Mainkan Calvin Verdonk sebagai Pengganti Lagi, Pelatih Lille Blak-blakan Bilang Frustrasi Gara-Gara Hal Ini
- REUTERS/Hannah Mckay
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Lille, Davide Ancelotti, blak-blakan menyampaikan rasa frustrasinya setelah laga kontra Brest. Dalam laga ini, Calvin Verdonk kembali diturunkan sebagai pengganti.
Les Dogues kembali bertanding dalam lanjutan kasta tertinggi Liga Prancis, Ligue 1, pada Sabtu (17/10/2026) kemarin malam WIB. Mereka kembali tampil di Stade Pierre-Mauroy dengan tekad untuk kembali ke jalur kemenangan.
Lille menderita kekalahan 0-3 saat melawat ke Emirates Stadium untuk menghadapi Arsenal pada pentas Liga Champions. Namun, mereka sebelumnya meraih kemenangan 1-0 atas Le Havre di pekan lalu.
Dalam kedua laga itu, Calvin Verdonk mengawali laga sebagai pemain cadangan, namun turun ke lapangan sebagai pengganti. Hal itu kembali terulang saat menjamu Brest.
Verdonk menjadi orang pertama yang dikirim dari bangku cadangan dengan masuk menggantikan Perraud di menit ke-64. Dia mendapatkan rating 7,0 dari penyedia statistik Sofascore untuk laga ini.
Sang bek kiri Timnas Indonesia melakukan dua kontribusi pertahanan berupa satu kali intersep dan satu kali memblokir tembakan lawan. Dia terlibat dalam empat kali duel di lapangan dan memenangkan satu di antaranya, serta memenangkan satu-satunya duel udara yang melibatkannya.
Namun, Lille gagal meraih kemenangan. Mereka tertinggal lebih dulu sejak menit keenam melalui Mama Balde dan baru bisa menyamakan skor melalui penalti Olivier Giroud pada menit ke-64.
Setelah laga, Davide Ancelotti tak segan menyampaikan rasa frustrasinya. Menurutnya, Les Dogues kurang berkonsentrasi, dan baru membaik di babak kedua, ketika Verdonk turut berpartisipasi.
“Kami merasa frustrasi. Memang benar pertandingan tidak dimulai dengan baik, dengan kurangnya konsentrasi. Tetapi di babak kedua, kami bereaksi, dengan lebih banyak tekad di sepertiga akhir lapangan,” katanya, seperti dilansir dari situs resmi Lille.
“Saya cukup senang dengan babak kedua. Kami merebut kembali penguasaan bola, menekan ketika kami kehilangannya. Pada akhirnya, kami mendapatkan satu poin,” tambahnya.
“Kami melakukan beberapa hal baik, tetapi frustrasi karena tidak menang tetap ada, terutama dengan peluang yang kami miliki di akhir pertandingan,” lanjutnya.
Load more