Pernah Latih Cristiano Ronaldo, Eks Juru Taktik Real Madrid Pilih Steven Gerrard sebagai Pemain Terbaiknya
- uefa.com
Jakarta, tvOnenews.com - Mantan pelatih Real Madrid, Rafa Benitez, lebih memilih Steven Gerrard sebagai pemain terbaik yang pernah dilatih olehnya. Padahal, dia juga pernah menangani Cristiano Ronaldo.
Benitez merupakan salah satu pelatih ternama Spanyol pada dekade 2000-an hingga 2010-an. Liverpool adalah klub yang paling erat dikaitkan dengan namanya.
Dia merupakan pelatih The Reds ketika menciptakan malam bersejarah di Istanbul ketika mengalahkan AC Milan di final Liga Champions pada 2005 silam. Benitez menjabat di Anfield pada periode 2004 hingga 2010 silam.
Namun, Liverpool bukan satu-satunya klub besar yang pernah ditanganinya. Benitez juga pernah melatih Valencia, Inter Milan, Chelsea, Napoli, Real Madrid, dan Newcastle United.
Bersama klub-klub top itu, dia menemui banyak pemain ternama. Cristiano Ronaldo termasuk di antaranya, yang pernah menjadi anak asuh Benitez untuk periode singkat pada pertengahan 2015 hingga awal tahun 2016 silam.
Namun, ketika ditanyakan pemain terbaiknya, Benitez mengklaim bahwa orang itu adalah Steven Gerrard. Sang pelatih asal Spanyol mengatakan bahwa Gerrard adalah yang terbaik dari segi kekuatan, potensi dan juga taktikal.
“Ketika saya berada di Real Madrid, mereka bertanya kepada saya siapa pemain terbaik yang pernah saya latih, dan saya menjawab Steven Gerrard,” kata Benitez, seperti dilansir dari situs resmi Liverpool.
“Dan saya menjelaskan alasannya. Ketika kami datang ke Liverpool, dia adalah gelandang box-to-box. Kekuatan, potensi. Kemudian, secara taktik, kami mencoba untuk mengaturnya,” tambahnya.
Benitez mengklaim Gerrard sebagai pemain yang lengkap dalam berbagai aspek. Namun, bukan berarti sang legenda Liverpool tidak punya kekurangan.
“Saya rasa dia tidak menyadarinya saat itu, baru kemudian dia menyadari apa yang kami cari. Dia memiliki kekuatan, dia bagus dalam duel udara, dia bisa menembak dengan kaki kanan dan kaki kiri, dan dia bisa mengoper, dia bisa mengontrol bola. Jadi, dia adalah pemain komplet yang perlu lebih memahami permainan, tempo permainan,” sambungnya.
“Saya ingat satu pertandingan melawan Everton, saya berkata, ‘Dengar, tenanglah.’ Saat kick-off, dia langsung menjegal seseorang di pojok! Saya berkata, ‘Apa?!’ dan para penggemar bersorak. Hal semacam itu… kemudian dia mendapat kartu merah,” tandasnya.
Load more