Milanello Memanas! CEO Giorgio Furlani Turun Gunung Temui Skuad AC Milan Usai Hasil Memalukan Lawan Parma
- REUTERS/Daniele Mascolo
Jakarta, tvOnenews.com - Kekalahan dari Parma meninggalkan luka yang belum sepenuhnya sembuh di ruang ganti AC Milan. Suasana yang sebelumnya penuh optimisme kini berubah menjadi lebih sunyi dan sarat evaluasi.
Setelah mendapat beberapa hari libur untuk memulihkan fisik dan pikiran, para pemain kembali ke Milanello. Sesi latihan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan awal dari upaya bangkit jelang laga berikutnya melawan Cremonese.
Di tengah atmosfer yang belum sepenuhnya pulih, kehadiran Giorgio Furlani mencuri perhatian. CEO Milan itu datang langsung ke pusat latihan untuk menunjukkan bahwa manajemen tidak tinggal diam melihat situasi tim.
Menurut laporan MilanNews, Furlani tak hanya menyaksikan latihan dari pinggir lapangan. Ia juga menyempatkan diri berbicara kepada tim sebagai bentuk dukungan moral di momen krusial musim ini.
Pesannya sederhana namun tegas. Milan harus menutup musim dengan cara yang tepat dan tidak merusak fondasi baik yang sudah dibangun sejauh ini.
Pelatih Massimiliano Allegri masih memegang target realistis untuk mengamankan tiket Liga Champions. Bagi Rossoneri, finis di empat besar menjadi harga mati setelah pasang surut performa sepanjang musim.
Kekalahan dari Parma memang menyisakan kekecewaan mendalam. Selain kehilangan poin penting, hasil itu juga memunculkan kembali keraguan yang sempat mereda dalam beberapa pekan terakhir.
Laga melawan Cremonese pun kini memiliki makna lebih dari sekadar pertandingan biasa. Di atas kertas, Milan difavoritkan untuk meraih kemenangan.
Namun, sepak bola jarang berjalan sesuai naskah. Justru di pertandingan seperti inilah tekanan psikologis kerap menjadi faktor penentu.
Furlani memahami betul situasi tersebut. Karena itu, kehadirannya di Milanello bukan sekadar simbolis, melainkan pesan bahwa klub berdiri bersama para pemain di fase genting ini.
Manajemen ingin memastikan ruang ganti tetap solid. Mereka tidak ingin satu kekalahan berkembang menjadi rangkaian hasil negatif yang bisa merusak musim.
Di sisi lain, para pemain juga menyadari bahwa kesempatan tidak datang dua kali. Jika ingin menjaga peluang ke Liga Champions tetap terbuka, respons atas kekalahan harus terlihat jelas di lapangan.
Pertandingan melawan Cremonese bisa menjadi titik balik atau justru memperdalam kecemasan. Semua bergantung pada bagaimana Milan merespons tekanan dan membuktikan bahwa mereka masih layak bersaing di papan atas.
Kini bola ada di kaki para pemain. Pesan sudah disampaikan, dukungan telah ditegaskan, dan yang tersisa hanyalah pembuktian di atas rumput hijau.
(sub)
Load more