Jurnalis Italia Desak AC Milan Pertahankan Allegri dan Pecat Furlani serta Ibrahimovic
- REUTERS/Daniele Mascolo
Jakarta, tvOnenews.com - Situasi internal AC Milan kembali menjadi sorotan menjelang berakhirnya musim 2025/2026. Di tengah ketidakpastian arah proyek klub, muncul desakan agar Rossoneri mempertahankan Massimiliano Allegri sekaligus melakukan perubahan besar di jajaran manajemen.
Pandangan tersebut disampaikan jurnalis Italia, Andrea Longoni, melalui editorial terbarunya di MilanNews. Ia menilai AC Milan harus segera menentukan arah yang jelas jika ingin kembali menjadi kekuatan besar di sepak bola Italia maupun Eropa.
Dalam beberapa pekan terakhir, kondisi internal Milan memang terus menjadi pembicaraan hangat di Italia. Banyaknya figur yang terlibat dalam pengambilan keputusan disebut membuat proyek Rossoneri berjalan tanpa identitas yang benar-benar kuat.
Longoni menilai Massimiliano Allegri masih menjadi sosok yang layak dipertahankan di tengah situasi sulit tersebut. Meski performa Milan musim ini beberapa kali mengalami pasang surut, ia percaya Allegri tetap memiliki mentalitas pemenang yang dibutuhkan klub.
“Allegri memang bukan tanpa kesalahan musim ini, terutama pada paruh kedua kompetisi. Tetapi di dunia AC Milan saat ini, dia lebih merepresentasikan sisi baik dibanding sisi buruk,” tulis Longoni.
Menurutnya, Allegri masih menjadi salah satu figur yang benar-benar memahami tuntutan besar di klub seperti Milan. Ia dinilai tetap fokus membangun tim dengan target utama meraih kemenangan di atas lapangan.
“Yang saya maksud dengan sisi baik adalah seorang profesional yang ingin memberikan yang terbaik untuk timnya dan ingin menang. Hal yang seharusnya normal di sepak bola, tetapi ternyata tidak selalu demikian,” lanjutnya.
- REUTERS/Ciro De Luca
Longoni bahkan menilai kepergian Allegri justru bisa menjadi pukulan baru bagi Rossoneri. Ia merasa AC Milan perlahan kehilangan identitas olahraga mereka karena terlalu banyak kepentingan di luar aspek teknis sepak bola.
Kritik Tajam untuk Furlani dan Ibrahimovic
Di sisi lain, kritik tajam justru diarahkan kepada CEO Giorgio Furlani dan penasihat senior RedBird, Zlatan Ibrahimovic. Longoni menilai keduanya menjadi bagian dari masalah yang membuat situasi internal Milan semakin tidak stabil.
Furlani disebut terlalu jauh ikut campur dalam urusan teknis sepak bola meski posisinya berada di area manajemen bisnis klub. Situasi tersebut dianggap membuat batas antara pengelolaan finansial dan keputusan olahraga menjadi kabur.
“Harapannya, perubahan musim panas nanti bisa menyingkirkan figur seperti Giorgio Furlani dan Zlatan Ibrahimovic dari Milan. Furlani bertindak sebagai CEO tetapi terlalu jauh masuk ke area teknis sepak bola,” tulis Longoni.
Sementara itu, Ibrahimovic juga tidak luput dari sorotan tajam. Legenda asal Swedia tersebut dinilai belum mampu menemukan peran yang benar-benar jelas sejak kembali ke Milan sebagai penasihat senior RedBird.
Longoni menilai keberadaan Ibrahimovic sejauh ini belum memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan proyek klub. Mantan striker Rossoneri itu bahkan dianggap masih kesulitan menempatkan dirinya dalam struktur internal Milan.
“Sementara Ibrahimovic bertindak sebagai… entah apa. Dia terlihat kesulitan menempatkan dirinya dalam peran apa pun. Seharusnya hal itu sudah bisa dipahami bahkan sebelum dia kembali ke klub,” lanjut Longoni.
- Twitter/AC Milan
Situasi ini membuat masa depan AC Milan semakin menarik untuk dinantikan pada musim panas nanti. Rossoneri disebut sedang menyiapkan evaluasi besar demi menentukan arah baru klub untuk musim depan.
Nasib Allegri sendiri diyakini masih sangat bergantung pada hasil akhir musim Milan. Jika Rossoneri berhasil mengamankan tiket Liga Champions, peluang sang pelatih bertahan di San Siro diperkirakan akan semakin besar.
Sebaliknya, posisi Giorgio Furlani justru mulai disebut berada di ujung tanduk terlepas dari hasil pertandingan terakhir musim ini. Beberapa nama calon pengganti bahkan dikabarkan sudah mulai masuk dalam radar manajemen RedBird.
Kini AC Milan berada di titik penting untuk menentukan masa depan mereka. Di tengah tekanan besar dari suporter dan tuntutan kembali bersaing di level tertinggi Eropa, Rossoneri harus memilih figur yang benar-benar mampu membawa klub kembali ke jalur kejayaan.
(sub)
Load more