Beda Sikap FIFA ke Donald Trump soal Boikot Iran di Piala Dunia, Dulu Indonesia Langsung Disanksi
- Amnesty International Canada
tvOnenews.com - Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait keikutsertaan Timnas Iran di Piala Dunia FIFA 2026 memicu perdebatan luas di media sosial.
Banyak warganet menilai ada perbedaan sikap dari FIFA dibandingkan dengan kasus yang pernah dialami Timnas Indonesia beberapa tahun lalu.
Kontroversi bermula ketika Trump memberikan pernyataan mengenai kemungkinan keikutsertaan Team Melli di ajang Piala Dunia 2026.
Dalam komentarnya, Trump menyebut Iran sebenarnya dipersilakan ikut, namun ia meragukan apakah hal tersebut pantas dilakukan demi keselamatan tim tersebut.
“Tim Nasional Sepakbola Iran dipersilakan ke Piala Dunia, tetapi saya benar-benar tidak percaya bahwa pantas bagi mereka untuk berada di sana, demi keselamatan dan hidup mereka sendiri,” ujar Trump.
Pernyataan tersebut langsung menuai kritik pedas. Sebagian pihak menilai komentar tersebut seperti bentuk penolakan terhadap Iran untuk tampil di turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia tersebut.
Sebelum pernyataan terbaru Trump muncul, FIFA melalui presidennya, Gianni Infantino, sempat menegaskan bahwa Iran tetap dipersilakan mengikuti Piala Dunia 2026.
Bahkan, Infantino menyebut pembahasan mengenai situasi Iran juga pernah dibicarakan bersama Trump.
- instagram Gianni Infantino
Dalam pernyataan resmi FIFA, Infantino menjelaskan bahwa selama diskusi dengan Presiden Amerika Serikat, Trump sempat menegaskan Iran tetap bisa berpartisipasi dalam turnamen tersebut.
“Kami juga membahas situasi terkini di Iran, dan fakta bahwa tim Iran telah lolos untuk berlaga di Piala Dunia 2026. Selama diskusi, Presiden Trump menegaskan lagi bahwa Iran tentu saja dipersilakan untuk berkompetisi dalam turnamen di Amerika Serikat,” kata Infantino.
Ia juga menambahkan bahwa turnamen seperti Piala Dunia memiliki peran penting untuk menyatukan masyarakat dunia.
“Kita semua membutuhkan acara seperti Piala Dunia untuk menyatukan orang-orang sekarang lebih dari sebelumnya, dan saya dengan tulus berterima kasih kepada Presiden Amerika Serikat atas dukungannya, karena ini sekali lagi menunjukkan bahwa sepak bola menyatukan dunia,” lanjutnya.
Meski demikian, pernyataan terbaru Trump justru memicu perbandingan dengan kasus yang pernah menimpa Indonesia.
Warganet ramai-ramai mengingatkan bagaimana FIFA pernah menjatuhkan sanksi kepada Indonesia terkait isu politik dalam sepak bola.
Pada tahun 2023, FIFA mencabut status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023.
Keputusan tersebut diambil setelah muncul penolakan terhadap keikutsertaan Timnas Israel dalam turnamen tersebut.
Keputusan tersebut menjadi pukulan besar bagi sepak bola nasional karena Indonesia sebelumnya telah melakukan berbagai persiapan untuk menjadi tuan rumah.
Kini, banyak warganet menilai situasi yang terjadi antara Trump dan Iran memiliki kemiripan dengan kasus Indonesia beberapa tahun lalu.
Beberapa komentar di media sosial menyindir FIFA agar bersikap konsisten terhadap semua negara.
Salah satu akun di platform X menuliskan bahwa Indonesia kehilangan status tuan rumah hanya karena seorang pejabat menolak kehadiran Israel.
“Indonesia dicabut haknya sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 setelah seorang gubernur menolak menerima tim nasional Israel. Di sini, presiden negara tuan rumah secara langsung mengancam negara yang telah lolos kualifikasi,” tulis akun tersebut.
Komentar lain juga menyindir FIFA karena dianggap tidak akan mengambil tindakan serupa terhadap Amerika Serikat.
“Saya ingat Indonesia dicabut haknya untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 karena mereka tidak mau menerima Israel, jadi FIFA seharusnya melakukan hal yang sama terhadap AS, tapi mereka tidak akan melakukannya,” tulis pengguna lain. (adk)
Load more