3 Tahun di Arab Saudi, Cristiano Ronaldo Putuskan Jadi Mualaf dan Ikut Puasa Ramadan Bersama Al Nassr?
- X/AlNassrFC
tvOnenews.com - Kehadiran Cristiano Ronaldo di Arab Saudi tidak hanya soal gelontoran gol, tetapi juga tentang adaptasi luar biasa terhadap budaya lokal.
Shaye Sharahili, mantan penggawa Al Nassr, membocorkan kisah menarik tentang bagaimana sang megabintang menghadapi dinamika kompetisi selama bulan suci Ramadan.
Pengakuan ini langsung memicu decak kagum karena memperlihatkan sisi profesionalisme sekaligus rasa hormat CR7 yang mendalam.
Melawan "jam biologis" di Liga Pro Saudi

- X/AlNassrFC
Sharahili mengungkapkan bahwa bermain di bulan Ramadan bukan perkara mudah, terutama bagi para pemain asing.
Pergeseran jadwal pertandingan ke larut malam menjadi tantangan fisik yang sangat berat bagi atlet yang terbiasa dengan disiplin waktu ketat.
“Perbedaan waktu pertandingan di Liga Saudi selama bulan Ramadan lebih memengaruhi pemain asing, karena mereka menunggu, misalnya, hingga pukul sepuluh malam untuk bermain, yang mengganggu jadwal tidur mereka." Pengalaman ini, menurutnya, menjadi tantangan tersendiri bagi para pemain yang belum terbiasa dengan tradisi tersebut," ujar Sharahili dikutip dari okaz, Sabtu (21/2/2026).
Menurutnya, bagi mereka yang belum akrab dengan tradisi ini, menjaga performa di tengah pola istirahat yang terganggu adalah sebuah ujian mental yang nyata.
Ronaldo mencoba puasa Ramadan

- X/AlNassrFC
Namun yang paling mencuri perhatian adalah upaya Ronaldo untuk benar-benar merasakan pengalaman spiritual rekan-rekan setimnya.
Berdasarkan kesaksian Sharahili, pemenang lima trofi Ballon d'Or itu rupanya sempat mencoba menjalani puasa Ramadan selama 2 hari pada musim lalu, sebagai bentuk solidaritas dan penghormatan.
"Cristiano Ronaldo mencoba berpuasa selama dua hari tahun lalu. Tentu saja itu sulit bagi seorang pemain sepak bola pada awalnya, tetapi setelah tujuh hari tubuh akan terbiasa dengan puasa," katanya melalui platform Thmanyah.
Ronaldo ingin menetap di Arab Saudi

- X/AlNassrFC
Sejak kedatangannya ke Arab Saudi pada 1 Januari 2023 lalu, CR7 terhitung sudah 3 tahun menetap di negeri Penjaga Dua Kota Suci itu.
Sambutan hangat dan loyalitas luar biasa dari publik Riyadh ini tampaknya telah menggugah hati Ronaldo secara mendalam.
Hubungan batin yang kuat antara sang pemain dan pendukungnya mengisyaratkan bahwa kapten Timnas Portugal ini merasa sangat nyaman di Timur Tengah.
Dalam sebuah wawancara hangat bersama stasiun televisi lokal, Thmanyah, setelah laga melawan Al Hazm, kapten timnas Portugal ini mencurahkan rasa bahagianya selama menetap di Jazirah Arab.
Ronaldo merasa bahwa dirinya bukan lagi sekadar tamu, melainkan sudah menjadi bagian dari komunitas tersebut.
"Saya sangat bahagia. Seperti yang sering saya katakan, saya adalah bagian dari Arab Saudi," ujar Ronaldo dikutip via A Bola, Kamis (26/2/2026).
Lebih lanjut, mantan pemain Real Madrid dan Manchester United ini menyinggung keramahan luar biasa yang ia terima sejak pertama kali menginjakkan kaki di sana.
Bagi Ronaldo, kenyamanan keluarga adalah faktor utama di balik keputusannya untuk tetap bertahan.
"Ini adalah negara yang telah menyambut saya, keluarga saya, dan teman-teman saya dengan sangat baik. Saya bahagia di sini, dan saya ingin tetap di sini," tambah Ronaldo.
Pernyataan ini seolah menjadi jawaban telak bagi pihak-pihak yang sempat meragukan komitmen jangka panjangnya di luar kompetisi Eropa. (fan/ism)
Load more