Kutukan 14 Tahun AC Milan! Sejak Ditinggal Zlatan Ibrahimovic, San Siro Kehilangan Striker Haus Gol
- AC Milan
Jakarta, tvOnenews.com - AC Milan kembali dihadapkan pada persoalan klasik yang belum juga terselesaikan. Lini depan Rossoneri dinilai belum memiliki sosok penyerang yang benar-benar tajam dan konsisten.
Masalah ini bukan hal baru bagi Milan. Dalam lebih dari satu dekade terakhir, klub belum menemukan striker yang mampu menjadi jaminan gol di setiap musim.
Menurut laporan Tuttosport, kebutuhan akan penyerang produktif kini menjadi prioritas utama. Target Milan pada musim 2026/2027 adalah mendatangkan striker yang mampu mencetak setidaknya 20 gol.
Catatan tersebut bukan tanpa alasan. Sejak musim 2011/2012, belum ada pemain Milan yang mampu menembus angka tersebut.
Nama terakhir yang berhasil melakukannya adalah Zlatan Ibrahimovic. Saat itu, ia mencetak 28 gol dan menjadi tulang punggung lini serang tim.
Kini, Ibrahimovic telah pensiun dari dunia sepak bola. Menariknya, ia justru terlibat dalam jajaran manajemen klub.
Situasi ini menjadi pengingat betapa lamanya Milan kehilangan sosok mesin gol. Absennya striker tajam membuat produktivitas tim kerap tidak stabil dari musim ke musim.
- REUTERS/Matteo Ciambelli
Pelatih Massimiliano Allegri pun mulai angkat suara. Ia mendesak manajemen untuk segera mendatangkan penyerang berkualitas tinggi.
Allegri membutuhkan sosok yang mampu menjadi pembeda di laga-laga penting. Tidak hanya di Serie A, tetapi juga di kompetisi Eropa seperti Liga Champions UEFA.
Padahal, Milan sebenarnya sudah menginvestasikan dana besar untuk posisi tersebut. Namun, hasil yang didapat sejauh ini belum sesuai harapan.
Pada Januari 2025, Milan mengeluarkan lebih dari 30 juta euro untuk mendatangkan Santiago Gimenez. Harapannya, ia bisa menjadi solusi jangka panjang di lini depan.
Tak lama berselang, Milan kembali belanja besar dengan merekrut Christopher Nkunku. Nilai transfernya bahkan mencapai sekitar 40 juta euro.
Sayangnya, kedua pemain tersebut belum mampu menunjukkan performa maksimal. Kontribusi gol yang diharapkan belum juga terlihat konsisten.
Data performa striker Milan dalam 14 tahun terakhir pun mempertegas masalah ini. Produktivitas lini depan cenderung stagnan tanpa lonjakan signifikan.
Giampaolo Pazzini sempat mencetak 15 gol pada musim 2012/2013. Namun, angka tersebut masih jauh dari standar striker elite.
Beberapa nama lain memang sempat mendekati catatan ideal. Carlos Bacca mencetak 18 gol pada musim 2016/2017.
Sementara itu, Jeremy Menez menyumbang 16 gol pada musim 2014/2015. Meski cukup impresif, angka tersebut tetap belum menyentuh target 20 gol.
Musim lalu bahkan menjadi gambaran paling nyata dari masalah ini. Santiago Gimenez dan Alvaro Morata hanya mampu mencetak total lima gol.
Kondisi tersebut tentu menjadi alarm serius bagi Milan. Tanpa striker tajam, sulit bagi tim untuk bersaing di level tertinggi.
Kini, manajemen dihadapkan pada keputusan penting di bursa transfer mendatang. Mereka harus menemukan sosok yang benar-benar bisa mengakhiri krisis gol.
Jika tidak, Milan berisiko kembali terjebak dalam masalah yang sama. Lini depan yang tumpul bisa menjadi penghambat ambisi besar klub di masa depan.
(sub)
Load more