Curva Sud AC Milan Mengamuk! Protes Keras Larangan Tandang ke Napoli, Sebut Kebijakan Diskriminatif
- AC Milan
Jakarta, tvOnenews.com - Curva Sud kembali melontarkan protes keras setelah otoritas setempat melarang pendukung AC Milan yang berdomisili di Lombardy datang ke Napoli untuk laga Serie A pekan depan. Bagi kelompok suporter garis keras Rossoneri itu, keputusan tersebut bukan sekadar pembatasan biasa, melainkan pukulan yang dinilai tidak adil bagi ribuan fans yang sudah lama menantikan pertandingan besar ini.
Larangan tersebut berlaku untuk duel Napoli melawan AC Milan yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 6 April, di Stadio Diego Armando Maradona. Alasan yang dikemukakan pun masih sama seperti kasus-kasus sebelumnya, yakni tingginya risiko terhadap ketertiban umum dan keamanan.
Dilansir dari Sempremilan, keputusan resmi itu langsung memicu reaksi keras dari Curva Sud. Melalui media sosial, mereka menilai kebijakan tersebut lahir dari cara pandang yang keliru dan semakin menjauhkan sepak bola dari para pendukung yang selama ini menjadi bagian penting dari atmosfer pertandingan.
Bagi Curva Sud, larangan ini terasa semakin sulit diterima karena mereka mengaku sudah bertahun-tahun menjalani laga tandang ke Napoli tanpa persoalan berarti. Kini, mereka justru dipaksa tetap di rumah saat tim membutuhkan dukungan langsung dalam salah satu laga penting musim ini.
Kekecewaan itu juga muncul karena dampaknya dirasakan langsung oleh para suporter. Banyak rencana perjalanan yang telanjur disusun, bus yang sudah dipesan terpaksa dibatalkan, dan uang muka yang telah dibayarkan pun terancam hangus begitu saja.
Di mata mereka, persoalan ini bukan hanya soal satu pertandingan. Curva Sud melihat ada ironi ketika institusi sepak bola terus berbicara soal inklusivitas, loyalitas, dan kedekatan dengan fans, tetapi di saat yang sama justru berulang kali menutup akses pendukung untuk mengikuti tim kesayangan mereka di laga tandang.
Kritik mereka kian tajam karena larangan itu dinilai menyasar suporter berdasarkan wilayah tempat tinggal. Menurut Curva Sud, pendekatan seperti ini tidak hanya terasa diskriminatif, tetapi juga menunjukkan betapa mudahnya hak pendukung dibatasi atas nama keamanan tanpa penjelasan yang benar-benar meyakinkan.
Curva Sud juga menyoroti alasan “risiko tinggi terhadap ketertiban umum dan keamanan” yang dinilai terus diulang dari waktu ke waktu. Bagi mereka, frasa tersebut seolah menjadi tameng praktis yang digunakan ketika pihak berwenang tidak mampu menghadirkan solusi pengamanan yang lebih masuk akal dan proporsional.
Meski tidak bisa hadir langsung di tribun Napoli, Curva Sud menegaskan bahwa dukungan untuk tim tidak akan berhenti. Mereka memilih mengalihkan kekecewaan itu menjadi seruan untuk tetap berdiri di belakang skuad AC Milan dengan cara lain yang masih memungkinkan.
Karena itu, para pendukung Rossoneri diajak berkumpul di Milanello pada Sabtu pagi pukul 10.30. Momen tersebut diharapkan menjadi kesempatan bagi fans untuk memberikan suntikan semangat kepada para pemain sebelum bertolak ke selatan Italia menghadapi tekanan besar di kandang Napoli.
Ajakan itu dinilai memiliki makna lebih dari sekadar pertemuan biasa. Di tengah rasa kecewa, Curva Sud ingin menunjukkan bahwa hubungan antara tim dan para pendukung tidak bisa begitu saja diputus hanya oleh satu keputusan administratif.
AC Milan tentu memahami bahwa atmosfer pertandingan di Napoli selalu menghadirkan tantangan tersendiri. Karena itu, dukungan moral menjelang keberangkatan dianggap penting, terutama saat tim membutuhkan dorongan emosional untuk menghadapi salah satu lawan terkuat di kompetisi.
(sub)
Load more