News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Baru Seumur Jagung, Igli Tare Bersiap Jadi Kambing Hitam Kekacauan AC Milan

Igli Tare datang ke AC Milan membawa ekspektasi besar dari manajemen. Namun, belum genap semusim bekerja di San Siro, posisinya kini justru mulai digoyang.
Jumat, 22 Mei 2026 - 13:31 WIB
Direktur Olahraga AC Milan, Igli Tare di Liga Italia
Sumber :
  • REUTERS/Daniele Mascolo

Jakarta, tvOnenews.com - Igli Tare datang ke AC Milan dengan membawa ekspektasi besar dari manajemen maupun tifosi. Namun, belum genap semusim bekerja di San Siro, posisinya kini justru mulai digoyang berbagai rumor pergantian petinggi klub.

AC Milan sebelumnya merasa ada bagian penting yang hilang dalam struktur organisasi mereka. Karena itu, Rossoneri memutuskan mencari direktur olahraga baru yang dianggap mampu membangun fondasi proyek jangka panjang secara lebih terarah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Nama Tare kemudian muncul sebagai pilihan utama setelah proses pencarian yang berlangsung cukup panjang. Pengalamannya selama bertahun-tahun bersama Lazio membuat manajemen Milan yakin pria asal Albania itu bisa menjadi solusi untuk membenahi arah klub.

Meski begitu, proses kedatangannya ternyata tidak berjalan semulus yang dibayangkan. Penentuan direktur olahraga Milan bahkan sempat berubah menjadi drama internal yang terus menjadi sorotan media Italia selama beberapa pekan.

Tare diketahui sempat menggelar pertemuan dengan Gerry Cardinale dan Zlatan Ibrahimovic di London. Dalam pembicaraan tersebut, kedua pihak disebut mulai menemukan kecocokan untuk bekerja sama.

Namun, situasi berubah ketika CEO Milan, Giorgio Furlani, mengambil alih proses negosiasi. Ia kemudian membuka komunikasi dengan Fabio Paratici dan hampir mencapai kesepakatan dengan mantan petinggi Juventus tersebut.

Kesepakatan dengan Paratici akhirnya batal terwujud pada detik-detik akhir. Milan pun kembali membuka komunikasi dengan Tare setelah sebelumnya sempat membiarkan negosiasi berjalan tanpa kepastian.

Direktur Teknik AC Milan, Igli Tare
Direktur Teknik AC Milan, Igli Tare
Sumber :
  • instagram.com/acmilan/

Situasi itu diyakini sempat membuat Tare merasa tidak sepenuhnya dipercaya sejak awal. Meski demikian, ia tetap menerima tawaran Milan karena melihat peluang besar membangun proyek baru bersama salah satu klub terbesar di Italia.

Rekam jejak Tare selama bekerja di Lazio memang cukup meyakinkan. Ia dikenal piawai menemukan pemain dengan harga terjangkau sebelum berkembang menjadi bintang besar di Serie A.

Beberapa nama seperti Sergej Milinkovic-Savic, Ciro Immobile, hingga Luis Alberto menjadi bukti keberhasilannya membangun Lazio. Ketiganya didatangkan dengan biaya relatif murah sebelum akhirnya memiliki nilai pasar yang melonjak drastis.

Saat Tare mulai bekerja di Lazio, klub tersebut masih kesulitan bersaing di papan atas Serie A. Namun perlahan, Lazio berkembang menjadi tim yang rutin tampil di kompetisi Eropa dan mampu meraih sejumlah trofi domestik.

Pengalaman itulah yang membuat Milan percaya terhadap visi yang dimiliki Tare. Rossoneri berharap ia mampu membangun skuad yang lebih stabil sekaligus kompetitif untuk jangka panjang.

Keputusan besar pertama Tare setelah tiba di Milan adalah menunjuk Massimiliano Allegri sebagai pelatih anyar. Langkah tersebut dianggap sebagai sinyal bahwa Milan ingin kembali mengandalkan figur yang memahami atmosfer dan tekanan sepak bola Italia.

Setelah penunjukan Allegri, Milan langsung bergerak aktif di bursa transfer. Namun, beberapa keputusan transfer kemudian memunculkan tanda tanya karena klub mengeluarkan dana besar untuk mendatangkan Christopher Nkunku dan Ardon Jashari.

Gelandang AC Milan, Ardon Jashari
Gelandang AC Milan, Ardon Jashari
Sumber :
  • AC Milan

Kedua pemain tersebut menelan biaya lebih dari 70 juta euro. Sayangnya, performa keduanya belum sepenuhnya mampu menjawab ekspektasi besar yang telanjur dibangun sejak awal kedatangan mereka.

Nkunku kesulitan menemukan konsistensi permainan sepanjang musim. Sementara itu, Jashari juga belum mampu tampil maksimal setelah sempat mengalami cedera yang cukup serius.

Beberapa rekrutan lain seperti Samuele Ricci, Zachary Athekame, dan Koni De Winter juga masih tampil naik turun. Di sisi lain, Luka Modric dan Adrien Rabiot justru dianggap menjadi transfer paling berhasil dalam proyek Milan musim ini.

Meski demikian, sejumlah laporan dari Italia menyebut Tare sebenarnya tidak memiliki kuasa penuh dalam menentukan arah transfer klub. Jurnalis Gianluca Di Marzio bahkan mengungkap bahwa beberapa keputusan penting tetap berada di tangan manajemen utama Milan.

Kondisi tersebut membuat ruang gerak Tare disebut cukup terbatas sejak awal bekerja. Situasi itu dinilai membuat proyek pembangunan tim sulit berjalan sesuai visi yang sebenarnya ingin diterapkan.

Jurnalis Michael Cuomo juga menyebut Tare punya kontribusi besar dalam mendatangkan Allegri dan Luka Modric. Selain itu, ia juga disebut berperan penting dalam meyakinkan Mike Maignan untuk tetap bertahan di San Siro.

Namun, beberapa target utama yang diinginkan Tare justru gagal direalisasikan karena alasan finansial. Milan disebut menolak peluang mendatangkan Dusan Vlahovic dan Rasmus Hojlund sebelum akhirnya memilih Nkunku sebagai alternatif lain.

Dusan Vlahovic rayakan gol bersama Juventus
Dusan Vlahovic rayakan gol bersama Juventus
Sumber :
  • REUTERS/Alessandro Garofalo

Kini, rumor mengenai masa depan Tare semakin ramai dibicarakan di Italia. Matteo Moretto menyebut Milan sedang mempertimbangkan perubahan besar di posisi direktur olahraga maupun pelatih untuk musim depan.

Situasi semakin rumit setelah muncul kabar bahwa Milan mulai mencari kandidat pengganti Tare. Nama direktur Atalanta, Tony D’Amico, disebut sudah mulai melakukan komunikasi dengan Giorgio Furlani.

Fabio Paratici pun kembali dikaitkan dengan Rossoneri meski sebelumnya sempat gagal bergabung. Hal tersebut semakin memperkuat dugaan bahwa Milan sedang menyiapkan perubahan baru di level manajemen.

Di tengah berbagai rumor tersebut, muncul pula laporan soal konflik internal saat bursa transfer Januari lalu. Tare disebut sempat diberi tahu bahwa klub tidak memiliki dana tambahan sebelum Milan tiba-tiba siap menggelontorkan 35 juta euro untuk mendekati Jean-Philippe Mateta.

Kondisi itu membuat posisi Tare semakin sulit di mata publik. Banyak pihak mulai menilai dirinya sebagai sosok yang paling mudah dijadikan kambing hitam di tengah ketidakjelasan arah proyek Milan saat ini.

Padahal, proyek pembangunan skuad Rossoneri sebenarnya belum berjalan sepenuhnya. Setelah fokus menyeimbangkan keuangan dan merombak struktur tim, Tare bahkan belum benar-benar mendapat kesempatan membentuk Milan sesuai visinya sendiri.

(sub)

Ā 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Siapa Rui Takahashi? Pevoli Jepang yang Umumkan sebagai Gay, Ternyata Kakak Pemain Timnas Ran Takahashi

Siapa Rui Takahashi? Pevoli Jepang yang Umumkan sebagai Gay, Ternyata Kakak Pemain Timnas Ran Takahashi

Pevoli Rui Takahashi mengungkapkan bahwa sejak masa kanak-kanak ia kerap merasa takut dan mengalami pergulatan batin akibat menyembunyikan identitas aslinya.
Misteri Kematian Sutrimo Segera Diungkap, Hasil Ekshumasi Diumumkan 30 September 2026 dan Pihak Keluarga Diundang

Misteri Kematian Sutrimo Segera Diungkap, Hasil Ekshumasi Diumumkan 30 September 2026 dan Pihak Keluarga Diundang

Hasil pemeriksaan ekshumasi terhadap Sutrimo yang ditemukan tewas di depan Mordent Aesthetic Clinic, Jalan Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan akan diumumkan oleh Polda Metro Jaya, pada Rabu (30/9/2026).
Pengamat Semprot Permainan Timnas Indonesia Asuhan John Herdman di Laga Kontra Malaysia: Semuanya Jelek!

Pengamat Semprot Permainan Timnas Indonesia Asuhan John Herdman di Laga Kontra Malaysia: Semuanya Jelek!

Pengamat sepak bola Ronny Pangemanan atau Bung Ropan menyoroti permainan Timnas Indonesia setelah gagal mengalahkan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026.
Nguyen Xuan Son Pulang ke Vietnam usai Alami Cedera Hamstring, Kim Sang-sik Bilang Begini

Nguyen Xuan Son Pulang ke Vietnam usai Alami Cedera Hamstring, Kim Sang-sik Bilang Begini

Penyerang naturalisasi Vietnam, Nguyen Xuan Son, harus pulang ke Vietnam usai mengalami cedera hamstring. Dia tidak bisa bermain lagi hingga FIFA ASEAN Cup 2026 berakhir.
Hitung-hitungan Timnas Indonesia Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 usai Ditahan Malaysia Tanpa Gol

Hitung-hitungan Timnas Indonesia Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup 2026 usai Ditahan Malaysia Tanpa Gol

Timnas Indonesia masih berpeluang lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026 walaupun gagal mengalahkan Malaysia. Duel tersebut berakhir imbang tanpa gol.
Gagal Raih Emas, Amri/Nita Ungkap Titik Balik Kekalahan dari China di Final Asian Games 2026

Gagal Raih Emas, Amri/Nita Ungkap Titik Balik Kekalahan dari China di Final Asian Games 2026

Ganda campuran Indonesia, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah mengungkapkan titik balik kekalahan mereka dari unggulan kedua China, Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin di final Asian Games 2026 di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Selasa (29/9/2026).

Trending

Justin Hubner Bakar Semangat Penggawa Timnas Indonesia Usai Ditahan Imbang Malaysia: Masih Belum Berakhir, Ayo Kalahkan Bangladesh

Justin Hubner Bakar Semangat Penggawa Timnas Indonesia Usai Ditahan Imbang Malaysia: Masih Belum Berakhir, Ayo Kalahkan Bangladesh

Bek Timnas Indonesia, Justin Hubner, menegaskan perjuangan Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026 belum berakhir. Ia tetap optimistis meski gagal kalahkan Malaysia.
Gagal Manfaatkan Kartu Merah Thom Haye, Pelatih Malaysia Akui Pertahanan Timnas Indonesia Sulit Ditembus

Gagal Manfaatkan Kartu Merah Thom Haye, Pelatih Malaysia Akui Pertahanan Timnas Indonesia Sulit Ditembus

Pelatih Timnas Malaysia, Tan Cheng Hoe, mengakui ketangguhan pertahanan Timnas Indonesia setelah kedua tim bermain imbang di FIFA ASEAN Cup 2026.
Usai Jadi Tersangka, Bupati Gowa Bakal Diperiksa Bareskrim 1 Oktober 2026

Usai Jadi Tersangka, Bupati Gowa Bakal Diperiksa Bareskrim 1 Oktober 2026

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang ditetapkan sebagai tersangka oleh Kortas Tipidkor Polri dalam kasus pemerasan dan TPPU yang terjadi di Kabupaten Gowa pada tahun 2025-2026.
Momen John Herdman Hafal Lagu 'Indonesia Raya' Jadi Sorotan Penonton

Momen John Herdman Hafal Lagu 'Indonesia Raya' Jadi Sorotan Penonton

Sebelum dikritik usai Timnas Indonesia vs Malaysia berakhir imbang tanpa gol, pelatih John Herdman sempat disorot setelah hafal nyanyikan lagu Indonesia Raya.
Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Sikap rendah hati Megawati Hangestri kembali dapat pujian dari volimania setelah mengajak seorang sopir taksi di Korea Selatan untuk ikut makan bakso bersamanya
Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang PeluangĀ 

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang PeluangĀ 

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026), Malaysia harus puas dengan hasil imbang 0-0 dari Timnas Indonesia.
Nasihat Bijak Ketum PSSI Erick Thohir Usai Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia: Kesempatan Masih Ada, Fokus Laga Selanjutnya

Nasihat Bijak Ketum PSSI Erick Thohir Usai Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia: Kesempatan Masih Ada, Fokus Laga Selanjutnya

Ketum PSSI Erick Thohir meminta Timnas Indonesia alihkan fokus setelah bermain imbang 0-0 melawan Malaysia. Skuad Garuda diminta bangkit demi tiket ke final.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT