News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Blunder Transfer Rossoneri: AC Milan Kini Gigit Jari Lihat Pierre Kalulu Bersinar di Juventus

Keputusan AC Milan melepas Pierre Kalulu masih menjadi perbincangan hangat di kalangan fans Rossoneri. Banyak yang menilai transfer itu terlalu tergesa-gesa.
Jumat, 6 Maret 2026 - 15:16 WIB
Pierre Kalulu rayakan gol di laga Juventus kontra Pisa
Sumber :
  • REUTERS/Jennifer Lorenzini

Jakarta, tvOnenews.com - Keputusan AC Milan melepas Pierre Kalulu masih menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar Rossoneri hingga kini. Banyak yang menilai transfer tersebut terlalu tergesa-gesa, terutama setelah melihat performa bek asal Prancis itu justru berkembang pesat di klub barunya.

Kepergian Kalulu pada musim lalu memang sempat mengejutkan banyak pihak. Apalagi keputusan tersebut berkaitan erat dengan langkah Milan mendatangkan Emerson Royal untuk memperkuat sektor bek kanan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam praktiknya, kebijakan itu justru menuai banyak kritik. Sejumlah pengamat menilai keputusan menjual bek tengah demi mendatangkan bek kanan merupakan langkah yang cukup berisiko sejak awal.

Kalulu sendiri sebenarnya dikenal sebagai pemain yang cukup fleksibel di lini pertahanan. Meski posisi aslinya adalah bek tengah, ia beberapa kali mampu mengisi peran di sisi kanan pertahanan ketika dibutuhkan.

Hal lain yang membuat transfer tersebut dipertanyakan adalah nilai penjualannya yang dinilai tidak terlalu tinggi. Situasi itu semakin terasa janggal karena Milan justru melepasnya ke salah satu rival langsung di kompetisi domestik.

Setelah bergabung dengan Juventus, Kalulu tidak membutuhkan waktu lama untuk membuktikan kualitasnya. Dalam beberapa pekan pertama saja, ia langsung menunjukkan performa solid yang membuatnya cepat mendapatkan kepercayaan di skuad Bianconeri.

Penampilan konsisten itu membuat banyak pendukung Milan mulai menyesali keputusan klub. Mereka merasa Rossoneri telah kehilangan salah satu bek muda potensial yang seharusnya masih bisa berkembang di San Siro.

Kini, memasuki musim keduanya bersama Juventus, Kalulu bahkan dinilai telah berkembang menjadi salah satu pemain penting di lini belakang tim. Situasi ini semakin mempertegas bahwa keputusan Milan melepasnya mungkin bukan langkah yang paling tepat.

Dalam sebuah pertemuan dengan para jurnalis muda di markas Juventus, Kalulu sempat mengenang masa-masa awal setelah meninggalkan Milan. Ia mengaku proses adaptasi di kota baru ternyata tidak sepenuhnya mudah.

“Hal tersulit pada awalnya setelah meninggalkan Milan adalah mencari tempat tinggal di Turin,” ujar Kalulu, dilansir dari Calciomercato.com. Ia menjelaskan bahwa kepindahannya terjadi di penghujung bursa transfer sehingga semuanya terasa sangat cepat.

Menurutnya, jadwal pertandingan yang langsung berjalan membuatnya hampir tidak memiliki waktu untuk memikirkan banyak hal di luar lapangan. Ia harus segera fokus pada latihan dan pertandingan demi menyesuaikan diri dengan tim barunya.

Meski demikian, Kalulu merasa beruntung karena mendapat sambutan hangat dari lingkungan barunya di Juventus. Ia bahkan menemukan beberapa orang di klub yang bisa berbicara bahasa Prancis sehingga proses adaptasi berjalan lebih mudah.

“Saya menemukan lingkungan yang sangat ramah dan bahkan ada orang-orang yang berbicara bahasa Prancis, jadi lebih mudah bagi saya untuk menyesuaikan diri,” tuturnya.

Kalulu juga mengenang beberapa momen sulit yang pernah ia alami sepanjang karier profesionalnya. Salah satunya terjadi pada periode awal ketika ia baru bergabung dengan Milan beberapa tahun lalu.

“Saat pertama kali menandatangani kontrak dengan Milan, saya tidak langsung bermain. Selama lima bulan saya hanya berlatih tanpa kesempatan tampil di pertandingan,” ungkapnya.

Situasi itu semakin berat ketika ia kemudian mengalami cedera yang memaksanya menjalani operasi. Bagi seorang pemain sepak bola, menonton rekan setim bertanding dari pinggir lapangan tentu bukan pengalaman yang menyenangkan.

Namun Kalulu mencoba menghadapi masa sulit tersebut dengan cara yang sederhana. Ia selalu berusaha menetapkan tujuan, baik tujuan besar untuk masa depan maupun target kecil yang bisa dicapai setiap hari.

“Bahkan memperbaiki satu hal kecil dalam permainan bisa menjadi motivasi,” jelasnya. Ia percaya bahwa setiap fase dalam karier, baik yang menyenangkan maupun yang sulit, pada akhirnya akan berlalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Semua hal akan lewat, baik yang baik maupun yang buruk,” kata Kalulu. “Yang menentukan adalah bagaimana Anda memilih untuk menghadapinya dan berapa lama Anda ingin hal itu bertahan.”

(sub)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ditemukan Rekening Penampung, KPK Dalami Dugaan Setoran dari Sejumlah Kantah ke Kanwil BPN Jawa Timur

Ditemukan Rekening Penampung, KPK Dalami Dugaan Setoran dari Sejumlah Kantah ke Kanwil BPN Jawa Timur

KPK mendalami soal dugaan setoran-setoran yang dilakukan sejumlah Kantor Pertanahan ke Kantor Wilayah BPN Jawa Timur.
Rekap Hasil UEFA Nations League A, Selasa (29/09/2026): Italia Pesta Gol, Prancis Belum Terkalahkan

Rekap Hasil UEFA Nations League A, Selasa (29/09/2026): Italia Pesta Gol, Prancis Belum Terkalahkan

Italia meraih kemenangan meyakinkan atas Turkiye pada matchday kedua UEFA Nations League A Grup 1 2026/27. Ini jadi kemenangan perdana pelatih Roberto Mancini.
Oknum Guru Bergelar "Ustaz" di Sekolah Internasional Serpong Diduga Lecehkan Siswi, Terjadi saat Korban Kelas 4 SD hingga 1 SMP

Oknum Guru Bergelar "Ustaz" di Sekolah Internasional Serpong Diduga Lecehkan Siswi, Terjadi saat Korban Kelas 4 SD hingga 1 SMP

Seorang oknum guru bergelar ustaz di salah satu sekolah internasional di Serpong, Tangerang Selatan, diduga melakukan pelecehan terhadap seorang siswi. Ini kata polisi.
Padahal Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Bek Malaysia Bangga Bisa Tahan Imbang Skuad Garuda: Sulit Tundukkan Garuda

Padahal Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Bek Malaysia Bangga Bisa Tahan Imbang Skuad Garuda: Sulit Tundukkan Garuda

Bek Timnas Malaysia, Dion Cools, tetap bangga meski Harimau Malaya gagal menang atas Timnas Indonesia dalam lanjutan FIFA ASEAN Cup 2026.
172 Peserta PPDS Unair Mual, Muntah hingga Pusing Usai Ikuti Pradik, Sampel Makanan Diperiksa

172 Peserta PPDS Unair Mual, Muntah hingga Pusing Usai Ikuti Pradik, Sampel Makanan Diperiksa

172 Peserta PPDS Unair mengalami mual, muntah hingga pusing setelah mengikuti kegiatan pra-pendidikan di RSUD Dr. Soetomo pada Senin (28/9/2026).
Nasihat Bijak Ketum PSSI Erick Thohir Usai Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia: Kesempatan Masih Ada, Fokus Laga Selanjutnya

Nasihat Bijak Ketum PSSI Erick Thohir Usai Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia: Kesempatan Masih Ada, Fokus Laga Selanjutnya

Ketum PSSI Erick Thohir meminta Timnas Indonesia alihkan fokus setelah bermain imbang 0-0 melawan Malaysia. Skuad Garuda diminta bangkit demi tiket ke final.

Trending

Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Sikap rendah hati Megawati Hangestri kembali dapat pujian dari volimania setelah mengajak seorang sopir taksi di Korea Selatan untuk ikut makan bakso bersamanya
Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang Peluang 

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026), Malaysia harus puas dengan hasil imbang 0-0 dari Timnas Indonesia.
Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Menang Susah Payah, Pemain Singapura Akui Determinasi Tinggi Bangladesh Sulit Diatasi

Singapura menang susah payah dengan skor akhir 1-0 atas Bangladesh di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Momen Kevin Diks Salah Fokus Sorakan Shin Tae-yong di Stadion GBK Saat Bela Thom Haye Viral di Sosial Media

Kevin Diks menjadi wakil pemain dalam wawancara yang digelar broadcast usai hasil imbang tanpa gol antara Timnas Indonesia melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (28/9/2026). 
Timnas Indonesia Dapat Apresiasi Meski Gagal Menang, Pelatih Malaysia Sampai Terpukau dan Lempar Pujian Buat Garuda: Sangat Kuat

Timnas Indonesia Dapat Apresiasi Meski Gagal Menang, Pelatih Malaysia Sampai Terpukau dan Lempar Pujian Buat Garuda: Sangat Kuat

Timnas Indonesia gagal menang atas Malaysia, tetapi kokohnya pertahanan Garuda membuat Tan Cheng Hoe terpukau hingga melontarkan pujian usai laga.
‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

‎Timnas Indonesia Imbang 0-0 dengan Malaysia, Maarten Paes Puji Pengorbanan Elkan Baggott hingga Calvin Verdonk

Sejumlah penyelamatan Maarten Paes dan koordinasinya bersama barisan pertahanan membuat gawang Indonesia tetap aman meski harus bermain dengan 10 orang.
Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

Kisah Agen Polisi yang Lolos di Tragedi G30S PKI 1965, Sukitman Beri Kesaksian saat Temukan Lubang Buaya

AKBP (Purn) Sukitman, agen polisi yang menjadi saksi mata dalam Tragedi Gerakan 30 September 1965 PKI (G30S PKI) cerita saat menemukan sumur tua Lubang Buaya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT