News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kontroversi Trump Telepon Presiden FIFA agar Batalkan Sanksi Pemain AS di Piala Dunia 2026 Dikritik Keras Jerman

Menteri Olahraga Jerman menyoroti Presiden Amerika Serikat, Donald Trump telepon FIFA agar sanksi pemain Timnas AS, Folarin Balogun dihapus di Piala Dunia 2026.
Selasa, 7 Juli 2026 - 06:25 WIB
Presiden FIFA, Gianni Infantino, Presiden AS, Donald Trump, dan Striker Timnas Amerika Serikat, Folarin Balogun
Sumber :
  • Kolase Reuters/Lisi Niesner/Evan Vucci/Steven Bisig

Jakarta, tvOnenews.com - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dituding menghubungi Presiden FIFA, Gianni Infantino. Kontroversi penangguhan sanksi kartu merah pada bintang Timnas AS, Folarin Balogun mendapat kritikan keras dari Jerman.

Menteri Negara Olahraga Jerman, Christiane Schenderlein menyoroti tindakan Donald Trump. Presiden AS disebut menelepon Preisden  FIFA terkait di sisa laga Piala Dunia 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Schenderlein mengkritik keras penangguhan sanksi kartu merah dialami Folarin Balogun. Ia menyayangkan penyelenggaraan Piala Dunia 2026 dicederai dengan bumbu politik.

Kepada AFP dalam sebuah pernyatannya, Schenderlein menegaskan, politik tidak seharusnya terlibat di Piala Dunia 2026. Untuk itu, Jerman melabeli "tidak ada tempat untuk politik di lapangan sepak bola".

"Keputusan wasit adalah urusan olahraga. Politik tidak punya tempat di lapangan," ujar Christiane Schenderlein dilansir dari AFP, Selasa (7/7/2026).

Setiap keputusan wasit merupakan haknya yang terjadi di lapangan. Schenderlein berkata, "Pemerintah Jerman menghormati otonomi olahraga."

Kronologi Kontroversi Donald Trump Hubungi Presiden FIFA

Presiden FIFA, Gianni Infantino bertemu dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump terkait dengan Piala Dunia 2026
Presiden FIFA, Gianni Infantino bertemu dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump terkait dengan Piala Dunia 2026
Sumber :
  • instagram Gianni Infantino

Sebelumnya, AS bertanding melawan Bosnia-Herzegovina pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Di laga tersebut, tim tuan rumah mengalahkan tim lawan dengan skor 2-0.

Di balik kemenangan itu, penyerang Timnas AS, Folarin Balogun memicu kontroversi. Sang bintang mendapatkan kartu merah sehingga  terpaksa diusir wasit.

Alasan wasit melayangkan kartu merah karena Balogun dianggap melakukan pelanggaran terharap Tarik Muharemovic. Sesuai regulasi, sanksi tersebut memaksa sang bintang absen di laga babak 16 besar melawan Belgia.

Sehari sebelum pertandingan, FIFA tiba-tiba mengeluarkan keputusan mengejutkan. Isii dalam pernyataan resminya menyangkua penangguhan hukuman Balogun didasari Pasal 27 Kode Disiplin FIFA.

"Sesuai dengan Pasal 27 Kode Disiplin FIFA, pelaksanaan hukuman larangan bertanding ditangguhkan selama masa percobaan satu tahun," tulis FIFA.

FIFA akan mencabut masa penangguhan tersebut apabila Folarin Blogus melakukan pelanggaran lain yang sifat dan tingkatnya lebih berat.

"Penangguhan akan dicabut dan hukuman akan diberlakukan, tanpa mengurangi sanksi tambahan atas pelanggaran yang baru," lanjut FIFA.

Keputusan tersebut memastikan Balogun akan kembali tampil membela Timnas AS ketika menghadapi Belgia pada hari ini, Selasa, 7 Juli 2026 pukul 07.00 WIB.

Melalui platform media sosial Truth Social, Donald Trump menuliskan, "Terima kasih kepada FIFA karena telah melakukan hal yang benar dan membalikkan ketidakadilan yang besar! Presiden DONALD J TRUMP."

Penangguhan tersebut langsung menuai protes keras dari Federasi Sepak Bola Belgia (RBFA). PSSI-nya Belgia menilai keputusan FIFA menguntungkan Timnas AS hingga berlawanan dengan prinsip fair play.

"RBFA terkejut dengan keputusan FIFA yang menyatakan pemain Amerika Serikat, Folarin Balogun, memenuhi syarat untuk tampil pada pertandingan Amerika Serikat melawan Belgia," tulis RBFA dalam pernyataan resmi di situs federasinya.

Bagi RBFA, keputusan penangguhan sanksi kartu merah berlawanan dengan Pasal 66.4 Kode Disiplin FIFA. Seharusnya pemain yang mendapat skorsing harus menerima hukuman tidak bermain satu laga.

Banding dari Belgia mengenai penundaan sanksi kartu merah terhadap striker Timnas AS tersebut resmi ditolak oleh FIFA. Alasannya lantaran permohonan tersebut tidak memiliki kedudukan hukum mengajukan  banding terhadap keputusan Komite Disiplin FIFA.

Dilansir dari Reuters, di waktu yang bersamaan, Trump mengaku telah menghubungi Presiden FIFA. Gianni Infantino diminta untuk meninjau ulang keputusan kartu merah Balogun.

Menurut Trump, keputusan dijatuhkan wasit sama sekali tidak adil. Presiden AS menilai apa yang dilakukan Balogun bukan bentuk pelanggaran.

Trump melihat kesalahan Balogun murni ketiidaksengajaan akibat momentum di lapangan. Ia pun bertanya-tanya terkait kredibilitas dan keadilan wasit saat memimpin laga AS kontra Bosnia.

Ia membantah intervensi secara berlebihan. Presiden AS itu hanya meminta peninjauan dan tetap berpegang teguh dengan sesuai aturan yang berlaku di Piala Dunia 2026.

"Saya tidak mendikte apa yang harus mereka lakukan. Saya tidak bisa mengatur mereka. Saya hanya meminta peninjauan kembali," tegas Trump.

Bagi Trump, kehadiran Balogun sangat krusial terutama di lini depan tim dijuluki The Stars & Stripes tersebut. Sang bintang diharapkan mampu membawa Timnas AS lolos ke babak 8 besar.

(hap)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Veda Ega Pratama Ketagihan Podium Setelah Sukses Jadi Runner Up Moto3 Malaysia 

Veda Ega Pratama Ketagihan Podium Setelah Sukses Jadi Runner Up Moto3 Malaysia 

Veda Ega Pratama bahkan merayakannya bersama keluarga yang menyaksikan langsung sejarah balapan Indonesia itu di Sirkuit Sepang, Malaysia, Minggu (1/11/2026) lalu. 
Satu WNI Korban TPPO Tentara Bayaran Rusia Meninggal Dunia, WN Rusia dan Ukraina Jadi Tersangka

Satu WNI Korban TPPO Tentara Bayaran Rusia Meninggal Dunia, WN Rusia dan Ukraina Jadi Tersangka

Tim Direktorat Tindak Pidana PPA-PPO Bareskrim Polri dan Dirres PPA-PPO Polda jajaran mengungkap fakta baru terkait kasus TPPO modus perekrutan WNI sebagai tentara bayaran di negara Rusia.
Teknologi Perkuat Profesionalisme Polri: Kecerdasan Buatan dan Big Data Jadi Kunci

Teknologi Perkuat Profesionalisme Polri: Kecerdasan Buatan dan Big Data Jadi Kunci

Perkembangan pesat teknologi informasi dan komunikasi menuntut institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk bergerak cepat melakukan adaptasi ..
Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Video kedatangan rombongan OTK di Rumah Herri Pras beredar di media sosial. Dalam rekaman yang diberitakan, seorang pria terlihat menendang Herri hingga terjatuh.
Jadwal Liga Champions 2026-2027 Pekan Ini: Manchester United Jamu AS Roma, Calvin Verdonk ke Norwegia

Jadwal Liga Champions 2026-2027 Pekan Ini: Manchester United Jamu AS Roma, Calvin Verdonk ke Norwegia

Manchester United akan menjamu AS Roma dalam pertandingan lanjutan Liga Champions 2026-2027 pekan ini. Sedangkan Calvin Verdonk akan melawat ke Norwegia bersama Lille.
Cristiano Ronaldo Jr. Dipanggil Timnas Portugal U-17 untuk Pertama Kalinya, Akankah CR7 Ikut Comeback?

Cristiano Ronaldo Jr. Dipanggil Timnas Portugal U-17 untuk Pertama Kalinya, Akankah CR7 Ikut Comeback?

Cristiano Ronaldo Jr. mendapat panggilan perdana memperkuat Timnas Portugal U-17 untuk kualifikasi Euro 2027, sementara sang ayah berpeluang kembali ke timnas.

Trending

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS sampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya Ndang Sutisna, perancang logo baru partai yang karyanya menjadi identitas visual PKS.
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Statistik Mentereng Timnas Indonesia U-17 Jelang Kualifikasi Piala Asia 2027

Statistik Mentereng Timnas Indonesia U-17 Jelang Kualifikasi Piala Asia 2027

Di bawah asuhan David Nascimento, Timnas Indonesia U-17 mencatatkan statistik mentereng jelang kompetisi penentuan menuju level Asia. 
DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Jateng, Buntut Polemik Penggeledahan Ponpes Putri di Sukoharjo

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKB, Abdullah mendesak Kapolri agar tidak segan memberhentikan pejabat kepolisian yang bertanggung jawab atas operasi tersebut.
Postingan Terbaru Herri Pras Usai Rumahnya Didatangi Sekelompok OTK: Kutip Hadis Nabi

Postingan Terbaru Herri Pras Usai Rumahnya Didatangi Sekelompok OTK: Kutip Hadis Nabi

Setelah mendapat intimidasi dari OTK, Herri Pras mengutip hadis Bukhari Muslim soal definisi orang kuat yang mampu menahan amarahnya, bukan yang jago bertarung.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT