Jose Mourinho Kirim Pesan Serius kepada Inter Milan Jelang Duel di Liga Champions, Real Madrid Usung Misi Kebangkitan
- REUTERS/Marcelo Del Pozo
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, mengirimkan pesan serius menjelang laga kontra Inter Milan. Duel di Liga Champions ini akan menjadi momen untuk timnya bangkit.
Los Blancos akan memulai petualangan di Eropa dengan menghadapi tim kuat asal Italia, Inter, di Santiago Bernabeu. Duel akan dilaksanakan pada Rabu (9/9/2026) dini hari nanti WIB.
Namun, Madrid melakoni laga dengan modal buruk usai menderita kekalahan di Liga Spanyol pada akhir pekan kemarin. Mereka ditaklukkan oleh Real Betis dengan skor 0-1 akibat gol Troy Parrot.
Inter tentunya bukan lawan yang patut diremehkan. Walau begitu, Mourinho menegaskan bahwa dirinya ingin Madrid kembali ke jalur kemenangan pada laga berikutnya.
“Saya selalu ingin memenangkan pertandingan berikutnya. Ambisi saya selalu diperbarui. Ambisi itu tidak diperbarui dari musim ke musim, tetapi dari pertandingan ke pertandingan,” kata Mourinho dalam konferensi pers jelang laga, dikutip dari Madrid Universal.
“Jika saya menang kemarin, saya ingin menang lagi. Jika saya kalah kemarin, saya tidak ingin kalah lagi, dan saya ingin menang. Saya memasuki siklus ini, yaitu ambisi yang diperbarui. Itulah sifat saya,” katanya.
The Special One sadar betul ekspektasi dari para Madridista. Dia sudah pernah menangani tim ini pada 2010 hingga 2013 silam, jadi itu adalah hal yang biasa untuknya.
“Real Madrid memiliki dimensi yang luar biasa, kita tahu itu. Tanggung jawabnya sangat besar, ya, dan ekspektasinya juga sangat besar. Tapi saya merasa nyaman dengan itu,” katanya.
Para pemain Los Blancos mendapatkan kritikan setelah laga kontra Betis. Namun, Mourinho berupaya untuk membela anak-anak didiknya tersebut.
“Saya yang pertama ingin menekankan bahwa kami memiliki pemain-pemain dengan level yang sangat tinggi. Tetapi jika kita melihat tim-tim yang difavoritkan untuk memenangkan kompetisi ini, tim unggulan mana yang tidak memiliki pemain-pemain hebat dalam skuad mereka?” tambahnya.
“Bahkan, mustahil untuk memenangkannya jika Anda tidak memiliki pemain-pemain di level ini,” jelasnya.
Mourinho menegaskan bahwa para pemainnya adalah yang terbaik. Oleh karena itu, dia akan tetap membela para pemainnya, bagaimanapun juga.
“Kisah saya sederhana. Pemain saya selalu yang terbaik. Pemain saya selalu yang harus saya bela,” tutur Mourinho.
“Jika dalam momen frustrasi tertentu saya mengucapkan kata atau bereaksi yang tampak sebaliknya, itu adalah momen kehilangan kendali emosi yang dialami setiap pelatih, bahkan yang paling berpengalaman seperti saya,” sambungnya.
“Tetapi intinya adalah mereka memberikan segalanya untuk Anda, dan Anda memberikan segalanya untuk mereka. Itu saling timbal balik,” tambahnya. (rda)
Load more