Dedi Mulyadi bakal Sulap Gedung Sate Bandung lebih Menawan, Gubernur Jawa Barat itu Bocorkan Gambarannya
- ilustrasi Wikipedia
Jakarta, tvOnenews.com- Warga Jawa Barat bersiap-siap melihat wajah baru dari Gedung Sate. Hal itu disampaikan Dedi Mulyadi yang proyeknya mulai dijalankan.
Dedi Mulyadi menyampaikan kalau Gedung Sate Bandung bakal direvitalisasi dengan tujuan khusus. Perombakan ini bagian dari ambisi Gubernur Jawa Barat tersebut.
- Pemprov Jabar
Pria yang disapa KDM ini ingin sekali menggabungkan halaman dengan Lapangan Gasibu demi menciptakan arena upacara tepat di depan Gedung Sate.
"Jadi tidak ditutup, tapi dialihkan. Nanti ada sebagian tanah Gasibu digunakan untuk jalan, sedangkan Jalan Diponegoro-nya digunakan untuk halaman. Jadi tukeran saja," katanya.
"Jalur lurus nanti belok, sehingga kawasan Gedung Sate sampai Gasibu menyatu," ucap Dedi selepas mendampingi peninjauan Rusun ASN Kejati Jabar di Kiaracondong, Bandung, dikutip dari Antara, Rabu (15/4).
Menurutnya alasan revitalisasi tersebut, karena Gedung Sate tidak memiliki halaman yang mencerminkan karakter Gedung Sate itu sendiri.
- ilustrasi Wikipedia
"Gedung Sate yang begitu indah, hari ini halamannya menjadi 'halaman hotel'," katanya.
"Jadi saya ingin halaman Gedung Sate itu luas, terintegrasi, dan mencerminkan karakter Gedung Sate itu sendiri," ucapnya tanpa menjelaskan lebih lanjut soal dampak revitalisasi ini pada prasasti dan Lapangan Gasibu.
Berdasarkan informasi, yang merujuk data dari Biro Umum Setda Provinsi Jawa Barat, proyek ini dijadwalkan berlangsung dari 8 April hingga 6 Agustus 2026.
Dalam prosesnya, mencakup penataan pedestrian dan elemen ruang terbuka publik yang merepresentasikan identitas budaya Jawa Barat.
Dengan demikian, revitalisasi Gedung Sate akan mengintegrasikan kawasan dengan menghubungkan Plaza depan Gedung Sate, koridor Jalan Diponegoro, hingga Lapangan Gasibu sebagai satu sumbu utama seluas 14.642 meter persegi.
Sebagai tambahan informasi, arsitektur Gedung Sate adalah hasil karya arsitek Ir. J.Gerber dan kelompoknya. Tidak terlepas dari masukan maestro arsitek Belanda Dr.Hendrik Petrus Berlage, yang bernuansakan wajah arsitektur tradisional Nusantara.
Diketahui juga, dalam Wikipedia, banyak kalangan arsitek dan ahli bangunan menyatakan Gedung Sate disebut bangunan monumental yang gaya arsitektur unik mengarah kepada bentuk gaya arsitektur Indo-Eropa, (Indo Europeeschen architectuur stijl).
Load more