PR AC Milan yang Harus Diselesaikan Amorim usai Menang 3-2 atas Atalanta: Pertahankan Konsistensi dan Fokus Jika Ingin Scudetto
- REUTERS/Claudia Greco
Jakarta, tvOnenews.com - AC Milan meraih kemenangan 3-2 atas Atalanta pada pekan ketujuh Liga Italia 2026/2027 di Stadion San Siro, Minggu (18/10/2026). Meski membawa pulang tiga poin, Ruben Amorim masih memiliki pekerjaan rumah yang harus diselesaikan jika ingin menjaga persaingan menuju Scudetto.
Pada laga tersebut, AC Milan membuka keunggulan pada menit ke-25 setelah Relja Obric dinilai melakukan handball saat menghalangi tembakan Yunus Musah. Ramos yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dan membawa tuan rumah unggul 1-0.
Menjelang turun minum, Rabiot menggandakan keunggulan Milan melalui penyelesaian umpan mendatar Diego Moreira. Tembakan datarnya gagal dihentikan Marco Carnesecchi sehingga Rossoneri menutup babak pertama dengan skor 2-0.
Memasuki babak kedua, Milan memperoleh hadiah penalti kedua setelah Thomas Kristensen dinilai melakukan handball ketika menghalangi tembakan Rabiot. Namun, eksekusi Ramos kali ini berhasil dibaca dan ditepis Carnesecchi.
Milan tetap mampu memaksimalkan situasi bola mati setelah penyelamatan tersebut. Berawal dari sepak pojok, Rabiot menyentuh bola di tiang dekat sebelum Gila menyambutnya dengan sundulan untuk mengubah skor menjadi 3-0.
Keunggulan tiga gol sempat membuat Milan berada dalam posisi nyaman. Namun, Atalanta tidak menyerah dan mulai meningkatkan tekanan untuk memperkecil ketertinggalan.
Pada menit ke-66, Gaetano mencetak gol yang menghidupkan kembali peluang Atalanta. Gol tersebut menjadi awal dari tekanan yang membuat Milan kesulitan menjaga keunggulan.
Situasi semakin menegangkan ketika Krstovic mencetak gol pada menit ke-81. Umpan silang mendatar Raoul Bellanova dari sisi kanan disambut dengan tembakan akurat yang mengubah skor menjadi 3-2 hingga peluit panjang berbunyi.
Hasil tersebut membawa Milan naik ke peringkat keempat dengan koleksi 15 poin. Rossoneri masih tertinggal empat angka dari Inter Milan yang berada di puncak klasemen.
Sementara itu, Atalanta tertahan di peringkat ke-10 dengan sembilan poin. Data klasemen tersebut merujuk pada informasi yang tercantum di laman resmi Lega Serie A.
Dilansir dari SempreMilan, Amorim menilai perubahan momentum pertandingan menjadi salah satu faktor yang membuat timnya kehilangan kendali. Ia mengakui Milan mulai mengurangi tekanan setelah Atalanta memperkecil skor menjadi 3-1.
"Saya tidak tahu persis apa arti atau maksud dari kata 'kehilangan fokus'. Kami sedikit kelelahan, mungkin Atalanta juga, karena mereka turut bermain pada pertengahan pekan," ujar Amorim.
"Jalannya pertandingan berubah sepenuhnya setelah skor menjadi 3-1. Kami berhenti melakukan pressing dan mulai merasa gugup," lanjutnya.
Amorim menegaskan Milan perlu menjaga konsistensi, baik dari segi permainan maupun hasil pertandingan. Menurutnya, tim harus mampu mengelola situasi sulit dengan lebih baik agar tidak kehilangan kendali ketika menghadapi tekanan lawan.
"Kami sebenarnya bisa mencegah kedua gol tersebut, mengendalikan area penalti, serta mengantisipasi transisi permainan mereka. Pada beberapa kesempatan, kami gagal mengikuti pergerakan pemain lawan," kata Amorim.
Ia juga mengakui bahwa Milan seharusnya dapat mengubah pendekatan permainan ketika sudah unggul tiga gol. Menurutnya, keputusan untuk tetap bermain dengan garis pertahanan tinggi memiliki risiko, meski timnya ingin mencetak gol tambahan.
Amorim menilai para pemain bertahan perlu lebih cermat membaca pergerakan lawan, terutama gelandang yang masuk ke area berbahaya. Evaluasi tersebut menjadi penting agar Milan tidak kembali kehilangan keunggulan besar pada pertandingan berikutnya.
Bagi Milan, kemenangan atas Atalanta menjadi tambahan penting dalam persaingan papan atas Liga Italia. Namun, jika ingin terus memburu Scudetto, Rossoneri perlu membenahi konsistensi permainan, menjaga fokus hingga akhir laga, dan mengelola keunggulan dengan lebih matang.
(sub)
Load more