Masalah Klasik yang Terus Hantui AC Milan: Mencari Sosok Nomor 9 Sejati yang Jadi Tumpuan Lini Serang Rossoneri
- REUTERS/Daniele Mascolo
Jakarta, tvOnenews.com -Â AC Milan kembali dihadapkan pada persoalan klasik yang belum juga benar-benar terselesaikan musim ini. Lini serang mereka belum mampu menghadirkan konsistensi gol yang dibutuhkan untuk bersaing dalam perebutan gelar.
Pelatih Massimiliano Allegri masih terus mengutak-atik komposisi terbaik di sektor depan. Ia mencari duet yang bukan hanya tajam di atas kertas, tetapi juga padu dalam pergerakan serta memiliki naluri mencetak gol yang kuat.
Data yang dipaparkan Calciomercato.com menunjukkan gambaran yang cukup jelas. Dari 26 pertandingan Serie A, Milan baru mengoleksi 41 gol, angka yang membuat mereka tertinggal cukup jauh dari rival sekota.
Sebagai perbandingan, Inter sudah mengemas 62 gol dan tampil jauh lebih produktif sepanjang musim ini. Bahkan Juventus mampu mencetak lebih banyak gol, sementara Milan masih berkutat dengan inkonsistensi di lini depan.
Di awal musim, Allegri sempat menegaskan bahwa gelar juara diraih oleh tim dengan pertahanan terbaik. Pernyataan itu tidak sepenuhnya keliru, tetapi musim ini membuktikan bahwa produktivitas tetap menjadi faktor pembeda dalam persaingan papan atas.
Masalah utama Milan terlihat dari absennya sosok penyerang tengah murni yang benar-benar dominan. Sejak kepergian Zlatan Ibrahimovic, tim ini belum menemukan figur nomor sembilan yang mampu memikul beban besar di pundaknya.
Olivier Giroud sempat menjadi andalan dalam beberapa musim terakhir dan memberikan kontribusi penting. Namun sumbangsihnya, meski patut diapresiasi, belum cukup untuk menempatkan Milan sejajar dengan tim-tim paling produktif di liga.
Musim ini, tumpuan utama berada pada Rafael Leao dan Christian Pulisic. Keduanya tampil cukup baik secara individu, tetapi bukan tipikal predator kotak penalti yang secara alami haus gol.
Leao menjadi pemain depan yang paling sering dimainkan dengan torehan delapan gol dari 19 laga. Pulisic menyamai jumlah tersebut dengan menit bermain yang lebih sedikit, menunjukkan efektivitas yang layak mendapat apresiasi.
Di sisi lain, Christopher Nkunku dan Niclas Fullkrug belum benar-benar mengunci posisi inti. Cedera dan rotasi membuat kombinasi di lini depan terus berubah dari pekan ke pekan.
Load more