Reaksi Jurnalis Italia Lihat AC Milan Absen di Liga Champions: Sangat Menyakitkan
- REUTERS/Daniele Mascolo
Jakarta, tvOnenews.com - AC Milan harus kembali menjalani musim tanpa Liga Champions. Situasi tersebut masih menyisakan rasa kecewa bagi jurnalis Italia, Carlo Pellegatti.
Milan sebenarnya sempat lama berada di zona Liga Champions musim lalu. Namun, Rossoneri gagal mempertahankan posisi tersebut hingga kompetisi berakhir.
Kegagalan itu terasa semakin pahit karena Milan sempat memiliki kendali atas nasib mereka sendiri. Setelah tren positif terhenti, performa tim justru ikut mengalami penurunan.
Masalah cedera memang turut mengganggu perjalanan Milan sepanjang musim. Meski begitu, Pellegatti menilai ada beberapa kesempatan yang seharusnya bisa dimanfaatkan Rossoneri.
Pellegatti kemudian menyoroti situasi Milan melalui kanal YouTube miliknya. Ia mempertanyakan apakah pihak yang membuat Milan absen dari Liga Champions masih memiliki rasa penyesalan.
“Saya menyaksikan Como mengalahkan lawannya dengan mudah, meyakinkan, dan spektakuler, lalu saya berpikir,” ujar Pellegatti.
“Saya bertanya kepada kalian dan kepada diri saya sendiri: apakah mereka akan merasa menyesal?” lanjutnya. Menurut Pellegatti, pertanyaan tersebut muncul setelah ia melihat pertandingan Liga Champions.
Pellegatti juga menegaskan bahwa Tare dan Allegri bukan pihak yang menurutnya bertanggung jawab atas kegagalan tersebut. Ia meminta persoalan itu tidak diarahkan kepada dua sosok tersebut.
“Biar saya luruskan sejak awal, ini adalah pendapat saya yang disampaikan di kanal YouTube saya,” katanya. Pellegatti menegaskan dirinya tetap pada pandangan tersebut meski orang lain boleh tidak sepakat.
Ia menilai pihak yang bertanggung jawab atas absennya Milan seharusnya menyaksikan pertandingan Liga Champions melalui televisi. Kondisi itu semestinya memunculkan rasa penyesalan setelah kerja Tare dan Allegri harus dilanjutkan tanpa kompetisi tersebut.
“Orang-orang yang bertanggung jawab atas absennya AC Milan di Liga Champions pasti menyaksikan kemenangan Como yang memang layak,” ucap Pellegatti. Ia kemudian mempertanyakan apakah mereka merasa menyesal.
Bagi Pellegatti, absennya Milan di Liga Champions untuk tahun kedua beruntun bukan perkara kecil. Terlebih, Rossoneri sempat berada di posisi teratas selama sebagian besar musim.
“Saya berharap begitu, karena tidak melihat Milan bermain di Liga Champions untuk tahun kedua secara beruntun terasa menyakitkan,” tuturnya. Ia mengingat Milan berada di posisi atas sejak pekan kedua hingga pekan ke-37.
Pellegatti juga kembali mengingat kekalahan Milan dari Napoli pada 9 April. Hasil tersebut membuat Rossoneri kehilangan posisi kedua yang sebelumnya mereka tempati hampir sepanjang musim.
“Bagi saya, akhir musim lalu masih terasa sangat menyakitkan,” kata Pellegatti. Ia menilai kekalahan dari Napoli menjadi salah satu titik penting dalam kegagalan Milan.
Menurut Pellegatti, Milan sempat kembali berada di posisi kedua setelah pertandingan melawan Cremonese. Namun, keadaan berubah drastis setelah kekalahan dari Napoli.
“Pada 9 April, bencana itu terjadi melalui pernyataan di Casa Milan,” ujarnya. Saat itu, sejumlah pemain yang tidak akan menjadi bagian skuad musim berikutnya disebutkan.
Pellegatti pun kembali mempertanyakan apakah pihak yang bertanggung jawab merasakan penyesalan. Baginya, kekecewaan tersebut bukan sesuatu yang mudah dilupakan.
“Apakah mereka yang bertanggung jawab merasa menyesal, atau hanya saya yang merasa sedih?!” kata Pellegatti. Pernyataan itu menggambarkan betapa dalam kekecewaan yang masih dirasakannya.
Kini Milan bersiap memulai perjalanan di Liga Europa pada pekan depan. Hasil positif di kompetisi tersebut diharapkan bisa sedikit mengobati kekecewaan setelah gagal menembus Liga Champions.
Meski demikian, Pellegatti menilai luka akibat kegagalan musim lalu belum akan hilang dalam waktu dekat. Absennya Milan dari panggung Liga Champions disebut masih akan terasa untuk beberapa waktu.
(sub)
Load more