Apa Itu Finalissima? Lebih dari Sekadar Adu Gengsi Amerika Latin dan Eropa
- instagram @uefa_official
Pertemuan dua klub juara dari dua konfederasi menjadi kegiatan rutin selama 44 tahun dari 1960 sampai 2004. Intercontinental Cup kemudian berakhir setelah FIFA terlibat dengan menyelenggarakan turnamen sejenis namun dengan peserta lebih banyak, yakni klub juara seluruh konfederasi di dunia.
Dengan nama Piala Dunia Klub, para juara dari turnamen strata tertinggi tiap konfederasi sepakbola bersaing di satu kota tuan rumah. FIFA Club World Cup hanya mengubah sedikit format dua leg dan kemudian satu leg dari Intercontinental Cup hingga menggunakan pertandingan sistem gugur.
Meniru keberhasilan Intercontinental Cup di level klub, ide sejenis muncul di tingkat tim nasional. CONMEBOL dan UEFA sepakat untuk menggelar pertandingan yang mempertemukan negara juara dari masing-masing kompetisi tertinggi tingkat benua, yakni juara Copa America dan EURO (Piala Eropa).
Piala Artemio Franchi lahir untuk mempertandingkan juara EURO dan Copa America. Tapi Copa Artemio Franchi (European/South American Nations Cup) berlangsung hanya dua kali (1985 dan 1993) karena kesuliltan dua konfederasi mengatur sinkronisasi penyelenggaraan Piala Eropa dan Piala Amerika.
Ide dari Arab Saudi
Bahkan sebelum pelaksanaan edisi kedua Copa Artemio Franchi (1993), Arab Saudi menciptakan sebuah turnamen internasional dengan mengundang negara-negara juara dari tiap konfederasi untuk mengikuti King Fahd Cup 1992. Namun Denmark (juara EURO 1992) tidak hadir, begitu pun wakil OFC (Oseania).
Denmark memilih untuk fokus pada pertandingan Artemio Franchi Cup 1993. Saat kemudian berangkat ke Argentina, juara EURO 1992 beradu sama kuat dengan tuan rumah dalam waktu normal sebelum kalah adu penalti oleh tim yang belum lama pulang dari menjuarai King Fahd Cup 1992 di Arab Saudi.
Namun Denmark dapat membalas kekalahan justru pada pelaksanaan King Fahd Cup kedua pada 1995. Masih berstatus pemegang trofi EURO 1992, Tim Dinamit mengalahkan juara bertahan Argentina yang datang di Arab Saudi setelah sukses mempertahankan predikat selaku pemenang Copa America 1993.
King Fahd Cup cukup sampai edisi kedua. Piala Raja Arab Saudi kemudian berkembang menjadi event resmi FIFA, Confederations Cup yang mempertandingkan negara juara dari tiap konfederasi, yakni AFC (Asia), CAF (Afrika), CONMEBOL, CONCACAF (Amerika Utara, Tengah, Karibia), OFC (Oseania) dan UEFA.
Load more