Bedah Senjata Rahasia Allegri Jelang Hadapi Inter di Laga Derbi, AC Milan Siap Taklukkan Nerazzurri Lewat Skema Bola Mati
- REUTERS/Matteo Ciambelli
Namun umpan dari sepak pojok tidak selalu langsung diarahkan ke tengah kotak penalti. Milan kerap memulai serangan melalui skema sepak pojok pendek sebelum akhirnya bola dikirimkan ke area yang lebih menguntungkan.
Contoh paling baru terjadi saat Milan menghadapi Cremonese. Dalam situasi tersebut, Modric memberikan umpan pendek kepada Pervis Estupinan sebelum bola kembali dikirim ke kotak penalti dan akhirnya diselesaikan menjadi gol oleh Strahinja Pavlovic.
Pola serupa sebenarnya sudah beberapa kali terlihat sepanjang musim ini. Skema yang sama juga digunakan ketika Milan menghadapi Roma, Pisa, dan Hellas Verona.
Semua itu bukan kebetulan semata. Pola pergerakan tersebut merupakan hasil latihan yang berulang kali diuji di Milanello agar tercipta sinkronisasi antara pengirim umpan dan pemain yang bergerak di dalam kotak penalti.
Para pemain dengan postur lebih tinggi seperti Pavlovic, Koni De Winter, dan Adrien Rabiot biasanya menjadi target utama dalam situasi tersebut. Sementara pemain yang lebih lincah seperti Pulisic bertugas mencari ruang kosong untuk memanfaatkan bola kedua.
Di sisi lain, Allegri juga berusaha menutup kekurangan Milan dalam duel udara saat bertahan. Ia menerapkan sistem pertahanan zonal dalam situasi sepak pojok, di mana setiap pemain bertanggung jawab atas area tertentu di dalam kotak penalti.

- REUTERS/Matteo Ciambelli
Dalam sistem tersebut, setiap pemain Rossoneri menjaga zona masing-masing dan mengantisipasi lawan yang masuk ke wilayah tersebut. Perhatian khusus diberikan pada area tiang dekat yang sering menjadi titik paling berbahaya dalam situasi bola mati.
Menariknya, pemain seperti Rafael Leao kerap mengambil peran penting dalam menjaga area tersebut. Winger asal Portugal itu bahkan beberapa kali terlihat rela turun lebih dalam demi menghalau sundulan lawan.
Tidak semua pemain ditempatkan di dalam kotak penalti ketika bertahan dari sepak pojok. Pulisic dan Saelemaekers biasanya berdiri lebih melebar untuk menjaga kemungkinan serangan balik cepat.
Sementara itu, saat menghadapi tendangan bebas tidak langsung, Milan menggunakan pendekatan yang sedikit berbeda. Allegri menempatkan dua garis pertahanan yang masing-masing berisi empat pemain, membentuk struktur yang menyerupai benteng di depan gawang.
Load more