GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Legenda Belanda Pasang Badan untuk Maarten Paes yang Dikritik Habis-habisan Usai Hadapi PEC Zwolle

Legenda Belanda Wim Kieft membela Maarten Paes yang dikritik soal distribusi bola usai laga Ajax vs PEC Zwolle.
Selasa, 3 Maret 2026 - 12:42 WIB
Maarten Paes di Ajax Amsterdam
Sumber :
  • Instagram @maartenpaes

tvOnenews.com - Penampilan kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, kembali menjadi bahan perbincangan publik Belanda.

Tampil untuk kedua kalinya bersama Ajax Amsterdam di ajang Eredivisie musim 2025-2026, Paes sukses mencatatkan clean sheet saat menghadapi PEC Zwolle.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Laga pekan ke-25 yang digelar di Stadion Marc 3 Park, Minggu (1/3/2026), berakhir tanpa gol. 

Meski skor 0-0 terbilang kurang memuaskan bagi Ajax, Paes justru tampil solid di bawah mistar dengan sejumlah penyelamatan penting yang mencegah timnya kebobolan.

Namun, alih-alih mendapat pujian, performa Paes justru menuai kritik tajam.

Maarten Paes Targetkan Diri Jadi Kiper Utama Ajax Musim Depan
Maarten Paes Targetkan Diri Jadi Kiper Utama Ajax Musim Depan
Sumber :
  • Ajax

Sorotan tak lagi tertuju pada kemampuannya menghalau bola, melainkan pada distribusi yang dinilai belum sesuai dengan karakter permainan Ajax.

Dalam program “Dit Was Het Weekend”, analis Marciano Vink menilai permainan Ajax secara keseluruhan berada jauh dari standar.

Ia menyoroti buruknya penguasaan bola tim yang terlalu sering kehilangan momentum.

Menurut statistik, Ajax kehilangan bola sebanyak 157 kali dalam pertandingan tersebut.

“Rata-rata pertandingan Eredivisie di level bawah kehilangan sekitar 120 bola. Ajax kehilangan 157. NAC yang tampil buruk pada Jumat kehilangan 140,” jelas Vink.

Tak hanya itu, mantan pemain Barcelona yang kini menjadi analis, Kenneth Perez, turut menyoroti performa Paes.

Ia secara khusus mengkritik distribusi bola sang kiper.

“Mereka memiliki pembuat masalah terbesar di posisi kiper dalam waktu yang lama. Paes memainkan umpan-umpan yang gila,” kata Perez.

Secara data, Paes mencatatkan 50 sentuhan bola sepanjang pertandingan.

Ia sukses menyelesaikan 32 dari 41 operan pendek, sementara untuk operan panjang hanya 6 dari 14 yang tepat sasaran.

Statistik tersebut menjadi bahan diskusi karena Ajax dikenal sebagai tim yang mengandalkan build-up dari lini belakang.

Vink bahkan menilai gaya bermain tersebut merupakan hal baru bagi Paes.

“Dia belum pernah melakukan ini sebelumnya, tetapi sekarang dia di Ajax dan mencoba membangun serangan.”

Sebagai informasi tambahan, Ajax dalam beberapa musim terakhir memang konsisten menerapkan skema permainan berbasis penguasaan bola dan distribusi cepat dari belakang.

Sistem ini menuntut kiper tidak hanya piawai melakukan penyelamatan, tetapi juga nyaman memainkan bola dengan kaki, sesuatu yang sebelumnya bukan ciri utama permainan Paes saat membela FC Dallas di MLS maupun saat awal membela Timnas Indonesia.

Di tengah kritik yang deras, legenda sepak bola Belanda, Wim Kieft, justru mengambil sikap lebih bijak.

Dalam keterangannya kepada Studio Voetbal yang dikutip Voetbal Primeur, ia menilai akar masalah Ajax bukan semata-mata pada sang penjaga gawang.

"Sangat buruk. Tekanan yang diberikan PEC Zwolle dan ketidakmampuan para pemain Ajax untuk mengatasinya," jelasnya dikutip dari Voetbal Primeur.

Kieft melihat tekanan agresif dari PEC Zwolle membuat lini belakang Ajax kesulitan membangun serangan dengan tenang.

Dalam situasi tersebut, ia memahami dilema yang dihadapi Paes.

"Kiper itu terus saja mengoper bola ke arah (PEC). Saya berpikir: saya akan mengoper bola jauh saja. Karena mereka sama sekali tidak bisa membangun serangan di Ajax. Tidak ada yang bisa membangun serangan di Ajax," kata Kieft dengan tegas.

Pernyataan tersebut secara tidak langsung menegaskan bahwa persoalan terletak pada koordinasi dan kesiapan lini belakang, bukan hanya pada kualitas distribusi sang kiper.

Kieft bahkan mempertanyakan peran pelatih kepala Ajax, Fred Grim, dalam situasi tersebut.

"Saya juga tidak mengerti mengapa hal itu tidak diarahkan (Fred Grim) di pinggir lapangan. Atau dikatakan tetapi mereka tidak memahaminya. Itu akan jauh lebih buruk," tuturnya.

Sebagai kiper yang baru bergabung dan masih menjalani masa adaptasi, wajar jika Paes membutuhkan waktu untuk menyatu dengan filosofi permainan Ajax.

Apalagi, tuntutan terhadap penjaga gawang modern di Belanda tergolong tinggi, mereka diharapkan menjadi inisiator serangan sekaligus pemain tambahan dalam sirkulasi bola.

Meski distribusinya belum sempurna, fakta bahwa Paes mampu mencatatkan dua clean sheet beruntun menjadi modal positif.

Di tengah tekanan besar dan ekspektasi tinggi publik Amsterdam, konsistensi performa di bawah mistar tetap menjadi nilai utama.

Kini, tantangan berikutnya bagi Paes adalah meningkatkan akurasi dan ketenangan dalam membangun serangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jika mampu beradaptasi dengan cepat, kritik yang kini datang bisa berubah menjadi pujian di akhir musim.

(tsy)

Klasemen

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Heboh Kasus TNI Tembak TNI di Palembang, Ini Janji Kodam II/Sriwijaya

Heboh Kasus TNI Tembak TNI di Palembang, Ini Janji Kodam II/Sriwijaya

Publik dihebohkan dengan peristiwa TNI tembak TNI yang terjadi di Panhead Cafe, Palbang pada Sabtu (16/5/2025).
8 Poin Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas soal LCC Empat Pilar MPR RI: Bantah Keras Tuduhan Penyuapan dan Nepotisme hingga Minta Nama Baik Dipulihkan

8 Poin Pernyataan Sikap SMAN 1 Sambas soal LCC Empat Pilar MPR RI: Bantah Keras Tuduhan Penyuapan dan Nepotisme hingga Minta Nama Baik Dipulihkan

SMAN 1 Sambas akhirnya buka suara terkait Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI yang akhir-akhir ini menyeret namanya. 
Media Korea: Megawati Hangestri Opsi Kedua Hillstate Setelah Gagal Pertahankan Outside Hitter Jepang

Media Korea: Megawati Hangestri Opsi Kedua Hillstate Setelah Gagal Pertahankan Outside Hitter Jepang

Pertahankan Outside Hitter Jepang Jahstice Yauchi jadi prioritas utama Hillstate sebelum akhirnya berpaling ke Megawati Hangestri untuk penuhi kuota pemain Asia
Kasus Pembunuhan Keluarga Haji Sahroni di Indramayu: Adik Aman Yani Bongkar Sikap Aneh Ririn sejak Kakaknya Hilang

Kasus Pembunuhan Keluarga Haji Sahroni di Indramayu: Adik Aman Yani Bongkar Sikap Aneh Ririn sejak Kakaknya Hilang

Di podcast Denny Sumargo, adik Aman Yani, Titi membongkar semua keanehan dari Ririn Rifanto, terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Indramayu.
Bahlil Lahadalia Tekankan SOKSI Sebagai  Ujung Tombak Partai Golkar

Bahlil Lahadalia Tekankan SOKSI Sebagai Ujung Tombak Partai Golkar

Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia hadir dalam kegiatan penutupan Rakernas I dan Rapimnas I Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Tahun 2026 di Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (17/5/2026).
Ini Kata Kapendam Sriwijaya Soal Penyelidikan Kasus TNI Tembak TNI di Palembang

Ini Kata Kapendam Sriwijaya Soal Penyelidikan Kasus TNI Tembak TNI di Palembang

Insiden TNI tembak TNI hingga menyebabkan satu orang tewas terjadi di sebuah cafe di Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (16/5/2026) dini hari.
background

Pekan ke-33

Waktu yang ditampilkan adalah WIB

Trending

Murid Alami Tekanan Psikologis, SMAN 1 Sambas Tolak Laga Ulang Final LCC 4 Pilar MPR RI

Murid Alami Tekanan Psikologis, SMAN 1 Sambas Tolak Laga Ulang Final LCC 4 Pilar MPR RI

Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI terus menuai polemik pasca viralnya dewan juri yang menganulir jawaban peserta SMAN 1 Pontianak dan membenarkan jawaban dari SMAN 1 Sambas.
Kronologi Lengkap Pria di Jakarta Barat Dikeroyok Hingga Dilempar Dari Lantai Dua Tempat Hiburan

Kronologi Lengkap Pria di Jakarta Barat Dikeroyok Hingga Dilempar Dari Lantai Dua Tempat Hiburan

Seorang pria berisinial DM meregang nyawa usai diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah orang di kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Korban disebutkan dilempar dari lantai dua tempat hiburan dan billiard.
Duh! Al Nassr Gagal Bantai Gamba Osaka di Final ACL Two 2025/2026, Ronaldo Lagi-lagi Harus Pulang Tangan Kosong

Duh! Al Nassr Gagal Bantai Gamba Osaka di Final ACL Two 2025/2026, Ronaldo Lagi-lagi Harus Pulang Tangan Kosong

Di depan pendukungnya sendiri, Al Nassr dipaksa menyerah kalah dengan skor tipis 0-1 dari wakil asal Jepang, Gamba Osaka dalam laga final ACL Two 2025/2026.
Gubernur Malut Sherly Tjoanda Kesal Bukan Main Setelah Ketua OSIS SMA di Ternate Ketahuan Tak Jujur: Angkat Mic dari Dia

Gubernur Malut Sherly Tjoanda Kesal Bukan Main Setelah Ketua OSIS SMA di Ternate Ketahuan Tak Jujur: Angkat Mic dari Dia

Sherly Tjoanda tampak kesal ketika tahu ketua OSIS SMA di Ternate tidak jujur saat ditanya Gubernur Malut mengenai kekurangan fasilitas yang ada di sekolahnya.
Sejak Kecil Hobinya Belajar, Siswi SMAN 1 Pontianak Ocha Sempat Dikhawatirkan Orang Tuanya: Ini Anak Ngga Stres Kah?

Sejak Kecil Hobinya Belajar, Siswi SMAN 1 Pontianak Ocha Sempat Dikhawatirkan Orang Tuanya: Ini Anak Ngga Stres Kah?

Ayah sempat khawatir dengan kebiasaan belajar yang begitu giat dari Ocha atau Josepha Alexandra, siswi SMAN 1 Pontiana yang viral usai ikut LCC 4 Pilar MPR RI.
ONE OK ROCK Sukses Gelar Konser di Jakarta, Taka Curhat Soal Beban yang Dialaminya di Awal Tur

ONE OK ROCK Sukses Gelar Konser di Jakarta, Taka Curhat Soal Beban yang Dialaminya di Awal Tur

Grup asal Jepang, ONE OK ROCK sukses menggelar konser di Jakarta bertajum ONE OK ROCK Detox Asia Tour 2026.
Berkunjung ke Rumah Ashanty, Kebiasaan Gubernur Sherly Tjoanda saat Lihat Makanan Bikin Warganet Gemas

Berkunjung ke Rumah Ashanty, Kebiasaan Gubernur Sherly Tjoanda saat Lihat Makanan Bikin Warganet Gemas

Kebiasaan Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos membuat warganet ngakak saat melihat makanan di rumah penyanyi Ashanty, istri Anang Hermansyah.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT