kisah 2 Legenda Sepak Bola yang Pernah jadi Kebanggaan Indonesia, kini Ikon Timor Leste

Kisah 2 Legenda Sepak Bola yang Pernah jadi Kebanggaan Indonesia, kini Ikon Timor Leste

Hubungan sepak bola Indonesia dan Timor Leste memiliki sejarah unik. Salah satu penghubung penting kedua negara adalah dua legenda, Miro Baldo Bento dan Joao Bosco Cabral.
Apapun Keterbatasan APBN, MK Ingatkan Anggaran Pendidikan 20 Persen Tidak Boleh Dikurangi

Apapun Keterbatasan APBN, MK Ingatkan Anggaran Pendidikan 20 Persen Tidak Boleh Dikurangi

Apapun keterbatasan APBN yang dialami, Mahkamah Konstitusi (MK) mengingatkan kewajiban negara memenuhi amanat konstitusi mengenai kapasitas prioritas anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN tidak boleh dikurangi.
Update Kasus Buronan Harun Masiku, KPK Buka Peluang Sidang In Absentia

Update Kasus Buronan Harun Masiku, KPK Buka Peluang Sidang In Absentia

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana akan membuka peluang untuk melakukan mekanisme persidangan in absentia terhadap tersangka dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) Anggota DPR sekaligis buronan, Harun Masiku.
Rugikan Negara Rp15,6 Miliar, Tersangka Korupsi Jasindo Ditahan KPK

Rugikan Negara Rp15,6 Miliar, Tersangka Korupsi Jasindo Ditahan KPK

KPK melakukan penahanan kepada empat orang tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait pembayaran komisi terhadap asuransi perkapalan milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) oleh PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) tahun 2015-2020.

Trending

Tak Hanya Komentari Putusan MK, Ustaz Dasad Latif Puji PDIP

Tak Hanya Komentari Putusan MK, Ustaz Dasad Latif Puji PDIP

Ustaz Dasad Latif menyampaikan apresiasi terhadap putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang melarang penggunaan anggaran pendidikan dalam APBN untuk membiayai
Pada Media Inggris, Erick Thohir Dukung Rencana FIFA Jual Hak Komersial Piala Dunia di Tengah Ancaman Boikot UEFA

Pada Media Inggris, Erick Thohir Dukung Rencana FIFA Jual Hak Komersial Piala Dunia di Tengah Ancaman Boikot UEFA

Di tengah gelombang penolakan dari sejumlah konfederasi besar, Ketua Umum PSSI Erick Thohir justru menegaskan dukungannya terhadap proyek bernilai fantastis tersebut karena dinilai dapat mempercepat pembangunan sepak bola Indonesia.
Ruben Onsu Dituding Selingkuh Gegara Kasur Mewah, Pengacara Langsung Tantang Penyebar Rumor!

Ruben Onsu Dituding Selingkuh Gegara Kasur Mewah, Pengacara Langsung Tantang Penyebar Rumor!

Di tengah proses penyelesaian persoalan keluarga dengan mantan istrinya, Sarwendah, Ruben Onsu kini diterpa rumor baru yang menyebut dirinya pernah berselingkuh
Pakai Bukti Video! Ruben Onsu Bongkar Momen di Acara Balet Anak, Singgung Sosok Diduga Giorgio Antonio

Pakai Bukti Video! Ruben Onsu Bongkar Momen di Acara Balet Anak, Singgung Sosok Diduga Giorgio Antonio

Presenter Ruben Onsu kembali menjadi sorotan setelah mengunggah sebuah video lama yang memperlihatkan momen dirinya menghadiri acara balet sang anak.
KPK Ungkap Mengapa Banyak Tangkap Pejabat Level Bupati dan Wali Kota Tahun Ini

KPK Ungkap Mengapa Banyak Tangkap Pejabat Level Bupati dan Wali Kota Tahun Ini

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) angkat bicara soal maraknya penangkapan terhadap Bupati ataupun Wali Kota sejak awal  2026, tetapi belum menjaring pejabat yang levelnya lebih tinggi.
Genomics & Science Dojo 3.0 Ditutup, Peneliti Indonesia Dibidik Tembus Jurnal Q1 Dunia

Genomics & Science Dojo 3.0 Ditutup, Peneliti Indonesia Dibidik Tembus Jurnal Q1 Dunia

Program pengembangan kapasitas peneliti Genomics & Science Dojo 3.0 resmi memasuki tahap akhir setelah rangkaian workshop intensif yang berlangsung pada 19–22 Juli 2026.
Istri Menteri UMKM Sebut Pajak UMKM Online Sedang Diproses Turun dari 20 ke 8 Persen, Kapan Realisasinya?

Istri Menteri UMKM Sebut Pajak UMKM Online Sedang Diproses Turun dari 20 ke 8 Persen, Kapan Realisasinya?

Pemerintah menyatakan tengah mendorong penurunan beban pajak bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berjualan melalui platform digital.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT