Imbas Depak Moncada dan Furlani, Target Transfer AC Milan Mulai Lepas Satu per Satu di Musim Panas 2026
- REUTERS/Daniele Mascolo
Jakarta, tvOnenews.com - Bursa transfer musim panas 2026 menghadirkan persaingan menarik antara AC Milan dan Bournemouth. Setelah sempat dikaitkan dalam perburuan Andoni Iraola dan Tiago Pinto, kini kedua klub kembali bersaing untuk mendapatkan bek Lazio, Mario Gila.
Situasi tersebut memperlihatkan bahwa AC Milan masih berada dalam masa transisi yang belum sepenuhnya stabil. Di tengah upaya membangun ulang proyek klub, Rossoneri justru mulai kesulitan mengamankan beberapa target penting mereka di bursa transfer.
Nama Mario Gila sebenarnya sudah cukup lama masuk dalam radar Milan. Bek asal Spanyol itu dinilai sebagai sosok ideal untuk memperkuat lini belakang Rossoneri yang musim lalu beberapa kali kehilangan konsistensi pada momen-momen krusial.
Penampilan Gila bersama Lazio memang sukses menarik perhatian banyak klub Eropa. Selain kuat dalam duel bertahan, mantan pemain Real Madrid tersebut juga memiliki kemampuan distribusi bola yang cocok dengan tuntutan sepak bola modern.
AC Milan sebelumnya disebut menjadi salah satu klub yang paling serius mendekati sang pemain. Bahkan, beberapa laporan menyebut Mario Gila sempat membuka peluang menerima tawaran Rossoneri pada musim panas ini.
Namun, proses transfer tersebut kini mulai berjalan rumit. Revolusi besar yang sedang berlangsung di internal Milan membuat sejumlah negosiasi transfer ikut tertahan untuk sementara waktu.
Menurut laporan Calciomercato.com, perubahan struktur manajemen menjadi salah satu penyebab utama situasi tersebut. Sosok-sosok penting yang sebelumnya terlibat dalam proses perekrutan pemain kini sudah tidak lagi berada di dalam klub.
- sslazio.it
Igli Tare yang disebut sebagai pihak paling aktif mendorong transfer Mario Gila kini telah meninggalkan Milan. Selain itu, Giorgio Furlani dan Geoffrey Moncada juga bukan lagi bagian dari proyek baru Rossoneri.
Kondisi tersebut membuat arah kebijakan transfer Milan kembali memasuki tahap penyesuaian. Manajemen klub saat ini masih fokus membangun ulang struktur organisasi sebelum bergerak lebih agresif di pasar transfer.
Di tengah situasi yang belum sepenuhnya jelas itu, Bournemouth mulai mengambil kesempatan. Klub Premier League tersebut dikabarkan serius ingin mendatangkan Mario Gila sebagai bagian dari proyek besar mereka musim depan.
Bournemouth memang sedang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Keberhasilan lolos ke Liga Europa untuk pertama kalinya dalam sejarah klub membuat mereka berambisi membangun skuad yang lebih kompetitif di level Eropa.
Klub asal Inggris itu juga membutuhkan tambahan kekuatan di lini belakang setelah Marcos Senesi diperkirakan hengkang. Tottenham Hotspur disebut menjadi tujuan berikutnya bagi bek asal Argentina tersebut.
Mario Gila kemudian muncul sebagai kandidat utama untuk menggantikan Senesi. Bournemouth menilai bek Lazio itu memiliki profil yang sesuai dengan gaya permainan agresif dan cepat yang selama ini mereka terapkan di Premier League.
Persaingan ini tentu menjadi ancaman serius bagi AC Milan. Selain memiliki kondisi finansial yang lebih stabil, Bournemouth juga dianggap menawarkan proyek yang saat ini terlihat lebih jelas dibanding situasi Rossoneri.
Di sisi lain, Milan masih sibuk mencari pelatih baru dan menyusun ulang struktur manajemen klub. Ketidakjelasan tersebut diyakini membuat beberapa target transfer mulai ragu untuk langsung menerima tawaran dari Rossoneri.
Inter Milan sebenarnya juga sempat dikaitkan dengan Mario Gila. Akan tetapi, Nerazzurri disebut mulai mengalihkan perhatian kepada beberapa nama lain seperti Tarik Muharemovic dari Sassuolo dan Oumar Solet dari Udinese.
Lazio sendiri belum memiliki niat melepas Gila dengan harga murah. Klub ibu kota Italia tersebut kabarnya meminta minimal 25 juta euro karena Real Madrid masih memiliki klausul 50 persen dari hasil penjualan pemain di masa depan.
Situasi ini membuat Milan harus bergerak cepat jika tidak ingin kembali kehilangan target transfer penting mereka. Jika kondisi internal klub tidak segera stabil, Rossoneri berisiko semakin tertinggal dalam persaingan membangun skuad untuk musim depan.
(sub)
Load more