Beda Nasib AC Milan dan AS Roma di Bursa Transfer: Rossoneri Dapat Striker Mandul, Giallorossi Jackpot Monster Gol
- REUTERS/Daniele Mascolo
Jakarta, tvOnenews.com - Dinamika bursa transfer kerap menyisakan cerita penyesalan bagi klub-klub besar Eropa. Kali ini, AC Milan dan Juventus menjadi sorotan setelah keputusan mereka melewatkan Donyell Malen justru berbuah keuntungan bagi AS Roma.
Situasi ini bermula dari kebutuhan Milan untuk memperbaiki lini serang pada bursa transfer musim dingin lalu. Minimnya produktivitas gol membuat manajemen bergerak cepat mencari tambahan amunisi di lini depan.
Menurut laporan Il Giornale, pelatih Massimiliano Allegri secara khusus meminta sosok penyerang bertipe target man. Permintaan itu kemudian diwujudkan dengan mendatangkan Niclas Füllkrug dari West Ham United dengan status pinjaman.
Kesepakatan tersebut juga dilengkapi opsi pembelian senilai 5 juta euro. Namun, langkah itu rupanya belum sepenuhnya menjawab kebutuhan tim di sektor penyerangan.
AC Milan sebenarnya tidak berhenti pada satu nama. Mereka sempat berupaya keras mendatangkan Jean-Philippe Mateta dari Crystal Palace pada detik-detik akhir bursa transfer.
Kesepakatan bahkan sudah tercapai di kisaran 30 juta euro. Sayangnya, transfer itu gagal terealisasi setelah Mateta tidak lolos tes medis.
Di tengah upaya AC Milan yang belum membuahkan hasil maksimal, AS Roma justru bergerak lebih efektif. Klub ibu kota Italia itu meminjam Donyell Malen dari Aston Villa tanpa banyak sorotan.
Langkah Roma kini terbukti jitu. Berdasarkan laporan Il Giornale yang dikutip MilanNews, mereka berencana mempermanenkan Malen dengan nilai 25 juta euro.
Harga tersebut dinilai sangat menguntungkan jika melihat kontribusi sang pemain. Malen tampil tajam dengan torehan 10 gol hanya dalam 12 pertandingan sejak bergabung.
Produktivitas itu langsung memberikan dampak signifikan bagi performa Roma di kompetisi domestik. Ia menjadi sosok pembeda yang mampu mengangkat daya gedor tim secara instan.
Sebaliknya, kondisi lini depan Milan justru masih jauh dari kata ideal. Sejumlah pemain yang diharapkan menjadi tumpuan belum mampu menunjukkan konsistensi.
Christian Pulisic dan Santiago Gimenez bahkan belum mencetak gol dalam periode yang sama sejak Malen bersinar di Roma. Situasi ini semakin mempertegas masalah efektivitas di lini serang Rossoneri.
Niclas Füllkrug yang didatangkan sebagai solusi juga belum tampil meyakinkan. Ia baru mencetak satu gol, angka yang belum cukup untuk menjawab ekspektasi tinggi publik San Siro.
Sementara itu, Christopher Nkunku hanya mampu menyumbang tiga gol. Rafael Leao yang menjadi andalan utama pun baru mengoleksi empat gol dalam rentang waktu tersebut.
Perbandingan ini membuat keputusan Milan dan Juventus kian dipertanyakan. Keduanya dinilai melewatkan peluang emas untuk mendapatkan pemain yang kini tampil sangat menentukan.
Di sisi lain, Roma justru menikmati hasil dari keputusan cepat dan tepat mereka di bursa transfer. Jika performa Malen terus konsisten, transfer ini berpotensi menjadi salah satu pembelian terbaik musim ini.
(sub)
Load more